Bagian Daging Sapi dan Kegunaannya untuk Masakan, Temukan Potongan Terbaik!

Bagian Potongan Daging Sapi

Apa saja bagian daging sapi dan kegunaannya untuk masakan? Mendekati perayaan Idul Adha, sudah siap untuk memasak daging kurban yang kamu dapat?

Advertisement

Setiap bagian dari daging sapi memiliki karakteristik yang unik, memberikan cita rasa dan tekstur yang berbeda pada setiap resep masakan olahan daging yang lezat.

Selain teknik memasak dengan menggunakan pengempuk daging, ada bagian daging tertentu yang memang memiliki tekstur empuk dan cita rasa yang lezat.

Simak berbagai bagian daging sapi yang enak dan kegunaannya untuk masakan di bawah ini.

Advertisement

Bagian-Bagian Daging Sapi dan Kegunaannya

1. Sampil (Chuck)

Bagian sampil meliputi bagian yang cukup luas dari punuk (blade) hingga turun ke bagian paha bagian atas (chuck).

Karena merupakan bagian otot yang sering bergerak, tekstur daging ini dikenal liat dan alot. Kaya akan jaringan ikat kolagen, bagian ini memiliki aroma khas dan rasa yang kenyal ketika dimasak dengan baik.

Advertisement

Masakan yang cocok untuk bagian ini adalah bakso urat, soto, dan sop.

2. Paha Belakang (Round)

Tidak jauh berbeda dengan paha depan, paha belakang juga merupakan otot gerak sehingga dikenal memiliki lemak yang sedikit (lean meat) dan memiliki tekstur yang alot. Karenanya metode memasak yang cocok adalah dengan metode slowcook.

Beberapa metode memasak yang cocok adalah rendang, daging giling, daging cincang, stew, dan braising. Contoh hidangan yang dimasak dengan teknik stew dan brasing antara lain semur, rawon, gulai, dan sop.

Meski terkenal alot, round steak juga bisa dimasak menjadi daging yang empuk dengan teknik yang tepat.

3. Iga (Rib)

Kalau sebelumnya daging yang memiliki sedikit lemak, daging di bagian Iga ini memiliki marbling lemak yang cukup banyak. Karenanya bagian otot yang jarang bergerak ini dikenal memiliki tekstur daging yang lebih empuuk.

Karena lemaknya ini, bagian iga terkenal untuk dibuat iga bakar/rib roast. Namun sebenarnya untuk dibikin sop enak juga. Sementara bagian ribeye kerap dijadikan steak.

4. Has Luar (Sirloin)

Has luar dari sapi mencakup wilayah dari belakang bagian short loin hingga ke bagian paha, termasuk tulang pinggul. Bagian sirloin dikenal memiliki daging dengan tekstur yang tebal dan serat yang padat.

Lapisan lemak yang ada pada daging di area ini cenderung lembut dan akan mencair ketika dipanaskan. Karenanya daging ini dikenal karena kelembutan dan rasa yang juicy serta gurih pada sirloin ketika dimasak sebagai steak.

5. Has Dalam (Tenderloin)

Masih dari bagian loin, daging has dalam terletak di area short loin dan sirloin, namun berposisi lebih ke dalam. Karena bagian ini sedikit terlibat dalam aktivitas fisik sapi, serat ototnya tidak terlalu padat.

Tenderloin adalah salah satu potongan daging sapi yang paling lembut dan sangat ideal untuk diolah menjadi steak. Tenderloin steak dikenal sebagai salah satu jenis steak yang paling mahal dan sangat diminati.

Kelembutan teksturnya menjadi salah satu alasan utama mengapa tenderloin memiliki harga yang tinggi, ditambah lagi, potongan daging tenderloin tidak banyak jika dibandingkan keseluruhan daging sapi.

6. Sandung Lamur (Brisket)

Bagian sandung lamur terletak di area dada di dekat paha depan sapi. Daging ini memiliki sedikit serat dan teksturnya cenderung keras, dilengkapi dengan banyak lemak keras yang tidak mencair saat proses memasak.

Karena karakteristik ini, sandung lamur sangat sesuai untuk digunakan dalam hidangan berkuah seperti soto, sop, dan asem-asem.

Sementara lapisan lemak kerasnya juga sering digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan bakso, sosis, atau kornet.

7.  Sancan Belakang (Flank)

Beralih ke bagian perut, bagian sancan belakang barada di bawah short loin dan sirloin. Serat daging dari bagian perut sapi ini lebih padat dan memiliki lemak yang lebih sedikit.

Cara memasak yang cocok untuk bagian daging ini adalah dengan metode slow cooking seperti semur yang membuat jaringan ikat antar ototnya memecah. Hasilnya, daging akan terasa lebih lunak dan lembut.

Potongan dagingnya yang besar cocok untuk membuat semur. Penggemar steak juga bisa menikmati potongan daging ini sebagai skirt steak (untuk potongan melintang) dan flank steak (untuk potongan memanjang).

8. Sancan Depan (Plate)

Berbeda dengan sancan belakang yang tidak memiliki banyak lemak, sancan depan mengandung cukup banyak lemak. Karenanya, bagian ini kerap digunakan untuk daging giling, semur, dan steak.

Beef plate steak terkenal memiliki cita rasa yang gurih, cocok untuk makan bersama keluarga.

9. Sengkel (Shank)

Sengkel atau bagian kaki merupakan bagian daging yang terkenal alot. Wajar saja karena daging ini berupa otot yang digunakan oleh sapi untuk menopang tubuhnya sekaligus berjalan.

Karena kealotannya, bagian ini paling cocok digiling untuk dijadikan bakso. Alternatif lain, bisa juga dicincang atau dimasak secara slow cooking.

Bagian ini tidak untuk dimasak steak karena terlalu alot.

10. Tanjung (Rump)

Bagian tanjung adalah potongan daging sapi dari bagian belakang sapi. Daging ini dikenal dengan karakteristiknya yang empuk dan tidak berlemak, sehingga cocok untuk berbagai metode memasak.

Bagian tanjung dikenal memiliki ciri khas struktur ototnya yang halus dan jaringan ikat yang minimal, yang membuatnya empuk dan cocok untuk metode memasak cepat.

Menariknya lagi, sudah empuk daging ini juga memiliki kandungan lemak yang rendah, berbeda dengan potongan daging empuk yang umumnya memiliki kandungan lemak yang tinggi seperti rib eye.

Sifat lean dari potongan daging tanjung ini berarti tidak cocok untuk metode memasak lambat seperti merebus, karena tidak memiliki jaringan ikat yang dapat menyerap kelembapan.

Daging ini cocok untuk dimasak steak dan bahkan dapat dimakan mentah karena strukturnya yang empuk.

11. Gandik (Silverside)

Gandik merupakan bagian daging yang menempel pada paha belakang. Bagian daging ini dikenal memiliki karakteristik yang kenyal dan alot serta minim lemak.

Karena karaktersitik tersebut, daging ini kerap dimasak secara slow cook atau diolah untuk dijadikan bakso dan abon.

Akhir Kata

Itu dia beberapa nama bagian dari potongan daging sapi dan bagaimana cara memasaknya.

Salah satu teknik memasak daging sapi adalah dengan melakukan marinasi dengan pengempuk daging. Kalau sudah dimarinasi dengan tepat, daging pun bisa empuk dan tidak alot.

Selain bagian daging di atas, sebenarnya bisa lagi dibagi menjadi bagian lain, misalnya lamusir, buntut, dan masih banyak lagi.

Setiap bagian daging sapi dan kegunaannya memiliki karakteristik yang unik serta metode pengolahan yang berbeda-beda, yang memungkinkan para chef dan pencinta kuliner untuk berkreasi dengan berbagai resep.

Dengan mengenal lebih dalam berbagai potongan daging sapi, Sobat Hipwee dapat lebih optimal dalam memanfaatkan setiap bagian untuk menciptakan hidangan yang tidak hanya lezat tapi juga bernilai gizi tinggi.

Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lewatkan berbagai artikel terbaru dari Hipwee!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Loading...