Setiap orang pasti ingin menemukan pasangan yang paling tepat untuk dirinya. Seseorang yang bisa menerima kekurangan, memahami sifat-sifat menjengkelkan, juga dia yang selalu bisa diandalkan dalam berbagai situasi. Sayangnya untuk menemukan pasangan yang tepat dan menggenapkan seringkali dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Ketika ‘pun sekarang kamu sudah bersama dengan seseorang mungkin kamu masih bertanya-bertanya dalam hati apakah orang yang sedang bersama kamu saat ini adalah orang yang tepat? Kalau begitu, kenapa tidak menjajal perjalanan saja berdua?

Advertisement

“I have found out that there ain’t no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them.”

Mark Twain, Tom Sawyer Abroad

Mungkin dalam hati kamu bertanya-tanya apa korelasi antara traveling dan menemukan pasangan hidup. Untuk membantu kamu menemukan hubungan keduanya, berikut ini Hipwee memberi beberapa alasan kenapa traveling adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk melihat apakah pasanganmu saat ini adalah orang cocok atau tidak.

Traveling Bersama Berarti Menyatukan Dua Isi Kepala. Saat Kalian Bisa Berdamai dan Menemukan Jalan Tengah, Masa Depan Tidak Lagi Menakutkan untuk Dihadapi Berdua

diskusi bersama pacarmu

diskusi bersama pacarmu via www.oncallinternational.com

Advertisement

Mungkin selama ini kalian adalah pasangan yang santai-santai saja alias tidak terlalu sering meributkan hal-hal kecil. Kamu akan dengan mudah mengalah ketika ia lebih dominan menentukan tempat mana yang akan dikunjungi saat malam minggu tiba. Di sisi lain dia juga adalah perempuan mandiri yang tidak selalu meminta kamu menemaninya saat ingin pergi. Kehidupan hubungan kalian bisa dikatakan aman dan tenteram. Namun jika kalian mulai merencanakan sebuah perjalanan sifat pengalahnya dan pengertiannya mulai diuji.

Bagi pria berwisata menantang adrenalin adalah kegiatan seru yang dianggap bisa merekatkan rasa cinta kalian. Sementara di sisi lain, si perempuan justru merasa makan malam romantis menjadi sebuah kegiatan yang sayang untuk dilewatkan. Kamu dan dia mulai berdebat menentukan mana yang lebih enak dilakukan ketika kalian berdua pergi nanti.

Di persimpangan yang berbeda ini, kamu dan pacar harus bisa menemukan titik tengah agar perjalanan tetap nyaman dijalani. Perjalanan bisa mengajarkanmu bagimana menekan ego diri agar tujuan bersama yang sudah dirancang sejak awal bisa tercapai di kemudian hari.

Traveling Menunjukkan Sikap Aslinya dalam Membuat Keputusan. Kamu Bisa Menilai Apakah Kebersamaan Bisa Menggenapkan atau Justru Menghancurkan

Memahami sifat pasangan melalui perjalanan

Memahami sifat pasangan melalui perjalanan via www.emlii.com

Setiap orang dianugerahi dengan sifat yang berbeda-beda. Ada orang yang cenderung menguasai dan ada orang yang cenderung lebih suka dikuasai. Kedua sifat ini sebenarnya ada untuk saling melengkapi. Bisa kamu bayangkan jika semua orang adalah tipe pembuat keputusan? Atau malah justru sebaliknya semua orang adalah pengikut saja alias menunggu orang lain membuat keputusan? Tentu tidak akan baik.

Dalam kehidupan percintaan pun sifat-sifat ini secara natural pasti akan muncul. Sayangnya masa pacaran adalah masa kamu “mempromosikan” diri sehingga sifat asli bisa saja terlambat terlihat. Maka dari itu untuk melihat siapa dia sebenarnya ajaklah traveling. Ketika melakukan perjalanan seseorang akan cenderung memperlihatkan siapa dia sebenarnya. Apakah dia tipe pembuat keputusan atau justru pelaksana keputusan. Jika sudah terlihat coba tanya dirimu, siapkah dengan sifatnya tersebut? Jika ya segera lanjutkan. Tapi jika tidak coba diskusikan mampukah kalian saling bertoleransi satu dengan yang lainnya?

Kencan Standar di Malam Minggu Mungkin Membuat Dia Selalu Tampil Sempurna. Dalam Perjalanan, Barulah Terbuka Seluruh Tabir Aslinya

Cuma dari traveling kamu bisa mengetahui sifat yang sesungguhnya

Cuma dari traveling kamu bisa mengetahui sifat yang sesungguhnya via dwimooo.blogspot.com

Jika selama ini kencan kalian hanya terbatas pada kafe, restauran, atau mall maka akan sedikit sulit melihat sifat asli orang yang berada di sampingmu tersebut. Tempat-tempat tersebut adalah tempat nyaman yang membuat sifat asli seseorang susah keluar. Hal berbeda akan terjadi jika kamu mengajaknya berpetualang di alam. Terkadang berpetualang di alam akan mempertemukan kamu dan pasangan dengan kesulitan-kesulitan yang tidak kamu temui di tempat-tempat di atas.

Nah kesulitan-kesulitan itulah yang akan membuat kamu bisa melihat siapakah dia sebenarnya. Mungkin ketika kamu sedang merasa kelelahan dia akan dengan cueknya membiarkan kamu menenteng tas sendirian. Bisa juga ketika kamu merasa bingung mencari lokasi tempat wisata ia malah mengomel karena kepanasan di atas motor.

Dalam perjalanan, segala tabir yang selama ini ia sembunyikan bisa menyeruak ke permukaan. Bersiaplah kaget saat mengetahui betapa manjanya dia, betapa sulitnya dia mengontrol temperamen emosi yang tak stabil. Atau, kamu juga bisa terkagum-kagum melihatnya kemampuan luwesnya menyesuaikan diri di tempat baru dalam waktu singkat. Hanya perjalanan yang bisa memberimu kesempatan langka menilai pasangan macam ini.

Kamu Juga Bisa Menilai Caranya Memperlakukan Orang Lain. Baikkah? Cukup Hormatkah?

Lewat perjalanan kamu juga bisa menilai bagaimana dia memperlakukan orang lain

Lewat perjalanan kamu juga bisa menilai bagaimana dia memperlakukan orang lain via travel.detik.com

Pernah lihat kelakuan traveler yang menyebalkan? Ya hal tersebut memang lumrah ditemui ketika kamu sedang melakukan perjalanan. Ada orang yang dengan semena-mena menyerobot antrian check in di pesawat. Selain itu kamu mungkin juga terbiasa menemui orang yang dengan santainya menaruh tas di kursi ruang tunggu kereta sementara ada orang lain yang tidak bisa duduk. Jika kamu mengajak pasangan mu traveling jangan kaget kalau dia bisa saja menunjukkan tindakan-tindakan tersebut.

Bukan hanya kemungkinan terkejut dengan sifat-sifatnya yang bisa jadi enggak banget menurut kita, kamu bisa juga dikejutkan dengan caranya memperlakukan orang lain yang bisa membuat mu meleleh. Misalnya saja dia dengan gagah beraninya menegur orang lain yang mengantri antrian masuk pesawat atau sifat keibuannya yang menenangkan bayi menangis di dalam kereta saat sang ibu kerepotan membuat susu.

Kenapa menilai caranya memperlakukan orang lain jadi penting? Karena nanti, hubungan kalian bukan cuma perkara 2 kepala saja. Ada teman-teman dan keluarga yang juga harus dipertimbangkan perasaannya.

Atmosfer Traveling yang Penuh Kejutan akan Menunjukkan Caranya Beradaptasi dengan Hal-Hal Baru

Lihatlah bagaimana ia menghadapi masalah saat traveling

Lihatlah bagaimana ia menghadapi masalah saat traveling via toyapakeh.blogspot.com

Mendatangi tempat baru, bertemu dengan orang-orang asing, atau mungkin anomali cuaca adalah kejutan-kejutan yang akan kamu jumpai selama traveling berlangsung. Kamu dan pasanganmu bisa saja bertemu dengan penduduk lokal yang menyebalkan. Dicurangi oleh supir taksi, atau malah menghadapi pembatalan keberangkatan karena cuaca yang tiba-tiba memburuk.

Untuk bisa tetap survive di kondisi-kondisi sulit seperti itu kemampuan beradaptasi adalah modal penting. Lewat berbagai “cobaan” tersebut kamu bisa melihat bagaimana dia beradaptasi dengan sesuatu yang menguji kesabaran. Cara ini juga bisa kamu jadikan paramater untuk mengukur apakah ia adalah kandidat pasangan yang memiliki kapabilitas untuk kamu ajak mengarungi kehidupan pernikahan yang pastinya juga penuh kejutan.

Meski Terdengar Sensitif Tapi Traveling akan Memberi Sinyal Apakah Ia adalah Orang yang Semisi denganmu dalam Urusan Mengatur Uang

Kamu bisa tahu apakah isa sevisi denganmu soal mengatur uang

Kamu bisa tahu apakah isa sevisi denganmu soal mengatur uang via mochamadaldis.wordpress.com

Terlalu prematur sepertinya jika membicarakan soal uang padahal status kalian masih pacaran. Tapi bagi orang yang berniat serius dengan hubungan percintaan, membicarakan perkara finansial tentu bukan jadi masalah besar. Traveling bukanlah kegiatan gratis sehingga dalam pelaksanannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu ketika kamu melibatkan ia dalam rencana perjalananmu hal tersebut juga menjadi kesempatanmu untuk menelisik seperti apa sifatnya dalam mengatur uang.

Dari proses perjalanan, kamu bisa mengerti perangainya dalam membelanjakan uang. Boroskah, atau justru hemat? Mau tahu bocoran dari Hipwee? Lihatlah caranya mengalokasikan uang untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Jika dia bisa mengatur prioritas dengan tepat, kemungkinan besar pengaturan keuangan keluargamu kelak ada di tangan dia yang bisa berhemat.

Berbagai Kejutan yang Kalian Hadapi Bisa Jadi Parameter untuk Menentukan Ambang Batas Toleransi

Ambang batas toleransi kalian pun akan diuji

Ambang batas toleransi kalian pun akan diuji via dedyompu.wordpress.com

Tidak hanya mengetes pasanganmu saja, ketika traveling pun kamu juga dites sejauh apa kesiapannya dalam menghadapi sifat pacar yang bisa jadi super ajaib.

Kamu mungkin akan dibuat gregetan ketika ia menggantungkan semua urusan perjalanan di tanganmu. Atau bisa jadi kamu harus sedikit “menebalkan” kuping dengan ocehannya saat dia mengomel jika harus berjalan jauh. Lewat perjalanan inilah sebenarnya kamu juga diuji daya tahannya menghadapi pola tingkah lakunya ketika kamu mau tidak mau harus bersamanya selama 24 jam.

Melalui perjalanan, kalian akan mengetahui sejauh mana kamu dan pacar bisa berkompromi. Apakah perbedaan-perbedaan tersebut masih bisa disatukan, atau justru harus disingkirkan karena bisa menghancurkan?

Dari Perjalanan, Kalian Bisa Menemukan Berbagai Kejutan yang Jadi Penghangat Hubungan

Kamu akan tersenyum melihat "rahasia" tentangnya

Kamu akan tersenyum melihat “rahasia” tentangnya via www.huffingtonpost.com

Sebelumnya kamu bisa jadi mengenalnya sebagai pria tangguh yang akan mengambil semua tanggung jawab ketika kamu mulai mengeluh terhadap tanggung jawab yang dibebankan kepadamu. Tapi ketika kalian traveling bersama kamu bisa jadi dibuat tertawa ketika dia dengan sifat kekanakannya berlari saat melihat kecoa.

Atau bisa saja kamu mengetahui perempuanmu sebagai perempuan yang strict terhadap pola makannya. Tapi ketika kalian harus bersama selama 24 jam dengan sifat manjanya dia memintamu menemani makan mie instan di warung dekat penginapan kalian. Pada akhirnya sifat-sifat alami inilah yang membuat hubungan kalian semakin berwarna dengan cerita-cerita baru tentangnya.

Lewat Traveling Kamu Sadar bahwa Pasanganmu Memang Tidak Sempurna. Kamu Bisa Menerima Segala Kurangnya — karena Cinta

Kamu tidak hanya tahu tapi juga menerimanya sbg pake lengkap

Kamu tidak hanya tahu tapi juga menerimanya sbg pake lengkap via galleryhip.com

Akhirnya setelah perjalanan tersebut kamu menyadari bahwa kamu juga tidak bisa menuntut pasanganmu sebagai pribadi yang sempurna. Kamu tidak bisa hanya menerima pribadi dia yang baik saja tapi juga sifat lainnya yang kurang baik. Maka pada tahap selanjutnya secara pelan-pelan kamu mulai menerima sifatnya tersebut sebagai “bonus” yang tidak mungkin kamu tolak. Kamu menyayanginya sebagaimana adanya dia dan begitu juga sebaliknya.

Dia memang tidak sempurna sebagai manusia. Kamu pun tak kalah banyak kurangnya. Tapi, kalian saling cinta. Segala penyesuaian bisa diusahakan setelahnya.

Traveling Bersama Membuka Mata: Pacaran Itu Bukan tentang Senang-Senang Saja. Butuh Kerjasama dan Mau Susah Bersama untuk Mencapai Tujuan Akhir yang Diharapkan Berdua

Lewat traveling, kamu belajar makna kerja sama dalam hubungan yang sebenarnya

Lewat traveling, kamu belajar makna kerja sama dalam hubungan yang sebenarnya via lukihermanto.com

Poin yang terakhir ini mungkin terdengar naif dan terlalu mainstream. Tapi sayangnya kenaifan dan kemainstream-an ini 100% benar adanya. Kalau kamu membandingkan bahwa traveling bersama pacar adalah perjalanan yang pasti penuh kesenangan tanpa satu pun masalah, kamu mungkin belum menyadari esensi traveling itu sendiri seperti apa.

Traveling berarti keluar dari zona nyaman kalian selama ini. Lewat aktivitas ini kalian ditantang untuk bekerja sama secara baik, meredam ego, dan mulai memberi pemakluman-pemakluman terhadap sifatnya yang baru terlihat. Lewat perjalanan kalian menyadari, pacaran itu bukan cuma tentang kencan dan bertukar kata-kata manis. Jika ingin sampai ke garis akhir, banyak penyesuaian yang harus dilalui.

Proses menyesuaikan diri tak pernah mudah. Tapi saat kelak kamu bangun dan menemukan wajahnya yang plos tertidur di sebelah, rasanya pengorbanan terbayar dengan kasih yang melimpah ruah.

Setelah mengetahui beragam alasan di atas, jadi makin semangat atau justru makin ragu nih untuk mengajak pasanganmu jalan-jalan?

Kredit Feature Imagejohanesjonaz.wordpress.com

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya