6 Venture Capitalist Muda Dunia, Usia Belum 25 tapi Sudah Jadi Investor Berbagai Perusahaan!

venture capitalist muda

Apakah kamu pernah mendengar apa itu venture capital? Venture capital atau modal ventura merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan modal untuk suatu perusahaan swasta atau start-up sebagai pasangan usaha untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan berupa saham. Saat memikirkan tentang pendanaan keuangan sebuah perusahaan seperti ini mungkin kamu akan memikirkan tentang seorang investor paruh baya yang penuh dengan pengalaman serta banyak uang. Ternyata seiring berjalannya waktu, para anak muda juga mengambil bagian di bidang venture capital lo.

Advertisement

Bidang ini ternyata sudah dilakukan oleh mereka yang bahkan usianya belum mencapai 25 tahun lo. Dengan kemampuan yang mereka miliki saat ini bukan tak mungkin nama-nama yang muncul akan menjadi pemimpin investor tingkat dunia nantinya. Siapa sajakah mereka? Simak yuk selengkapnya!

1. Christopher Gaeta yang kini berusia 21 tahun menjadi sosok investor termuda yang memulai kariernya sejak masih kuliah

Di usianya yang masih muda, Gaeta sudah memulai program non-profit yang membantu mendanai 7 pembiayaan. Ia juga menjadi sosok yang memiliki network terbesar di LinkedIn di antara orang-orang seusianya, bahkan ia juga berkolaborasi dengan editor di LinkedIn untuk membuat kiriman unggulan. Gaeta memulai semuanya dari investasi saham Tesla kemudian ke sebuah perusahaan farmasi. Kini, ia menjadi associate paling muda yang memimpin tim kesehatan di VU Venture Partners, series A untuk X-Therma, sebuah perusahaan yang memperpanjang harapan hidup organ yang diambil.

Advertisement

2. Pranavi Cheemakurti yang berusia 24 tahun sempat ditolak berkali-kali saat baru akan melangkahkan kaki di bidang ini

Pranavi memulai kerier venturanya dengan mengirim e-mail dan menelepon 200 firma ventur yang mana semuanya ditolak. Ia kemudian bertugas di VU Venture Partners setelah mendapatkan sebuah kesempatan. Ia sukses mendapatkan 2 deal untuk firma tersebut dan kemudian menjadi seorang associate penuh waktu di Acceleprise di mana ia berinvestasi pada perangkat lunak untuk business-to-business. Pranavi juga berinvestasi di Animo AI, start-up untuk mengawasi keadaan mental dan Kiira Health, klinik virtual untuk perempuan.

3. Selain berkarier sebagai seorang venture capitalist, Sujude Dalieh yang berusia 24 tahun juga merupakan pemilik perusahaan start-up

Dalieh merupakan seorang associate di Lux Capital setelah sebelumnya menjadi seorang analyst di K50 Venture di mana ia membantu investasi perusahaan edukasi. Selain menjadi seorang investor, Dalieh juga merupakan seorang pemilik perusahaan start-up bernama Gajo untuk membantu para Gen-Z mengeksplor karier yang berbeda. Walaupun kuliah di jurusan Kimia, Dalieh memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi menjadi seorang investor dan pebisnis.

4. Sejak usianya masih 21 tahun, Harry Hamer sudah memulai kariernya menjadi seorang venture capitalist

Kini Harry berusia 25 tahun dan bekerja sebagai seorang venture capitalist di London Venture Partners. Selama beberapa tahun sejak memulai kariernya, Harry sudah memiliki portfolio di beberapa perusahaan seperti Treehouse Games, NAG Studios, Robin Games, Double Loop Games, dan Vela Games. Sebelum berada di London Venture Partners, ia berada di Oxford Capital di mana ia berhasil mencapai pendanaan £10 juta untuk bidang film dan televisi.

5. Masih berusia 23 tahun, Erik de Stefanis tak hanya menjadi venture capitalist tapi juga sudah menjadi seorang angel investor

Erik merupakan seorang analyst di Interlace Ventures. Saat bekerja di sana, ia ingin mengurangi batasan dengan Generasi Z. Bahkan, ia juga menjadi penemu sindikasi Gen Z Ventures yang baru-baru ini sudah mulai berinvestasi di Monet, sebuah aplikasi kencan yang cukup unik karena penggunanya bisa berkomunikasi melalui gambar. Uniknya lagi, walaupun masih muda, Erik juga sudah menjadi seorang angel investor yang berinvestasi di Sunroom yang menjadi platform untuk para kreator digital.

6. Belinda Gurung yang berusia 24 tahun mengaku keputusan terbaik dalam hidupnya adalah memutuskan untuk menjadi seorang venture capitalist

Belinda memiliki portfolio investasi di Generation Home, Smol, dan Wild. Ia juga sempat magang di Zyper yang membuatnya tertarik ke bidang direct-to-consumer product Sejak tahun 2018, ia bergabung dengan JamJar sebagai seorang investor dan masih berlaku sampai sekarang. Keputusan untuk terjun ke dunia modal ventur ini merupakan keputusan terbaik baginya.

Nah, itu dia beberapa anak muda yang sudah mulai mantap melangkahkan karier mereka di dunia investasi khususnya permodalan ventura. Sebuah karier yang dulu mungkin lebih identik untuk mereka yang memiliki usia sudah cukup umur. Tertarik mengikuti jejak mereka?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE