Siapa sih yang nggak ingin terlihat menarik, luar dan dalam? Selain memiliki kepribadian yang asyik, penampilan fisik yang menunjang tentu menjadi gol banyak orang. Nggak tanggung-tanggung, jika dulu area yang yang ingin dibuat cerah dan bahkan lebih putih terbatas hanya pada area wajah dan tubuh yang biasa terekspos, kini area genital seperti selangkangan, penis dan vagina pun bisa ‘dipercantik’. Wah!

Kedengaran aneh? Memang kurang lazim, tapi faktanya tren memutihkan area intim tubuh kini sedang sangat hits lho di Thailand! Yup, bukan cuma kulit wajah, Guys, yang kini ingin dibikin putih. Bahkan area privat seperti organ intim pun tak mau ketinggalan disulap kece dan menarik. Penasaran seperti apa prosedurnya dan apa saja faedah dan risikonya? Simak ulasannya kali ini ya!

1. Percaya nggak percaya, tren memutihkan organ intim khususnya area penis sedang super hits lho di Thailand. Dikerjakan di sejumlah klinik kenamaan, tren ini terbukti dibanjiri peminat

Ugh, rasanya gimana tuh ya? via www.americatv.com.pe

Advertisement

Sebuah klinik di Bangkok, Thailand yang terkenal dengan perawatan pemutih kulit menggegerkan para pengamat kecantikan karena tawaran mereka yang cukup menggiurkan bagi sejumlah kalangan. Dilansir dari bbc.com, Lelux Hospital yang terkenal di bidang perawatan pemutihan kulit mengaku mulai menawarkan perawatan terbaru yang kurang biasa, yaitu memutihkan penis sejak 6 bulan yang lalu. Tak disangka, perawatan ini begitu diminati, terbukti dari sekitar 100 pelanggan yang selalu datang tiap bulan untuk mendapatkan perawatan ini.

2. Terdengar agak janggal, perawatan pemutih penis ini dilakukan dengan prosedur laser yang dilakukan oleh para ahli. Awalnya sih katanya hanya untuk memutihkan area selangkangan saja

Demi kece, rela nggak begini? via www.mensxp.com

Prosedur pemutihan dilakukan dengan teknik laser yang bertujuan untuk menghancurkan sel yang memproduksi melanin. Meski katanya nggak sakit, tapi tetap saja prosedur yang dilakukan selama kurang lebih 10-15 menit per sesi ini menimbulkan rasa yang tak nyaman. Yah, namanya mau kece instan ya pasti kadang ada yang harus dikorbankan.

3. Untuk mencapai hasil yang maksimal, proses perawatan dilakukan selama beberapa kali. Jumlah dan intensitasnya tentu akan ditentukan oleh dokter yang menangani

Teknik laser bleaching yang dilakukan katanya sih minim risiko atau menimbulkan bekas luka. Semua prosedur dipastikan dilakukan oleh tim ahli yang kompeten di bidangnya. Nah, setelah mendapatkan perawatan, para pasien juga akan diberikan krim pemutih khusus yang harus digunakan sesuai instruksi para ahli. Pasalnya, area genital ‘kan sangat sensitif, jadi jelas nggak bisa diperlakukan sembarangan.

4. Peminat perawatan pemutih penis ini dilaporkan memiliki rentang usia 22-25 tahun dan didominasi oleh anggota komunitas LGBTQ di Thailand

Peminatnya rata-rata berusia produktif semua via asean.travel

Advertisement

Prosedur laser pemutih yang dilakukan para pria di Thailand ini diiklankan secara cukup masif di media seperti TV. Jadi nggak heran sih kalau mendapat perhatian yang cukup besar.

5. Nggak cuma memutihkan penis, perawatan lain yang ditawarkan dari klinik yang sama juga ada untuk para kaum hawa lho. Seperti memutihkan area anus dan ‘3D Vagina’

Lebih ekstrim dari spa vagina via mommiesdaily.com

Ada-ada aja emang usaha orang untuk mempercantik diri. Nggak cuma memutihkan penis, ada juga lho perawatan laser khusus untuk memutihkan area privat seperti selangkangan dan area anus. Bahkan Lelux Hospital juga menawarkan perawatan  yang cukup kontroversial bernama ‘3D Vagina’ yang dapat memberikan kesan lebih ‘penuh’ pada area vital wanita dengan memanfaatkan lemak tubuh si pasien sendiri. Entah bagaimana rasanya ya, Guys…

6. Proses pemutihan penis dipatok dengan harga lumayan, yaitu sekitar 650 dolar untuk 5 sesi. Hmm, ada yang tertarik nggak nih?

Yang penting, sip! Yang lain mah urusan belakang… via techdeezer.com

Meski dipatok dengan harga lumayan, animo masyarakat sepertinya nggak surut mengingat kebutuhan untuk mulus dan putih di Asia, khususnya Asia Tenggara cukup tinggi. Ditambah lagi dengan beragam iklan persuasif yang selalu memberi kesan bahwa cantik itu putih. Padahal nih, warna kulit masing-masing orang ‘kan unik dan berbeda-beda. Nggak melulu putih kok untuk cantik!

Melihat tren pemutih area genital yang mulai mewabah di Thailand, dilansir dari BBC, pihak Kementrian Kesehatan Masyarakat bahkan sampai angkat suara lho. Dikatakan bahwa apa yang dilakukan banyak orang di klinik tersebut sebetulnya belum terlalu dibutuhkan, apalagi mengingat risiko efek samping yang bisa saja dialami, seperti bekas luka, rasa sakit, sampai inflamasi. Yah, berusaha untuk cantik sih sebenarnya sah-sah saja sih, selama nggak merugikan orang lain dan diri sendiri. Jangan sampai demi memenuhi standar kecantikan, kamu harus jadi korban. Menurut kamu gimana?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya