Kebijakan bagasi berbayar untuk maskapai Lion Air menuai polemik. Meski sudah diumumkan di awal tahun, namun tampaknya masih banyak penumpang yang belum tahu informasi tersebut. Seperti Hipwee Travel beritakan sebelumnya, Lion Air meniadakan layanan free bagasi kepada penumpangnya terhitung tanggal 8 Januari 2019. Namun, di lapangan banyak penumpang yang belum tahu kebijakan tersebut.

Dampaknya pun penumpang kebingungan saat membawa barangnya saat hendak naik pesawat. Karena bagasi gratis cuma 7 kg maka kelebihan bagasi pun harus perlu ada tambahan biaya. Nah, para penumpang pun harus menerima kenyataan bahwa mereka harus membayar mahal untuk bagasi mereka. Seperti apa kisahnya? Yuk simak ulasan Hipwee Travel kali ini.

Seorang penumpang bernama Taufik bersama kedua temannya diharuskan membayar bagasi sebesar 2,5 juta rupiah karena membawa dodol

lion air via www.viva.co.id

Advertisement

“Gila kalau seperti ini namanya, bagus ditinggalkan sajalah oleh-oleh ini. Ngapain kami bawa, hampir Rp 2,5 juta kami kena. Kami mau ke Kalimantan,” ujar Taufik.

Nasib kurang mujur dialami Taufik, salah satu penumpang Lion Air asal Kabupaten Serdang Bedagai. Ia akan melakukan penerbangan dari Bandara Kualanamu, Medan menuju ke Kalimantan. Ia bersama dua temannya membawa oleh-oleh berupa dodol, kopi dan pakaian sebanyak total 50 kg. Karena belum tahu info bagasi berbayar, ia pun kaget ketika bagasi yang bisa masuk kabin cuma 7 kg, sementara sisanya harus membayar lagi. Tak cukup di situ, ia makin terkejut ketika tagihan yang harus mereka bayar sejumlah 2,5 juta rupiah. Jauh lebih mahal dari harga tiket.

Nggak mau keluar duit sebanyak itu, oleh-oleh yang sedianya dibawa ke Kalimantan pun ia tinggalkan. Taufik menghubungi kerabatnya untuk mengambil barang tersebut

Nominal 2,5 juta tentu bukanlah sebuah nominal yang kecil. Taufik pun berniat menitipkan barangnya kepada kerabatnya, alih-alih membawanya ke Kalimantan. Dia kemudian menghubungi kerabatnya untuk menitipkan dodol dan kopi yang telah ia packing dengan rapi. Harganya yang cuma 35 ribu per kilogram tidak sebanding dengan harga bagasi pesawat yang nominalnya 80 ribu rupiah per kg. Bawa dodol dan kopi malah tekor. Akhirnya ia berangkat tanpa membawa oleh-oleh tersebut.

Advertisement

Nasib, nasib, niatnya bawain oleh-oleh malah kena biaya 2,5 juta rupiah.

Kejadian yang lebih ekstrem terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat. Kesal karena harus membayar tambahan bagasi, seorang penumpang membawa mandau ke dalam bandara!

bagasi lion air via www.republika.co.id

Seorang calon penumpang maskapai penerbangan Wings Air yang tergabung dalam Lions Grup berinisial OS (23) diamankan petugas karena mengamuk dengan membawa parang di Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Dia marah dan sampai mengacungkan mandau (sejenis parang khas Kalimantan) di bandara. Ia kesal karena dikenakan biaya tambahan sebesar 671 ribu untuk membayar kelebihan bagasi 11 kg, terlebih dia melakukan penerbangan transit Ketapang-Pontianak-Bandung. Nggak terima, ia kemudian pulang dan mengambil mandau. Pihak keamanan pun segera menangkapnya. Gagang pintu di bandara Ketapang pun rusak akibat penumpang yang mengamuk tersebut.

Lion Air sebaiknya meningkatkan sosialisasi dan penjelasan kepada calon penumpang agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Wajar sekali penumpag tidak tahu karena tidak semua menyimak berita maupun punya akses internet yang baik. Semoga tidak terulang kembali ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya