Bali memang jadi salah satu destinasi paling populer di dunia. Di pulau dewata ini, jutaan wisatawan berlibur tiap tahunnya. Traveler yang datang pun beraneka macam, ada yang kaya maupun yang backpackeran dengan budget minim. Mau yang tajir atau backpacker nggak masalah, asal bisa balik lagi ke negaranya tanpa kekurangan biaya.

Nah, beberapa tahun terakhir tren traveler yang nggak punya duit atau kehabisan ongkos ini makin marak saja. Di Thailand, Singapura dan negara ASEAN lainnya, turis-turis begini sangat banyak. Turis-turis ini sering disebut sebagai ‘begpacker’. Mereka mengaku kehabisan ongkos dan meminta-minta di negara tujuan. Ada juga yang jualan di pinggir jalan.

Advertisement

Di Bali, kejadian begini sering terjadi. Terbaru, seorang netizen merekam video turis asing yang mengais makanan di tempat sampah. Waduh, kok ngenes banget ya? Mau tahu kisah lengkapnya seperti apa, yuk simak ulasan Hipwee Travel berikut ini!

Video turis asing mengais sampah ini viral di Facebook. Tampak seorang pria mencoba mencari makanan yang tersisa dari tempat sampah. Lokasinya di Sanur, Bali

NB : sebelum ngetik komen klik link dibawah untuk tau alasan kenapa bule tsb mengais…

Posted by Dwikayanthi Pudja on Friday, 19 October 2018

Advertisement

Video seorang bule mengais sampah viral di media sosial. Bule tersebut seperti mencari makanan yang tersisa di tempat sampah. Sembari membawa koper dan ransel, ia melakukan aksinya di sekitar Pantai Sanur, Denpasar, Bali. Pemandangan seperti ini tentu membuat kita miris. Sebegitu nggak punya duit ya turis ini sampai mengorek sampah demi sesuap nasi?

Diketahui pria ini bernama Toto, ia mengaku dari Bulgaria. Warga seringkali melihat Toto mencari makanan dari tempat sampah satu ke tempat sampah lain. Jika menemukan makanan, ia langsung memasukkan ke dalam mulutnya. Toto adalah traveler yang berprinsip no money, jadi ia akan berusaha berhemat dengan makan dari sisa-sisa makanan di tempat sampah.

Bermimpi bisa keliling dunia, Toto sudah terbiasa dan cekatan mencari makanan dari tong sampah. Ia ingin berhemat dengan mencari makanan sisa

bule mengais sampah via www.piah.com

“Saya senang traveling, jadi untuk membeli tiket, kamu harus menghemat di uang makan dan tempat tinggal,” kata Toto seperti dikutip dari Detik.

Warga sekitar sering melihat Toto mencari ‘sampah’ pada pagi dan sore hari. Ia makan dari makanan sisa karena ingin berhemat. Ia sungguh cekatan dalam membongkar sampah dan memilih makanan. Toto biasanya memilih tempat sampah milik warung makan. Tak sungkan ia juga membaui makanan yang ia temukan. Meskipun ia makan dari tempat sampah, ia berkata memang hobi traveling. Mimpinya adalah keliling dunia dan sudah 7 negara yang ia singgahi dalam setahun terakhir. Sampai sekarang pun ia belum tahu kapan akan meninggalkan Bali.

Kalau hobi traveling ya seharusnya kerja dan kumpulin uang dulu ya Mas. Jangan modal nekat begini juga.

Kebijakan bebas visa memang jadi polemik tersendiri. Di satu sisi bermanfaat untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Indonesia. Di sisi lain, orang yang masuk ke Indonesia sulit untuk difilter

begpacker via www.hipwee.com

Sebagai negara dengan kekuatan paspor yang cukup lemah, Indonesia nggak bisa dengan bebas masuk ke negara lain tanpa visa. Mengurus visa bukanlah pekerjaan yang mudah. Syaratnya banyak, termasuk buku tabungan, surat keterangan bekerja serta dokumen pribadi lainnya. Pun bayarnya juga tidak murah lagi, sekitar 500ribu -1 jutaan rupiah. Tidak semua yang mengajukan visa (terutama ke EU atau US) bisa diterima dengan mudah aplikasinya. Banyak juga lho yang ditolak. Sulit memang liburan ke negara yang tidak bebas visa.

Namun di sisi lain, Indonesia mempunyai kebijakan bebas visa yang cukup memudahkan WNA untuk masuk ke Indonesia. Banyak sekali negara yang bisa masuk ke Indonesia secara mudah. Cukup bayar VOA aja di bandara, udah deh masuk Indonesia. Bahkan banyak juga negara yang bisa masuk dengan gratis. Gampang banget ‘kan?

Maka tak heran apabila banyak turis yang memang tidak punya uang dan untung-untungan datang ke Indonesia. Selain masuknya mudah, orang-orang Indonesia juga terkenal ramah sama bule. Bule seolah punya ‘kasta’ yang tinggi dan harus dihargai begitu tinggi. Padahal ya sebenarnya sama saja, bahkan banyak turis yang nggembel di negara kita. Minta-minta dan ngemis kehabisan ongkos.

Turis-turis seperti Toto ini jelas tidak berkontribusi positif untuk pariwisata Indonesia. Alih-alih membantu perputaran ekonomi di tempat wisata, ia justru memberikan citra buruk pariwisata Bali. Mengais-ais sampah jelas tidak merugikan siapapun, tapi kalau dia adalah turis yang tidak punya uang, sebaiknya dikembalikan ke negaranya. Bayangkan saja, orang Indonesia aja sekaya apapun harus tetap bikin visa kalau mau ke Eropa, eh masa turis yang tidak punya uang bisa tinggal di sini dengan mengais sampah. Semoga pihak berwenang (imigrasi) bisa segera menindak dan memulangkannya.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya