Pada dasarnya, semua hari itu baik. Begitu juga saat akan menentukan tanggal pernikahan. Hanya saja, masih ada mitos yang tersebar luas di masyarakat bahwasanya terdapat tanggal dan hari tertentu yang tidak boleh digunakan untuk menggelar suatu acara. Padahal, apa bedanya hari yang satu dengan hari lainnya? Begitu juga saat akhirnya kamu beserta keluarga sepakat untuk melangsungkan pernikahan menjelang datangnya bulan puasa.

Nggak ada yang salah, sih. Toh, yang penting statusmu dan dia sudah sah jadi pasangan halal. Tapi, kamu perlu tahu suka duka yang akan dihadapi jika kelak mengalaminya sendiri. Agar makin siap mengahadapi pernikahan sebelum bulan puasa tiba, Hipwee Wedding berikan bocoran yang bisa kamu pelajari sebelumnya. Yuk, simak bersama!

1. Jika biasanya kamu cuma sahur dan buka puasa sendirian di kost, kali ini sudah ada dia yang menemanimu. Senangnya~

Ada yang nemenin via www.inovasee.com

Advertisement

Biasanya, menyambut bulan puasa tak ada yang begitu istimewa. Terlebih dengan rutinitas sahur dan buka puasa sendirian di kost. Atau malah jadi boros karena keseringan ikut buka puasa bersama di luar bersama teman-teman semasa kuliah, teman KKN, sampai teman satu kantor. Tapi, setelah menikah, rasanya ada semangat yang luar biasa menyambut bulan puasa. Sahur dan buka puasa tak lagi sendiri, ada yang menemani dan ada yang menyiapkan. Ah, senangnya~

2. Ada semangat ganda saat akan beribadah. Dari salat berjamaah, jalan ke masjid sambil pegangan tangan buat tarawih, sampai ngaji bersahutan

Salat berjamaah via islamidia.com

Selain itu, kamu jadi ada semangat ganda saat akan beribadah. Rasanya tak ada yang lebih merdu selain mendengarnya mengaji, saingan untuk berlomba dalam khatam Alquran, sampai berangkat tarawih ke masjid yang tak lagi sendiri, digandeng pula. Sudah dapat pahala, dapat kesenangan batin juga. Siapa sih yang nggak mau?

3. Maklum sih kalau pengantin baru inginnya ena-ena melulu nggak kenal waktu. Tapi, berhubung lagi puasa, mohon ditahan, ya. Jangan sampai batal cuma gara-gara….

Maunya nempel mulu via www.youtube.com

…..cuma gara-gara nggak bisa menahan hawa nafsu. Walaupun sangat bisa dimaklumi bahwa sebagai pengantin baru, nggak bisa dipungkiri bahwa inginnya ena-ena melulu tanpa kenal waktu. Wajar saja, namanya juga manusia normal. Toh juga sudah dengan pasangan halal. Nah, ini dia dukanya menikah saat menjelang bulan puasa. Harus pintar-pintar menahan diri. Bahkan, Rasulullah saja pernah menyampaikan kepada sahabatnya, bahwa menikah menjelang datangnya bulan suci adalah makruh (lebih baik tidak dilakukan, tetapi tidak haram). Tapi, kalau buatmu itu tak jadi soal, menikah sebelum puasa memang bukan sebuah hal yang perlu dipermasalahkan, bukan?

4. Saat lebaran, jadi ada 2 keluarga yang wajib dikunjungi. Keluarga dari orang tua sendiri dan keluarga dari pihak mertua. Ciyeee, mudik~

Sungkem mertua via www.laksani.com

Advertisement

Sebulan menikah, kemudian menjalani ibadah puasa bersama, dilanjut dengan lebaran yang sudah punya kewajiban berbeda. Tak lagi hanya bertandang pada lingkaran keluarga dari orang tua kita saja, tapi juga silaturahmi dengan keluarga mertua. Seru sih, keluarga yang kita punya makin besar, termasuk menerima tradisi dan kebiasaan yang pastinya berbeda antara keluarga kita dengan keluarga pasangan.

Jadi gimana, nikahnya sebelum atau sesudah puasa aja?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya