Lion Air belum berhenti jadi pemberitaan. Lagi-lagi ada keluhan penumpang terhadap pelayanan Lion Air beberapa hari lalu. Kali ini maskapai singa merah ini dianggap meninggalkan jenazah yang seharusnya diangkut dari Jakarta menuju Batam. Lion Air dianggap menelantarkan kargo yang mengangkut jenazah tersebut. Penumpang yang mengantar jenazah sampai duluan di bandara Batam. Sementara jenazah masih di bandara Soekarno Hatta. Waduh kok bisa ya?

Biar spekulasi tentang hal ini tidak berbuntut pada ketidakpercayaan terhadap maskapai Lion Air, sebaiknya kita dengarkan dulu klarifikasi dari Lion Air ya. Begini klarifikasinya.

Kisah berawal dari kejadian tidak mengenakkan ketika jenazah seorang anak bernama Akila tertinggal dari pesawat pengantar. Ketika sampai Batam, jenazah masih berada di Jakarta

komplain penumpang lion air via www.facebook.com

Advertisement

Akun Facebook Dedi Azwandi menuliskan status (yang kini telah dihapusnya) tentang jenazah anaknya bernama Akila yang seharusnya diterbangkan bersama orang tuanya ke Batam. Harga yang harus dibayar sebesar Rp10.500.000,-. hanya untuk satu anak. Namun ketika sampai di Batam, orang tuanya heran ketika jenazah tidak ada bersama mereka. Dedi Azwandi sangat kecewa terhadap Lion Air mengetahui jenazah putrinya tertinggal di Jakarta. Status ini pun viral di media sosial dalam waktu singkat dan mengundang reaksi netizen.

Lion Air mengklaim bahwa sudah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) serta prinsip penerimaan kargo HUM (Human Remains) pada penerbangan rute Soekarno Hatta Cengkareng menuju bandara Hang Nadim, Batam.

bagasi lion air via www.republika.co.id

“Berdasarkan data reservasi yang dilaporkan oleh pihak ketiga kepada Lion Air, untuk pendamping terbang dengan Lion Air nomor JT-378 yang berangkat pukul 13.17 WIB dan mendarat pada 14.33 WIB. Sedangkan penerbangan Human Remains (HUM) tujuan Batam telah dipersiapkan sesuai nomor surat muatan udara (SMU) 20197170 dengan booking code menggunakan Batik Air penerbangan ID-6862 pukul 16.54 WIB yang dijadwalkan tiba pada 18.10 WIB,” ucap Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers.

Menurut keterangan Lion Air, pihak Lion Air mengklaim bahwa sudah dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) serta prinsip penerimaan kargo HUM (Human Remains) pada penerbangan rute Soekarno Hatta Cengkareng menuju bandara Hang Nadim, Batam. Jadi awalnya, sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari pihak ketiga sebagai pengurus perihal perbedaan reservasi atau kode booking antara HUM dengan pendamping. Nah, petugas Lion Air pada akhirnya mengetahui perbedaan kode booking pesawat antara pengantar dan jenazah. Namun sayangnya pesawat Lion Air JT-378 sudah siap berangkat dan jenazah tidak bisa dipindahkan saat itu juga.

Jenazah Akila kemudian diterbangkan dengan maskapai Batik Air ID-6862 pada pukul 16.54 WIB dan sampai di Batam 18.10 WIB. Selisih hampir 4 jam dengan kedatangan orangtuanya

batik air via ekonomi.bisnis.com

Advertisement

Pada akhirnya jenazah Akila sampai juga di bandara Hang Nadim Batam pada pukul 18.10 WIB, selisih hampir 4 jam dengan orang tuanya. Dedi Azwandi pasti sangat cemas mengetahui jenazah putrinya tak kunjung sampai. Sudah sedih kehilangan putrinya, ditambah lagi jenazahnya tertinggal di bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Setelah mengetahui klarifikasi dari Lion Air, Dedi lalu menghapus statusnya tersebut. Ia kemudian menuliskan status pemakaman Akila di Facebooknya.

Semoga tetap tabah Pak Dedi Azwandi dan semoga tenang Akila di surga.

Menurutmu gimana nih, siapa sebenarnya yang salah? Lion Air atau pihak ketiga yang mengurus jenazah Akila? Share di kolom komentar ya?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya