Siap Gairahkan Kembali Sektor Pariwisata, Nippon Paint Dukung ‘Nepal van Java’ Menjadi Semakin Berwarna

Nepal van Java

Sektor pariwisata sempat meredup akibat pandemi Covid-19. Tempat-tempat wisata tutup, perekonomian warga yang bergantung pada sektor pariwisata pun turut terdampak. Setelah hampir dua tahun lamanya, kini sektor pariwisata perlahan bangkit kembali. Sejumlah destinasi pun mulai bergeliat lagi, salah satunya wisata Nepal van Java di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Advertisement

Berada di lereng Gunung Sumbing, Nepal van Java adalah julukan untuk sebuah dusun dengan lanskap warna-warni rumah warga. Julukan Nepal van Java sudah melekat sejak tahun 2019, diawali oleh para pendaki yang kerap menyandingkan pemandangan di jalur pendakian Gunung Sumbing tersebut mirip dengan perdesaan di Namche Bazaar, Nepal.

Potensi wisata ala Nepal itu pun kemudian disadari Kepala Dusun Butuh yang segera menginisiasi pembenahan dusun. Pembenahan dan optimalisasi potensi tersebut pun kemudian bersambut dukungan Nippon Paint yang berpartisipasi mengecat rumah-rumah warga hingga Nepal van Java makin jadi perbincangan di dunia maya.

Nepal van Java di Dusun Butuh tak hanya berikan pengaruh positif pada sektor pariwisata

Warna-warni rumah di Dusun Butuh | (dok. Nippon Paint)

Eksistensi Nepal van Java di Dusun Butuh rupanya tak hanya memberikan pengaruh positif pada sektor pariwisata saja. Wisata ini juga memberikan kehidupan perekonomian yang lebih baik kepada warganya. Ketua Panitia dan Kepala Dusun Butuh Kaliangkrik Lilik Setiyawan mengatakan saat ini banyak dari warga dusun yang memiliki lapangan usaha baru. Sedianya, aktivitas warga di Dusun Butuh hanyalah bertani dengan komoditas berbagai sayuran mulai dari kentang, wortel, kol dan sayuran lainnya.

Advertisement

“Warga dengan jumlah lebih dari 1.000 orang yang terdiri dari 475 Kepala Keluarga kini memiliki lapangan usaha baru seperti membuka warung makan atau kopi, kru parkir, hingga kru ojek. Hal tersebut membuktikan bahwa Nepal van Java mengangkat perekonomian warga,” kata Lilik melalui keterangan tertulis, Jumat (22/10).

Potensi wisata Nepal van Java juga mendapat sorotan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Seperti diketahui, Kemenparekraf saat ini tengah menggerakkan kembali sektor pariwisata dengan meningkatkan potensi desa wisata. Hal itu juga berlaku untuk Nepal van Java yang telah menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Nippon Paint terus beri dukungan agar Nepal van Java menjadi semakin berwarna

Advertisement

Donasi cat Nippon Paint kepada Nepal van Java | (dok. Nippon Paint)

Dalam masa adaptasi baru Covid-19 ini Nepal van Java ingin mengibarkan kembali semangat pariwisata melalui pengecatan rumah-rumah warga. Inisiatif tersebut kembali didukung oleh Nippon Paint lewat pendonasian cat. Area Sales Manager Jawa Tengah Nippon Paint Topan Wijaksono menjelaskan kalau pihaknya sejak tahun 2019 telah mendonasikan sebanyak 1.361 liter cat untuk Nepal van Java.

“Sejak tahun 2019, Nippon Paint telah mendonasikan sebanyak 1.361 liter cat untuk diaplikasikan di 300 rumah warga atau setara dengan 6.805 meter persegi untuk Nepal van Java. Nippon Paint berharap pengecatan ini dapat meremajakan penampakan Dusun Butuh, dan menarik lebih banyak wisatawan,” kata Topan.

Dijelaskan lebih lanjut kalau Nippon Paint melihat potensi wisata yang bagus di Dusun Butuh. Oleh karena itu Nippon Paint berharap bantuan cat yang digulirkan lewat Corporate Social Responsibility (CSR) ini bisa menjadikan Nepal van Java makin populer dan berwarna. Tak hanya itu, mereka juga berharap wisata Nepal van Java juga bisa semakin meningkatkan perekonomian warganya.

Pengecatan bersama | (dok. Nippon Paint)

Melalui kegiatan CSR-nya ini, Nippon Paint tidak hanya mendonasikan cat yang terdiri dari Nippon Weatherbond, Vinilex, Pylox, Elastex, Waterproof 3-in-1, dan Matex Cat Genteng, tetapi juga turut membantu pengecatan bersama warga. Para karyawan dan karyawati dilibatkan untuk melakukan pengecatan selama total 336 jam. Untuk menunjang kebersihan, kemasan cat yang telah terpakai dimanfaatkan sebagai tong sampah di beberapa titik wisata.

Adapun Nepal van Java saat ini sudah melakukan simulasi penerimaan wisatawan secara bertahap sejak dua pekan terakhir. Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dari Disporapar Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang, Nepal van Java terhitung telah menerima sekitar 3.000 kunjungan pada hari biasa dan akhir pekan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

CLOSE