Beberapa hari terakhir, masyarakat dikejutkan dengan pernyataan dari BMKG yang menyebutkan tentang potensi gempa dan tsunami yang akan melanda Pantai Selatan Jawa. Terdampak yang disebutkan dari potensi bencana alam tersebut yaitu pantai Cilacap, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Sampai saat ini, belum ada teknologi yang bisa memprediksi keakuratan terjadinya gempa dan tsunami. Meski begitu, ada baiknya kamu mempersiapkan diri sedini mungkin untuk tetap waspada sekaligus menyiapkan beberapa bentuk pengamanan. Salah satunya mengenai keamanan dokumen dan surat-surat berharga.

Selain memandu menyiapkan Tas Siaga Bencana, Hipwee Tips juga bakal membagikan tahapan untuk menata dokumen penting untuk diamankan sebagai persiapan dini menghadapi bencana. Apa saja ya?

1. Pindai semua dokumen dan identitas penting ke dalam bentuk digital

pindai ke dalam bentuk digital via bebaspedia.com

Advertisement

Memindai (scan) dokumen dan merapikannya ke dalam folder-folder yang rapi menjadi opsi yang sangat praktis. Selain keaslian dokumen yang terjamin, kamu juga tidak memerlukan space lebih untuk memastikan dokumen-dokumen penting milikmu tetap aman.

2. Fotokopi semua dokumen dan identitas penting serta hindari laminasi

fotokopi dokumen via shafwanajah.blogspot.com

Setelah memindai dokumen dan identitas ke dalam bentuk digital, hal yang harus kamu lakukan berikutnya adalah memperbanyak dokumen tersebut ke dalam beberapa lembar supaya kamu memiliki salinan berkas yang cukup di kemudian hari. Tidak disarankan untuk melaminasi dokumen, karena laminasi dapat merusak dokumen penting milikmu.

Apabila suatu hari kamu membutuhkan dokumen asli, lalu kamu harus membuka laminasinya, tentu saja dokumenmu akan rusak. Karena dokumen telah menempel erat dengan plastik laminasi tersebut.

3. Sortir dokumen dan identitas menjadi beberapa kategori

sortir menjadi kategori khusus via www.dekoruma.com

Advertisement

Memisahkan dokumen dan identitas ke dalam beberapa kategori akan memudahkan kamu untuk proses penyimpanannya.

Misal, dalam 1 map berisi dokumen Ijazah Pendidikan, KTP, Paspor, dan Akta Kelahiran. Lalu di map ke-2 berisi Sertifikat Rumah dan Tanah, hingga begitu seterusnya. Selain lebih rapi, kamu tidak perlu membongkar semua map hanya untuk mencari satu dokumen yang kamu perlukan di kemudian hari.

4. Setelah semua dokumen tersusun berdasarkan beberapa kategori, masukkan ke dalam map plastik supaya lebih aman dan bertahan lama

masukkan ke map plastik via profile.wimiu.com

Map plastik dipilih karena daya penyimpanannya yang lebih aman dan anti air. Kamu bisa memilih warna yang berbeda-beda untuk mempermudah penggolongan kategori dokumenmu. Jangan lupa untuk selalu menutup mapnya dengan rapat ya, supaya terhindar dari debu dan binatang-binatang kecil seperti rayap.

5. Masukkan ke dalam brankas. Usahakan pilih brankas yang tahan terhadap api dan benturan

simpan dalam brankas via www.tokopedia.com

Jika kamu memiliki dana lebih, sangat disarankan untuk menyimpan dokumen-dokumen milikmu ke dalam brankas supaya keamanannya semakin berlipat ganda. Selain untuk menyimpan dokumen, brankas sangat berguna untuk menyimpan barang-barang berharga milikmu juga.

6. Safe Deposit Box juga bisa menjadi pilihan untukmu yang tidak mau repot

menyimpan di save deposit box bank tertentu via www.moneysmart.id

Safe Deposit Box adalah kotak penyimpanan harta yang disediakan (biasanya) oleh bank. Untuk menggunakan fasilitas ini, kamu harus membayar uang sewa yang besarannya tergantung oleh pihak bank yang dituju. Nantinya, kamu akan diberikan kunci kombinasi khusus untuk menjamin keamanan dokumen dan barang milikmu.

Buatmu yang tinggal di wilayah rawan bencana, wajib banget untuk mempersiapkan segala sesuatunya supaya tetap siaga. Karena saat terjadi bencana, keselamatan dokumen-dokumen berharga kerap luput dari perhatian. Maka dari itu, semoga di mana pun kamu berada, semua akan baik-baik saja, ya!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya