Mengintip Tradisi Unik Perayaan Idul Adha di 5 Negara. Mulai dari Pasar Malam hingga Dandani Hewan Kurban 

Tradisi Idul Adha di Berbagai Negara

Meski tahun ini Idul Adha harus berlangsung di tengah kondisi pandemi Covid-19, agaknya nggak akan mengurangi khusyuknya peringatan yang akan digelar seluruh umat Muslim sedunia. Hari dimana Nabi Ibrahim A.S mematuhi perintah Allah untuk mengorbankan putranya Ismail, yang kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba ini diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam penanggalan Islam, atau tepatnya pada Jumat 31 Juli 2020 dalam kalender Masehi.

Advertisement

Dalam perayaanya, hari raya Idul Adha ini punya ciri khas sendiri. Yakni umat Muslim yang mampu akan menunaikan ibadah haji dan menyembelih hewan kurban sebagaimana peristiwa yang diperingati. Nah, dalam praktiknya, setiap negara punya tradisi perayaan tersendiri. Masyarakat Indonesia umumnya merayakan dengan menunaikan salat Ied berjamaah, lalu menyembelih hewan kurban dan kemudian membagikan dagingnya ke seluruh masyarakat untuk dimasak menjadi rendang atau makanan enak lainnya. Tradisi ini tentu berbeda dengan yang dilakukan umat Muslim di belahan negara lain.

Biar kamu nggak penasaran sekaligus nambah wawasan, yuk simak tradisi Idul Adha di 5 negara berikut.

1. Umat muslim di China rayakan Idul Adha empat hari berturut-turut lho. Wah kaya Idul Fitri di Indonesia ya

Suasana salat id di China via foto.tempo.co

Meskipun umat muslim di negara China nggak sebanyak di Indonesia, namun perayaan yang mereka lakukan sama meriahnya dengan negara berpenduduk mayoritas Islam. Umat Muslim di China biasanya akan merayakan Idul Adha selama empat hari berturut-turut, dan meliburkan diri dari rutinitas untuk mengisinya dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti tadarus, bersalawat, saling memberi bingkisan, hingga mengadakan pesta kecil-kecilan dengan tujuan bersilaturahmi. Melansir berbagai sumber, di beberapa daerah bagian China, perayaan Idul Adha bahkan telah dipersiapkan beberapa minggu sebelum hari H. Sementara pada hari H, nggak jauh berbeda dengan di Indonesia, umat Muslim China akan beramai-ramai mendatangi masjid untuk menyelenggarakan salat Ied.

Advertisement

2. Umat Muslim Inggris rayakan Idul Adha dengan menggelar pasar malam

Ilustrasi pasar malam dan kegiatan lebaran di Inggris via www.youtube.com

Beda padang beda ilalang. Umat Muslim di Inggris memiliki tradisi perayaan Idul Adha dengan menggelar pasar malam yang biasanya diadakan oleh komunitas Islam di beberapa kota. Pasar malam tersebut jadi ruang bertemunya umat Muslim, yang setidaknya berjumlah 4,8 persen dari total 55,98 juta populasi penduduk Inggris. Islam telah jadi agama terbesar kedua di Inggris. Nah, sama seperti Indonesia dan China, pada hari pertama Idul Adha para umat Muslim Inggris akan menjalankan salat Ied yang disambung dengan penyembelihan hewan kurban. Selain itu, masjid-masjid di Inggris juga akan mengadakan studi singkat yang membahas tentang islam dari perspektif budaya dan sejarah.

3. Seperti sebuah festival, tradisi Idul Adha di Maroko akan dipenuhi hidangan lezat selama empat hari

Transaksi hewan kurban di Maroko via www.taghribnews.com

Selayaknya sebuah festival, perayaan Idul Adha di Maroko sangat meriah dengan domba sebagai hewan kurban populer. Serupa dengan China, umat Muslim Maroko juga biasa merayakan Idul Adha selama empat hari berturut-turut. Selama empat hari tersebut mereka nggak akan berhenti menghidangkan sajian kuliner nikmat berbahan daging dan bagian lain tubuh domba. Mulai dari barbekyu, sup daging, roti batbout, hingga kuliner kaya rempah seperti mrouzia bisa kamu temui dengan mudah ketika merayakan Idul Adha di Maroko. Selain itu selama perayaan Idul Adha mereka juga akan memadati pasar untuk membeli pakaian tradisional. Wah, seperti tradisi beli baju baru yang kita lakukan di lebaran Idul Fitri nih.

4. Tradisi yang toleran, umat Muslim India nggak sembelih sapi, lembu atau kerbau

Pria India memboyong domba untuk kurban via blogs.wsj.com

Tradisi perayaan Idul Adha di India bisa dikatakan mencerminkan sikap toleransi beragama. Umat Muslim India sebagian besar nggak menyembelih sapi, lembu, atau kerbau di hari raya Idul Adha, untuk menghargai pemeluk agama Hindu yang sebagian menganggap hewan tersebut sebagai hewan suci. Seperti dilansir dari VOA, para ulama, cendikiawan Islam, dan kelompok Muslim India menyarankan umat muslim India untuk menyembelih hewan lain seperti kambing untuk menghindari sentimen keagamaan di negara yang mayoritas beragama Hindu. Sementara tradisi lainnya, umat muslim India biasanya akan menghidangkan makanan khas berbahan daging yang dimasak lama dengan berbagai rempah bernama nalli nihari.

Advertisement

5. Di Turki, hewan kurban akan didandani menggunakan henna dan pita sehingga tampak cantik

Hewan kurban di Turki yang didandani via hizmetnews.com

Lucu dan unik jadi kata yang pas untuk menggambarkan tradisi Idul Adha umat Muslim di Turki. Pasalnya domba, kambing, dan sapi sebagai hewan kurban akan mereka dandani menggunakan henna dan pita sehingga terlihat cantik dan menggemaskan. Sementara untuk prosesi hari H Idul Adha nggak jauh berbeda dengan di Indonesia. Umat Islam akan menggelar salat id berjamaah, lalu menyembelih hewan-hewan kurban nan lucu tadi untuk kemudian di masak menjadi hidangan yang akan dinikmati bersama roti khas Turki, dan sajian lainnya. Setelah itu biasanya para anak-anak akan mendatangi tetangga atau anggota keluarga untuk bersalaman.

Nah, itu dia tradisi Idul Adha umat Muslim di lima negara dengan keunikannya masing-masing. Meski kali ini harus dirayakan di tengah pandemi, semoga tetap bisa menjalani tradisi dan memperingati peristiwa penting keagamaan ini dengan khusyuk, ya. Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H, teman-teman!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE