Pengetahuan mengenai hubungan seksual atau yang sering disebut dengan edukasi seksual sebenarnya adalah hal penting yang harus ditanamkan sejak masih remaja. Sayangnya banyak masyarakat Indonesia yang menganggap pengetahuan seksual adalah sesuatu yang tabu, dan sesuatu yang pada akhirnya akan diketahui dengan sendirinya. Karena inilah banyak remaja kita yang malah terjerumus pada hubungan seksual berbahaya karena mereka nggak punya pengetahuan yang cukup tentang proses reproduksi.

Nggak heran juga saat kemudian muncuk mitos-mitos tentang hubungan seksual yang bisa jadi masih kita percayai sampai saat ini. Meskipun saat ini kamu belum aktif secara seksual, hal-hal di bawah ini wajib kamu ketahui!

1. Keperawanan hanya dapat dilihat dari tes kedokteran, bukan dari cara berjalan

keperawanan bukan warna baju yang sekali lihat langsung ketahuan

keperawanan bukan warna baju yang sekali lihat langsung ketahuan via cekat1.rssing.com

Advertisement

“Katanya cewek perawan atau nggak perawan bisa dilihat dari cara jalannya.”

“Katanya cewek nggak perawan kelihatan dari bentuk payudaranya.”

Masih banyak lagi katanya-katanya lain yang mengatakan bahwa seolah-olah kita bisa menentukan perempuan perawan atau nggak hanya dalam sekali lihat. Entah itu dari cara jalan ataupun bentuk organ-organ tubuh lain. Ini jelas nggak ada dasar ilmiahnya. Sejauh yang hipwee tahu, untuk mengetahui apakah seorang perempuan sudah pernah melakukan hubungan seksual atau belum, hanya bisa dilakukan dengan melakukan tes keperawanan.

Selama ini tes keperawanan dilakukan dengan melihat bentuk selaput dara (hymen). Jika selaput dara robek, biasanya perempuan dianggap tidak perawan. Selain itu, bisa juga tes keperawanan dilakukan dengan melihat renggang/tidaknya vagina. Jika renggang, tentunya dianggap tidak perawan. Tapi sebenarnya, robeknya selaput dara bisa terjadi karena banyak hal, yang tidak selalu berhubungan dengan kegiatan seksual. Jadi, tes keperawanan sebenarnya tidak bisa juga dijadikan dasar valid apakah seseorang perawan atau nggak.

Advertisement

Terus cara tahunya gimana dong?

Ya cuma bisa ditanya:

Kamu sudah pernah berhubungan seksual?

2. Berdarah/Tidak saat malam pertama tidak membuktikan selaput daramu masih perawan. Selaput dara adalah selaput tipis yang dapat robek karena gerakan senam, terbentur atau alasan medis.

pertumpahan darah di malam pertamua nggak selalu menyimbolkan keperawanan

pertumpahan darah di malam pertama nggak selalu menyimbolkan keperawanan via komunitas.bukalapak.com

Teruuus, mitos yang paling populer ini juga masih dipercaya sampai saat ini. Bahwa harus terjadi pertumpahan darah di malam pertama, untuk membuktikan bahwa sang istri masih perawan. Darah yang keluar adalah bukti dari selaput dara yang robek untuk pertama kalinya. Kalau nggak berdarah, berarti selaput daranya sudah pernah robek sebelumnya, berarti nggak perawan 🙁

Huss…mulai sekarang berhenti mempercayai hal ini. Selaput dara atau hymen adalah lapisan tipis yang melintang menutupi mulut vagina. Kondisi selaput dara setiap orang berbeda-beda, terutama tingkat elastisitasnya. Robeknya selaput dara bisa terjadi karena aktivitas berat seperti olahraga, kecelakaan, dan bahkan pemeriksaan seksual. Bahkan pada anak-anak dan remaja yang cendeurng aktif, robeknya selaput dara adalah hal yang biasa dan bisa pulih kembali. Sebaliknya, ada pula selaput dara yang tingkat elastisitasnya tinggi sehingga setelah terjadi penetrasi, selaput dara akan menutup vagina lagi.

Jadi,  sebenarnya kondisi selaput dara nggak bisa dijadikan standar keperawanan. Karena untuk perempuan yang terlahir tanpa selaput dara, nggak mungkin berarti dia nggak perawan sejak lahir kan ya?

3. Katanya kondom membuat hubungan seksual kurang memuaskan. Tapi tahukah kamu bahwa kondom selain mencegah kehamilan juga demi keamanan kesehatan?

untuk keamanan kamu dan pasangan

untuk keamanan kamu dan pasangan via whatwhenwearin.tumblr.com

Kondom adalah alat kontrasepsi adalah penemuan manusia untuk mencegah kehamilan. Tapi saat ini banyak laki-laki yang nggak mau menggunakan kondom dengana alasan hubungan seks akan kurang memuaskan. Duh duh, padahal selain mencegah kehamilan, kondom juga berfungsi untuk mencegah penularan penyakit seksual. Iya sih, meski pakai kondom, nggak berarti 100% aman. Tapi daripada tidak ada sama sekali, lebih baik ada pencegahan kan? Untuk pilihan aman sih, ya lakukan hubungan seksual yang aman. Yaitu dengan pasangan halal setelah turun dari pelaminan. Jangan melakukan hubungan seks secara sembarangan, karena penyakit menular seksual itu memang nyata adanya. Tapi bukan berarti setelah menikah, kamu nggak perlu pakai kondom lagi. Sekali lagi, memakai kondom untuk alasan keamanan. Dan bakteri penyakit seksual nggak akan melihat buku atau cincin nikah. Demi keamananmu dan pasangan, memakai kondom saat berhubungan seksual adalah pilihan yang bijak

4. Tapi ada juga yang sampai memakai kondom 2 lapis. Tidak perlu begitu, karena memakai 2 kondom sekaligus justru berpotensi bocor lebih besar

satu berguna, dua berbahaya

satu berguna, dua berbahaya via www.pinterest.com

Memakai kondom saat berhubungan seksual memang menimbulkan situasi yang lebih aman untuk mencegah kehamilan ataupun penularan penyakit seksual. Tapi bukan berarti men-dobel kondom sekaligus akan menghasilkan keamanan yang dua kali lipat juga. Memakai dua kondom sekaligus justru berbahaya, karena gesekan antar lateks (bahan kondom) akan memicu kerusakan kondom yang digunakan. Kondom rusak, berarti bocor. Kondom bocor, berarti risiko kehamilan dan penularan penyakit seksual meningkat.

5. Konon kamu nggak perlu pakai kondom, keluarin di luar aja. Padahal walau kamu sudah benar melakukannya, risiko kehamilan tetap ada.

bagaimanapun juga, hubungan seks berpotensi kehamilan

bagaimanapun juga, hubungan seks berpotensi kehamilan via startfromseedoulas.tumblr.com

Pria-pria yang enggan memakai kondom dan tetap ingin mencegah kehamilan, biasanya mengandalkan trik khusus ini. Yaitu mengeluarkan sperma di luar vagina, sehingga sperma nggak bisa bertemu dengan sel telur. Yang salah di sini adalah, sperma bisa keluar bersama cairan seminal, yaitu cairan yang dikeluarkan pria sebelum ejakulasi. Jadi, meskipun ejakulasi terjadi diluar (terputus), kehamilan masih bisa terjadi.

Dan yang sama pentingnya, masih banyak yang berpikir bahwa selama tidak terjadi penetrasi, maka kehamilan tidak akan terjadi. Nggak selamanya begitu, gaes. Aktivitas seksual yang mengakibatkan pria ejakulasi di sekitar mulut vagina tetap memungkinkan sperma masuk ke dalam rahim dan bertemu dengan sel telur perempuan.

6. Katanya sih, kalau berhubungan seks pas lagi ‘dapet’ kamu nggak akan hamil. Padahal belum tentu juga!

hubungan seks saat haid, bisa hamil juga

hubungan seks saat haid, bisa hamil juga via herbalmulia.com

Ada juga yang percaya bahwa hubungan seks saat perempuan sedang haid nggak akan membuat hamil. Ini jelas salah. Kehamilan terjadi saat sperma berhasil membuahi sel telur yang di dilepaskan perempuan di masa suburnya. Umumnya masa subur perempuan berada di 12-14 hari setelah haid pertama. Tapi ada juga yang masa suburnya bersamaan dengan saat menstruasi. Jadi saat kamu haid, dan sedang dalam masa subur, kehamilan tetap bisa terjadi. Selain itu, sperma juga punya daya tahan 3-5 hari. Jadi dia bisa ‘menunggu’ di dalam tubuh perempuan sampai sel telur siap dibuahi.

Selain itu, banyak juga yang percaya bahwa hubungan seks pertama kali nggak akan mengakibatkan kehamilan. Kata siapa? Kalau kamu memang dalam masa subur, dan sperma berhasil bertemu sel telur, kehamilan akan terjadi.

7. Oral seks tanpa pengaman juga bisa membuatmu tertular penyakit menular seksual. Karena itu, bijak-bijaklah melakukan sesuatu

sebelum seks dilakukan, banyak yang harus dipertimbangkan

sebelum seks dilakukan, banyak yang harus dipertimbangkan via www.pinterest.com

Banyak remaja yang percaya asal tidak ada penetrasi maka risiko penularan penyakit seksual juga tidak ada. Padahal penyakit seperti ghonorrea, chlamidya, dan herpes bisa menular saat terjadi kontak mulut dengan kulit organ genital, termasuk saat oral seks. Bisa juga terjadi karena pertemuan cairan tubuh. Risiko semakin besar saat mulutmu sedang terluka atau sariawan. Jadi sebelum melakukan sesuatu, cari-cari informasi dulu ya. Bijak-bijaklah dalam melakukan segala aktivitas seksual.

8. Punya kebiasaan menyimpan kondom dalam dompet biar terlihat keren (?) ? Eh, ini justru bisa bikin kondom rusak lho!

Kebiasaan yang bikin kondom rusak

Kebiasaan yang bikin kondom rusak via health.detik.com

Mau tanya, para cowok, kalau menyimpan kondom di dompet itu biar apa ya? Biar praktis aja? Atau biar terlihat keren?  Padahal dompet bukan tempat yang tepat untuk menyimpan kondom lho. Terlipat-lipat dalam dompet, atau bergesekan dengan bahan dompet akan membuat kondom cepat rusak. Kondom yang kamu simpan di dompet, baik dalam jangka waktu sebentar ataupun lama, tidak menjamin kondom masih dalam kondisi bagus saat kamu gunakan. Jadi, bijaklah menaruh

Pendidikan seks adalah hal yang harus diketahui oleh semua orang. Menganggapnya tabu hanya akan menambah risiko hubungan seksual berbahaya. Hubungan seksual bukan hanya berisiko pada kehamilan (yang tidak dikehendaki), tapi juga penyebaran penyakit menular yang membahayakan. Dengan mengetahui seluk beluk, risiko, serta mitos-mitos hubungan seksual, kamu bisa lebih bijak lagi dalam bercinta maupun menyikapi kehidupan cinta 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya