4 Cara Paling Efektif Tulis CV yang Oke Meski Pengalaman Kerja Masih Nol. Tetap Ada Peluang!

contoh CV nol pengalaman

Jadi, kamu baru saja lulus kuliah dan bersiap-siap memasuki dunia kerja. Kamu sudah siap meniti karier dan sudah punya perusahaan idaman yang kebetulan lagi membuka lowongan. Eits, tapi ada satu kendalanya; kamu ternyata belum punya pengalaman bekerja selama menjalani perkuliahan. Hatimu jadi cemas, karena besar kemungkinan yang melamar pekerjaan impianmu mungkin sudah punya segudang pengalaman untuk ditulis di lembar CV mereka 🙁

Advertisement

Tenang, jangan sedih. Layaknya pepatah yang mengatakan, banyak jalan menuju Roma, tentu ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat CV-mu tetap menarik dan presentable. Dilansir dari beberapa sumber seperti Popsugar, ada 4 cara efektif yang bisa kamu lakukan untuk memikat HRD melalui resume kamu yang masih 0 pengalaman kerja. Simak baik-baik yuk ulasannya berikut ini!

1. Langkah pertama adalah membuat karier objektif yang berkesan. Apa itu?

Credit: Unsplash via unsplash.com

Sedikit yang menaruh perhatian, padahal penting lo membuat karier objektif yang baik sekaligus memikat. Dilansir dari laman JobsDB, karier objektif merupakan sebuah bagian dari CV yang berisi pernyataan tentang bagaimana profil dirimu secara umum dan bagaimana kamu memandang kariermu ke depan. Ini penting digarap dengan cermat agar perekrut dapat melihat sebaik apa kamu fokus dan seperti apa kamu memandang dirimu.

Karier objektif yang baik akan membantu mendongkrak CV kamu yang mungkin isinya masih minim pengalaman kerja. Jika digarap dengan benar, bagian ini akan membantu perekrut untuk melihat karakter dan kepribadianmu apakah pas atau tidak dengan posisi yang sedang dibutuhkan.  Jangan lupa masukkan IPK-mu (jika di atas 3.0). Tambahkan pula sifat-sifat yang terbukti relevan dengan posisi yang kamu lamar.

Contoh karier objektif yang oke kira-kira seperti ini:

“Saya baru saja lulus dari Universitas xx (IPK 3.5/4.0) dengan gelar studi (xx). Saya ingin mengaplikasikan pengalaman saya di bidang (isi kegiatan kampus yang pernah kamu ikuti dan relevan) yang dapat menunjang pekerjaan saya jika diterima bekerja di posisi (xx) perusahaan Bapak/Ibu. Saya siap bekerja dengan sepenuh hati untuk mencapai gol-gol perusahaan, serta antusias untuk menerima lebih banyak tanggung jawab dan tantangan baru.”

Jangan lupa, saat menulis karier objektif, kamu bisa menambahkan sifat-sifat  yang kamu miliki yang kebetulan sedang dibutuhkan oleh perekrut untuk posisi pekerjaan yang kamu lamar. Buatlah secara optimis, namun tetap realistis dan tidak berlebihan apalagi terkesan dibuat-dibuat.

Advertisement

2. Perluas bagian keterangan soal edukasi yang sudah pernah kamu dapatkan. Ini bisa jadi salah satu trik memikat mata HRD yang membaca CV kamu lo

Credit: Unsplash via unsplash.com

Jika tak ada bagian pengalaman kerja yang bisa dicantumkan di CV kamu sebagai fresh graduate, saatnya memperluas dan ‘mempercantik’ bagian informasi soal edukasi. Buatlah dengan mendetail dan semenarik mungkin agar bisa memikat mata perekrut.  Meski pengalaman kerja masih 0, setidaknya perekrut tahu kalau kamu cukup aktif selama di bangku sekolah dan kuliah. Informasi berikut ini juga bisa kamu masukan di bagian informasi soal edukasi:

  • IPK yang berhasil kamu raih (jika di atas 3.0)
  • Organisasi yang kamu pernah ikuti selama menuntut ilmu
  • Kegiatan olahraga di sekolah atau kampus, jika ada
  • Penghargaan akademik
  • Kursus, workshop, seminar dan sejenisnya yang relevan dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar
  • Publikasi

3. Masukkan pencapaian-pencapaianmu selama sekolah sampai berkuliah dengan menarik. Ini saatnya kamu ‘menyombong’ secara halus soal prestasi-prestasi kamu selama menuntut ilmu

Credit: Unsplash via unsplash.com

Ini adalah ekspansi dari laman edukasi yang sudah kamu buat. Di bagian pencapaian ini, kamu bisa menuliskan cerita pencapaian yang sudah kamu raih selama sekolah atau kuliah. Nggak selalu tentang sebuah kompetisi kok. Contoh, kamu mungkin pernah memimpin sebuah proyek sains bersama rekan-rekanmu dan berhasil lolos hingga tingkat nasional atau membuat sebuah kampanye anti bullying bersama teman-teman.

Atau mungkin kamu pernah menjadi pengajar sukarela anak-anak di kompleks rumahmu. Bisa juga, kamu mungkin dulu pernah menginisiasi sebuah klub di sekolah atau kampus. Di bagian pencapaian ini kamu bisa menulis pencapaian-pencapaianmu saat masih menuntut ilmu, kendala yang dihadapi dan bagaimana caramu memecahkan masalah. Intinya, buat perekrut melihat kegigihanmu, kemampuanmu dalam menghadapi dan memecahkan masalah serta bekerja sama dengan orang lain.

4. Terakhir, perkuat cover letter kamu. Buat CV-mu dengan menarik dan berusahalah percaya diri. Seringkali kamu mendapat kegagalan karena terlalu banyak keraguan

Credit: Unsplash via unsplash.com

Untuk melengkapi CV, menulis cover letter yang kuat dan santun akan membuat perekrut terpikat dengan lamaran yang kamu kirimkan. Cover letter atau application letter adalah selembar surat penyerta saat kamu mengirimkan CV saat melamar pekerjaan. Ini jadi semacam surat ‘pengantar’, perkenalan dan merangkum semua pengalaman bersekolah yang sudah kamu dapatkan, kemampuan profesional dan alasan kenapa kamu tertarik melamar pekerjaan tersebut. Jangan terlalu panjang karena selengkapnya nanti bakal tertuang di laman CV.

Pada akhirnya, selain desain yang menarik dan isi yang cukup informatif, percaya diri adalah kunci kesuksesan CV-mu. Jika nanti berkesempatan dipanggil, gunakan kesempatan wawancara sebaik-baiknya untuk membuktikan kemampuan yang kamu tulis di CV itu fakta dan bukan mengada-ngada. Semoga sukses ya. Semangat!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE