Akhir pekan kemarin, ada sebuah foto yang viral di media sosial tentang menu kelas bisnis Garuda Indonesia. Vlogger Rius Vernandes mengunggah sebuah menu makanan yang ditulis tangan di atas kertas putih. Sontak netizen pun heboh dan menganggap pelayanan Garuda Indonesia sudah turun nggak sebagus dulu lagi. Ya masa sih kelas bisnis seharga 20 jutaan rute Sydney-Denpasar nggak punya buku menu yang bagus.

Nggak cuma itu saja, penumpang lainnya juga komplain karena wine dan sampanye udah habis padahal baru terbang sebentar. Bagi orang Australia, hal itu lebih fatal dibandingkan dengan kertas menu tersebut. Hal tersebut diunggah Rius agar manajemen Garuda berbenah memperbaiki layanan mereka di pesawat. Bukan bermaksud menyalahkan pramugari waktu bertugas. Namun, siapa sangka, Garuda Indonesia justru menerbitkan peraturan aneh untuk menanggapi hal tersebut.

Menariknya respon Garuda justru seperti perusahaan anti kritik. Alih-alih memperbaiki layanannya, eh justru Garuda Indonesia mengeluarkan pengumuman seperti ini

edaran mengenai larangan dokumentasi di pesawat via twitter.com

Advertisement

Garuda Indonesia mengeluarkan pengumuman yang cukup kontroversial. Maskapai plat merah ini mengeluarkan larangan kepada awak kabin dan penumpang untuk mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto dan video. Awak kabin harus menyampaikan larangan kepada penumpang dengan bahasa yang assertive. Jika dilanggar, maka perusahaan akan memberi sanksi. Larangan ini dikeluarkan pada 14 Juli 2019 dan ditandatangi oleh Pjs SM FA Standarization & Development Garuda Indonesia, Evi Oktaviana.

Mari kita kaji dampak peraturan kontroversial ini. Salah satu yang pasti berimbas adalah penumpang bakal berpindah ke maskapai lain

garuda indonesia via www.garuda-indonesia.com

Di media sosial Twitter, banyak pihak yang begitu kecewa dengan peraturan Garuda Indonesia tentang larangan foto di dalam pesawat. Menurut mereka, Garuda tidak konsisten untuk meningkatkan pelayanan justru ketika ada penumpang yang komplain terhadap service mereka. Nggak cuma netizen dalam negeri, netizen luar negeri pun menyayangkan sikap Garuda yang justru tidak bisa menghandle kritik dengan baik. Maka nggak heran, Garuda pun sempat trending nomer 1 di Twitter tadi pagi. Tapi dalam hal yang negatif tentunya.

Tak sedikit yang mengurungkan niatnya untuk jadi member Garuda Indonesia. Sepertinya memang peraturan ini adalah blunder yang keterlaluan dari manajemen Garuda. Double blunder lah jadinya ditambah dengan kejadian Rius Vernandes.

Setelah viral, Garuda pun kelabakan bikin revisi. Menurut manajemen Garuda, penumpang tetep boleh mengambil foto asal tidak mengganggu kenyamanan orang lain

langsung direvisi via kumparan.com

Advertisement

Pengumuman tentang larangan tersebut viral bahkan trending di Twitter, Garuda Indonesia pun kelabakan. Garuda Indonesia langsung merevisi surat larangan mengambil gambar, baik foto ataupun video di dalam pesawat. Surat revisi ini dikeluarkan 16 Juli dan ditandatangani oleh Direktur Operasi Garuda Indonesia, Capt. Bambang Adisurya Angkasa.

Pihak Garuda menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah larangan, namun berupa himbauan agar penumpang lain tidak terganggu. Alasannya yang mereka gunakan adalah, maskapai ingin menjaga ketertiban di dalam kabin pesawat, serta menunjang keselamatan penerbangan dan menjaga kelancaran pelayanan selama penerbangan. Himbauan ini juga untuk menghormati hak-hak penumpang agar tidak merasa terganggu karena pengambilan gambar tanpa izin.

Duh, Garuda Indonesia kok jadi begini ya manajemennya. Kalau ada komplain ya diperbaiki layanannya. Bukan malah bikin aturan aneh-aneh. Jangan kaget kalau banyak orang bakal lari dari Garuda kalau pelayanannya makin memburuk.

Kalau menurut kamu, gimana Gaes?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya