Indahnya Taman 1.000 Penari di Banyuwangi, Objek Wisata yang Lestarikan Budaya Daerah

Taman 1000 penari

Masih ingat cerita KKN Desa Penari yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata? Setelah kisahnya viral, banyak orang yang menebak-nebak dan berusaha mencari langsung lokasinya. Nah, kebetulan ada tempat wisata di Banyuwangi yang dianggap cocok buat lokasi KKN Desa Penari. Bukan karena tempat ini angker, melainkan karena ada banyak banget patung penari yang indah di sana!

Advertisement

Tempat unik ini sering disebut Taman 1.000 Penari. Sebetulnya, apa sih tujuan dibuatnya taman tersebut? Lalu apa aja kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sana? Yuk simak selengkapnya~

Ada objek wisata menarik di Banyuwangi, yaitu Taman Gandrung Terakota. Tempat ini juga disebut Taman 1.000 Penari karena memiliki banyak sekali patung

Patung-patung penari | Image from Kementerian Pariwisata via www.kemenparekraf.go.id

Dilansir dari laman Liputan 6, Taman Gandrung Terakota diresmikan oleh Pemkab Banyuwangi pada 22 September 2018. Objek wisata ini dibangun di lahan persawahan terasering di kaki Gunung Ijen. Sampai sekarang, sudah banyak sekali wisatawan yang datang ke sana. Daya tarik utamanya adalah patung-patung penari dari tanah liat yang konon berjumlah sekitar seribu dan disebar di berbagai area.

Ada patung-patung yang diletakkan berjajar di persawahan, ada juga yang ditata di sekitar kursi-kursi untuk bersantai para pengunjung. Bahkan banyak pula patung yang ditaruh di dalam sungai dalam keadaan terendam air! Unik banget nih tempatnya. Bagus untuk berfoto-foto saat hari masih terang. Sedangkan kalau sudah gelap, kayaknya seram juga berada di antara begitu banyak patung, hehe.

Advertisement

Ternyata, taman ini mengambil inspirasi dari Terracotta Warrior and Horses di China yang mempunyai banyak sekali patung prajurit militer dan kuda perang. Penataannya pun nggak dilakukan sembarangan. Pemkab Banyuwangi sengaja menggandeng kurator seni rupa dari Galeri Nasional Indonesia sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dr Suwarno Wisetrotomo. Pantas hasilnya keren!

Selain menjadi objek wisata, Taman 1.000 Penari diharapkan bisa melestarikan ciri khas Banyuwangi, terutama Tari Gandrung

Tempat istirahat pengunjung | Image from Kementerian Pariwisata via www.kemenparekraf.go.id

Dilansir dari Kompas, Tari Gandrung adalah kesenian dan tradisi khas Banyuwangi yang terkenal sejak zaman dulu. Karena itulah, patung-patung di Taman 1.000 Penari dibuat seolah sedang membawakan tarian tersebut. Dulu tarian ini adalah persembahan dari masyarakat agraris untuk Dewi Sri atau Dewi Kesuburan. Seiring berjalannya waktu, Tari Gandrung berubah menjadi tarian pergaulan yang menjadi ciri khas Banyuwangi. Jadi kalau datang ke Taman 1.000 Penari, berarti kita sekaligus belajar kesenian dan budayanya.

Yang nggak kalah menarik, taman ini mempunyai panggung dari kayu untuk menggelar berbagai pertunjukan tradisional maupun modern. Cocok buat berbagai kalangan!

Advertisement

Panggung terbuka | Image from Kementerian Pariwisata via www.kemenparekraf.go.id

Taman Gandrung Terakota nggak hanya terdiri dari area persawahan dan sungai. Ada pula panggung terbuka yang terbuat dari bambu dengan banyak tempat duduk di depannya. Panggung itu sering digunakan untuk pementasan seni tradisional, pertunjukan musik jazz, dan lain-lain.  Jadi para pengunjung dari berbagai kalangan bisa menyaksikannya. Wah, pasti asyik banget nih menonton pertunjukan di tempat terbuka sambil menikmati segarnya udara di kaki gunung dan indahnya pemandangan matahari terbenam!

Kalau tertarik untuk berkunjung ke sana, sebaiknya datang saat ada pertunjukan sendratari. Biasanya acara ini digelar seminggu sekali hingga sebulan sekali. Lalu berapa bujet yang perlu dikeluarkan untuk tiket masuk? Murah banget kok, hanya perlu bayar Rp10 ribu per orang! Yang harus diingat, sebaiknya datanglah ke sana setelah pandemi corona mereda. Jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan agar tetap aman.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE