Tahun 2017 adalah tahun di mana biro travel umroh berada di titik nadir dalam menjalankan usahanya. Kasus penyelewengan dana umroh dari puluhan ribu jamaah yang dilakukan oleh First Travel menghebohkan masyarakat Indonesia. Paket umroh promo yang mereka tawarkan ternyata merupakan penipuan belaka karena 53 ribu jamaah terlantar dan gagal berangkat. Total kerugian pun amatlah fantastis, 848 Milyar rupiah! Hal inilah yang akhirnya menyeret pemilik First Travel yakni Anniesa Hasibuan dan suaminya Andika Surachman.

Kejadian itu seakan membuat banyak orang was was jika menggunakan biro travel untuk kepentingan umroh. Wajar bila orang khawatir uang mereka ditilep seperti kejadian First Travel. Pihak biro travel yang jujur pun ikut was-was karena orang jadi tidak mudah percaya kepada biro travel umroh yang jadi mata pencaharian mereka. Apalagi jika ada program promo, calon jamaah malah jadi takut mengalami nasib sama dengan jamaah First Travel yang gagal berangkat.

Tak perlu menunggu lama, kali ini giliran Abu Tours yang gagal memberangkatkan 27.000 calon jamaah umroh. Apakah kasus First Travel akan terulang kembali?

jamaah umroh via edaccessible.com

Advertisement

Tak sampai setahun, kasus mirip First Travel terulang lagi. Dikutip dari Kompas, kali ini biro umroh asal Makassar, Abu Tours yang gagal memberangkatkan calon jamaah. Jumlahnya pun cukup banyak, 27.000 calon jamaah yang gagal berangkat ke tanah suci kali ini. Biro travel ini juga menerapkan biaya umroh dengan harga promo yang sangat murah. Hal ini menyebabkan kekecewaan dan juga ketakutan di antara para jemaah. Informasi ini berasal dari laporan dari jamaah sendiri yang melapor ke Ombudsman karena tak kunjung diberangkatkan.

Pihak dari Abu Tours pun menanggapi isu yang berkembang di masyarakat. Mereka mengaku harus memundurkan keberangkatan karena ada penyesuaian pajak di Arab Saudi

jamaah umroh (ilustrasi) via www.darmawisataumroh.co.id

Isu bahwa Abu Tours gagal memberangkatkan jamaah ini pun segera ditanggapi oleh pihak Abu Tours. Dilansir dari Republika, mereka mengakui bahwa pemberangkatan ke tanah suci harus mundur karena terjadi penyesuaian pajak di Arab Saudi. Namun mereka menegaskan akan bertanggungjawab untuk memberangkatkan seluruh calon jamaah umroh tanpa tambahan biaya lagi. Pihak Abu Tours juga berharap kejadian ini tidak menyurutkan keinginan jamaah untuk berangkat ke tanah suci. Mereka juga akan menjadikan permasalahan ini sebagai pembelajaran agar ke depannya lebih baik lagi.

Ombudsman mengakui akan segera melakukan investigasi terhadap laporan dari calon jamaah Abu Tours tersebut. Hal ini agar Kemenag lebih memperketat pengawasan terhadap biro travel agar tidak terjadi kasus First Travel untuk kedua kalinya

jangan sampai terulang kembali via tirto.id

Ahmad Suaidi dari Ombudsman mengatakan bahwa kegagalan biro travel umroh memberangkatkan calon jamaah tepat waktu ke tanah suci bukti bahwa pengawasan dari Kemenag masih belum baik. Sebelum Abu Tours, ada pula biro umroh lain yang gagal memberangkatkan ribuan jamaah. Meskipun ia mengakui belum melakukan investigasi, namun secepatnya Ombudsman akan menindaklanjuti laporan dari calon jamaah tersebut. Hal ini agar pengawasan Kemenag bisa lebih baik lagi.

Advertisement

Salah satu aspek yang harus diperbaiki adalah tentang prosedur pendirian perusahaan yang diperketat. Selain itu Kemenag harus segera memberikan sanksi jika ada biro travel umroh yang bermasalah, bukan malah memberi waktu untuk bernegosiasi seperti kasus First Travel.

Ya harapannya, Abu Tours benar-benar amanah dan memberikan hak para calon jamaah umroh. Jangan sampai kejadian First Travel juga menimpa calon jamaah Abu Tours.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya