Belakangan, aktris dan juga penyanyi Choi Jin Ri atau yang dikenal dengan nama Sulli mendadak jadi perbincangan panas para warganet. Hal tersebut menyusul setelah adanya berita kematiannya akibat bunuh diri yang dilakukan oleh Sulli. Mirisnya, di tengah berita duka tersebut masih ada aja orang-orang yang tega membuat hal itu seolah-olah merupakan hal wajar. Bahkan, beberapa di antaranya tega menjadikannya bahan bercandaan.

Memang, tak semua orang mengenalnya sebagai figur publik yang terkenal. Namun hal tersebut seharusnya bukan menjadikannya sebuah pengecualian. Sikap orang-orang terhadap kasus bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini rupanya membuat kita semua mengelus dada. Lantas seperti apa sih langkah yang tepat? Simak yuk!

1. Jika memang tidak berminat untuk bersimpati, alangkah baiknya tetap diam

Daripada berbicara ngawur, diam akan lebih baik via www.bustle.com

Advertisement

Media sosial memang merupakan tempat yang bebas untuk mengekspresikan apa saja. Namun bukan berarti kita dapat berbuat seenaknya. Bagi sebagian orang, kasus kematian figur publik seperti Sulli ini merupakan pukulan hebat tersendiri. Jika kamu tak berminat untuk memberikan simpati, atau bahkan mengetahui sosoknya saja tidak, nggak ada salahnya kok.

Meski begitu, bukan hak kita juga untuk memberikan penghakiman atas kasus tersebut. Daripada memberikan komentar yang hanya akan memperkeruh suasana karena menyangkut perasaan banyak orang, alangkah baiknya untuk tetap diam. Dengan begitu, kamu akan membantu menjernihkan suasana kalut yang tengah dirasakan oleh orang lain.

2. Stop menghujat kasusnya, kita nggak tahu apa yang udah orang tersebut lewati selama ini

Tahan dulu omongan, tahan dulu jarimu — ingat seseorang bisa tersakiti karenanya via www.forbes.com

Kasus kematian Sulli sebagai figur publik akibat bunuh diri ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya juga pernah terjadi kasus-kasus serupa yang menimpa tokoh-tokoh atau artis terkenal. Di sisi lain, mengomentari sebuah kasus kematian tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain seperti udah menjadi kebiasaan warganet. Mungkin kita semua pernah menjadi salah satunya.

Advertisement

Padahal, kita semua nggak tahu secara persis apa aja yang telah dilewati orang-orang tersebut selama ini. Bisa jadi mereka memiliki beban berat yang terus-menerus dirasakan, tapi tak pernah mereka ekspos atau ceritakan kepada publik. Cukup doakan mereka saja daripada menghujatnya dengan berbagai olokan.

3. Jangan pernah menyebarkan foto-foto kematiannya

Hati-hati dalam membagikan sesuatu di media sosial via www.postbeyond.com

Salah satu adab yang seringkali kita lupakan ketika menyikapi sebuah kasus kematian akibat bunuh diri adalah tentang foto-foto korban. Sering banget lo masih dijumpai orang-orang yang menyebarkan foto yang menunjukkan kondisi terakhir ketika seorang figur publik meninggal karena bunuh diri.

Bahkan, tak jarang hal tersebut juga dilakukan oleh orang-orang yang cukup mempunyai pengaruh di media sosial. Percaya deh, dengan turut serta menyebarkan foto korban saat waktu-waktu terakhirnya, kita telah berpartisipasi setidaknya satu langkah untuk memperburuk keadaan.

4. Sadari bahwa rasa ingin mengakhiri hidup bisa menimpa siapa saja, sebarkan awareness kepada lingkungan sekitar!

Peduli kepada sesama via blog.smilingmind.com.au

Depresi, rasa kesepian, dan kesedihan yang berujung kepada keinginan untuk mengakhiri hidup dapat menimpa siapa saja. Bahkan mereka yang “nampak” memiliki segalanya. Sudah cukup berita kematian para figur publik yang meninggal akibat bunuh diri menjadi peringatan bagi kita semua.

Hal tersebut dapat kita cegah dengan turut serta menumbuhkan rasa empati dan peduli kepada lingkungan sekitar. Satu hal yang perlu kita ingat, seseorang yang memutuskan untuk bunuh diri, bukan berarti mereka benar-benar ingin mengakhiri hidupnya. Seringkali mereka hanya ingin terlepas dari rasa sakit yang selama ini dideritanya. Menghakimi mereka bukanlah sebuah jawaban.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya