8 Makanan dan Budaya Kuliner Dunia yang Dinobatkan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Kuliner dunia UNESCO

Kuliner bukan hanya makanan yang tercipta untuk mengisi perut. Proses menyiapkan, menyajikan serta berbagi hidangan tertentu, telah menciptakan makna sosial dan budaya yang penting di berbagai belahan dunia. Roti buaya bagi masyarakat Betawi, misalnya, bukan hanya sekadar hidangan manis, melainkan telah jadi salah satu syarat yang harus dipenuhi mempelai laki-laki dalam sebuah pernikahan.

Advertisement

Nah, karena kuliner lebih kompleks dari sekadar makan untuk kenyang, budaya berikut keunikan yang turut membentuknya pun patut untuk dikenal dan dilestarikan. Dalam hal itu, UNESCO telah menobatkan beberapa makanan dan budaya kuliner yang ada di dunia, sebagai warisan budaya tak benda. Melansir Wander Lush, berikut Hipwee Travel rangkum 8 di antara yang mungkin belum kamu ketahui.

1. Lavash – Armenia

Pembuatan lavash secara tradisional | Photo by Ji-Elle, CC BY-SA 4.0 via commons.wikimedia.org

Lavash adalah roti lembut nan tipis tetapi punya tempat khusus dalam budaya kuliner Armenia, sebuah negara yang terletak di antara Turki dan Georgia. UNESCO menobatkan makanan ini sebagai warisan budaya tak benda pada 2014 lalu, karena selain membutuhkan keterampilan dan koordinasi, proses pembuatan lavash menciptakan pertukaran sosial antar para pembuatnya.

Selain itu, lavash juga punya peran seremonial penting dalam budaya pernikahan Armenia. Lembaran roti yang seringkali disantap bersama keju atau daging ini akan disampirkan di bahu pengantin pada hari pernikahan sebagai simbol kemakmuran masa depan.

Advertisement

2. Dolma – Azerbaijan

Dolma | Photo by No machine-readable author provided. Irada assumed (based on copyright claims)., CC BY 3.0 via commons.wikimedia.org

Tak jauh dari Armenia, negara Azerbaijan punya makanan bernama dolma yang juga diakui oleh UNESCO. Makanan yang terbuat dari isian daging cincang, nasi dan bawang bombay dengan dibungkus daun anggur atau daun lainnya ini bisa dengan mudah kamu temukan di seluruh restoran Azerbaijan.

Kata dolma adalah versi singkat dari doldurma dalam bahasa Turki yang artinya “diisi”. Jadi, bahan makanan apapun sebenarnya bisa dibikin dolma, seperti tomat atau terong yang diberi isian. Nah, selain dapat dijumpai di seluruh restoran, makanan ini juga bisa ditemui dalam acara-acara khusus dan dijadikan simbol penyambut tamu.

3. Kopi Turki – Turki

Advertisement

Pembuatan kopi turki menggunakan cezve | Photo by Eaeeae, CC BY-SA 3.0 via commons.wikimedia.org

Setidaknya ada tiga kuliner Turki yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Namun, kopi turki yang dinobatkan pada 2013 adalah yang paling terkenal. Sejarah kopi di Turki yang cukup panjang jadi salah satu alasan mengapa ia menjadi warisan budaya. Tradisi kopi di Bosnia dan Herzegovina hari ini pun berkaitan erat dengan kopi turki, karena dua wilayah tersebut dikuasi oleh Kekaisaran Ottoman pada abad ke-15 yang menyebarkan kopi ke seluruh Kekaisaran.

Selain itu, cara pembuatan kopi turki juga jadi alasan lain. Dalam prosesnya, penyeduhan kopi dilakukan dengan menggunakan cawan khusus yang disebut cezve. Dulunya, cezve digunakan untuk menghidangkan kopi dalam jumlah banyak. Oleh karena itu hingga saat ini, menyesap kopi turki di kaveh kanes (sebutan untuk kedai kopi di Turki) mencerminkan budaya komunal masyarakatnya.

4. Kimchi – Korea

Kimchi | Photo by Jess Lander, CC BY 2.0 via commons.wikimedia.org

Makanan khas Korea yang mungkin telah dicoba oleh pecinta drakor di seluruh dunia ini diakui UNESCO karena unik dan telah berusia berabad-abad. Di beberapa bagian Korea, produksi kimchi hari ini bahkan masih seperti yang dilakukan orang Korea berabad-abad lampau: kubis dipanen, difermentasi dan diasinkan, ditambahkan cabai dan bahan lainnya, lalu disimpan selama setahun penuh.

Nah, nggak cuma makanannya, proses tradisional pembuatan kimchi yang dikenal dengan sebutan kimjang juga telah menjadi warisan budaya. Menurut catatan yang dapat ditelusuri, tradisi kimjang tersebut sudah ada sejak masa Dinasti Joseon (1392-1897).

5. Washoku – Jepang

Salah satu contoh washoku | Photo by nanaow2006, CC BY 2.0 via commons.wikimedia.org

Pecinta kuliner Jepang agaknya akan kesulitan jika diminta memilih satu saja hidangan tradisional Negeri Matahari Terbit yang spesial. Begitu pula dengan UNESCO. Karena, pada tahun 2013 UNESCO menobatkan seluruh makanan tradisional Jepang yang disebut washoku sebagai warisan budaya tak benda.

Makanan yang dikelompokkan ke dalam washoku biasanya terdiri atas empat elemen, yakni nasi, sup, lauk pauk dan acar. Tapi secara menyeluruh, washoku merujuk pada makanan yang mencerminkan rasa hormat kepada alam dengan menggunakan bahan-bahan alami lokal. Sugoi!

6. Masakan Tradisional Meksiko – Meksiko

Tacos | Photo by ebaalparra from Pixabay via pixabay.com

Nggak jauh berbeda dengan Jepang, UNESCO juga menobatkan masakan tradisional Meksiko sebagai warisan budaya tak benda. Jika ditelusuri, hal ini sebetulnya nggak berlebihan. Meksiko dengan keberagamannya telah menciptakan ragam kuliner luar biasa menggugah selera. Sebagian besar makanan Meksiko yang bisa kamu icip langsung di Meksiko hari ini adalah kombinasi ciamik dari tradisi kuno suku Aztec, Maya serta Perancis dan Spanyol.

Selain itu, makanan bagi masyarakat Meksiko juga merupakan hal penting dalam setiap pertemuan sosial. Makin nggak heran kalau hidangannya lezat-lezat. Taco, elote dan mole enchilada adalah beberapa masakan tradisional Meksiko yang wajib kamu cicipi langsung di daerah asalnya.

7. Diet Mediterania – Wilayah Mediterania

Nasi paela dari Spanyol | Photo by Bernadette Wurzinger from Pixabay via pixabay.com

Wilayah Mediterania, mencakup Spanyol, Italia, Portugal, Maroko, Kroasia, Siprus dan Yunani punya ritual kuliner penting bernama diet mediterania. Seperti yang kamu bayangkan, diet mediterania merupakan penggunaan sedikit bahan makanan dalam membuat hidangan. Tapi bukan hanya itu, diet ini juga bertujuan untuk menekan produksi limbah makanan. Dengan ini, makanan dan diet dianggap sebagai sebuah ritual sosial.

Masyarakat negara-negara di luar wilayah Mediterania sudah banyak yang mengadopsi diet ini. Namun, di wilayah asalnya kamu bisa menemukan kios makanan yang menyuguhkan hidangan diet mediterania dengan pengunjung yang saling berbagi piring kecil makanan.

8. Hawker Food Culture – Singapura

Salah satu hawker food culture di Singapura | Photo by User: (WT-shared) Shoestring at wts wikivoyage, CC BY-SA 1.0 via commons.wikimedia.org

Hawker food culture atau pusat pedagang kaki lima di Singapura didaulat UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada 2020 lalu. Alasannya, Singapura adalah negara multikultural sehingga menghasilkan pusat kuliner yang menyuguhkan beragam kuliner. Kamu bisa menemukan tumpang tindih hidangan dengan cita rasa Melayu, China, India dan lain sebagainya.

Selain jadi tempat untuk berburu kuliner, hawker food culture di Singapura secara nggak langsung bertransformasi menjadi tempat pertemuan orang dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, UNESCO menganggap hawker food culture telah memainkan peran penting untuk kohesi sosial atau keterikatan antar anggota suatu kelompok.

Itu dia 8 di antara sekian banyak makanan dan budaya kuliner yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Nah, kalau di daerahmu ada budaya kuliner unik dan otentik, yuk terus dilestarikan sebagai warisan untuk generasi selanjutnya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE