Seusai menikah dan menanti amanah dari Sang Pencipta berupa buah hati memang membuat banyak pasangan harap-harap cemas. Banyak di antara mereka yang langsung dikasih momongan, tetapi tidak sedikit pula yang harus menanti lebih lama. Untuk kamu yang belum juga menuai dua garis merah, jangan pernah berkecil hati. Bagi pasutri yang mengalami masalah ini, mungkin berat rasanya untuk tetap tegar. Tapi tenang, sudah cukup banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan rasa cemas dan takutmu atas masalah ini.

Kali ini Hipwee Wedding ingin memberikan ulasan mengenai salah satu cara yang bisa membuatmu tetap memiliki buah hati setelah menanti sekian lama. Adalah dengan bayi tabung. Mungkin cara ini jugalah yang bisa membuat seorang wanita yang tidak bisa hamil secara alami, merasa bisa mengandung si buah hati sendiri. Biar lebih jelas, langsung simak ulasan berikut ini, ya!

Program bayi tabung itu bukan bayi yang lahir dari dalam tabung. Beginilah definisi dan latar belakangnya

Rumit. via whatclinic.com

Pada dasarnya, bayi tabung itu bukanlah seorang bayi yang lahir dari dalam tabung. Bayi tabung merupakan pelaksanaan proses pembuahan atau program reproduksi bagi pasangan yang kesulitan melakukannya secara alami, sehingga harus dilakukan secara manual melalui laboratorium atau dikenal sebagai in vitro fertilization (IVF). Banyak hal yang menjadi penyebab pasutri tidak bisa mengalami pembuahan secara alami, seperti saluran tuba wanita yang bermasalah, hingga sperma pria yang juga bermasalah. Dan biasanya pasutri akan melakukan program bayi tabung untuk menyempurnakan cita-cita mereka.

Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk memilih jasa prosedur bayi tabung

Banyak pertimbangan. via gelbeseiten.de

Advertisement

Sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur bayi tabung, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Seperti kesiapan mental istri, apakah dia benar-benar bersedia melakukannya, kesehatan fisik istri yang memungkinkan untuk beberapa kali pergi ke dokter, hingga kesiapan finansial. Sebab untuk melakukan proses bayi tabung, tidak sedikit biaya yang harus dipersiapkan.

Begini proses bayi tabung secara singkat. Biar kamu punya gambaran apa yang akan kamu lakukan nantinya

Diagram IVF. via www.corinasorensen.com

Setelah sang calon ibu dan ayah sudah melakukan persiapan secara matang, maka proses bayi tabung pun siap dijalankan. Kali pertama yang dilakukan adalah dengan memberikan obat-obatan penunjang pada calon ibu. Setelah itu dokter akan melakukan hal-hal berikut ini:

Stimulasi ovarium. Hal ini dilakukan untuk merangsang ovarium istri untuk memproduksi beberapa sel telur matang untuk dibuahi dengan beragam obat-obatan.

Perkemabangan folikel. Proses ini dilakukan 2-3 hari sekali guna melihat perkembangan folikel istri (kantung tempat matangnya sel telur), setelah mengonsumsi obat-obatan tadi.

Pengambilan sel telur. Ini dilakukan dokter dengan probe USG dan jarum tipis guna mengambil beberapa sel telur istri.

Fertilisasi. Proses inilah yang disebut IVF. Pembuahan yang dilakukan di luar tubuh manusia, memerlukan waktu semalam untuk menyatukan sel telur dan sperma, lalu diinkubasi setelahnya.

Mengembangkan embrio. Tiga hari setelah telur diambil, beberapa yang berhasil dibuahi berkembang menjadi embrio bersel 6-10. Pada hari kelima, beberapa embrio tersebut akan menjadi blastocysts dengan rongga berisi cairan dan jaringan yang mulai memisah, masing-masing menjadi plasenta dan calon bayi.

Menanam embrio. Setelah mendapatkan embrio yang matang, dokter akan menanamkan embrio pada rahim calon ibu dengan menggunakan kateter melalui leher rahim.

Setelah melakukan sederet proses tersebut, calon istri memerlukan waktu untuk terus periksa ke dokter. Jika berhasil, embrio yang sudah ditanamkan tadi akan terus berkembang menjadi bayi. Ada kemungkinan, istri akan mengandung bayi kembar dalam kehamilannya.

Sayangnya, di Indonesia belum banyak instansi yang berani menjamin keberhasilan bayi tabung. Tapi mereka tetap mencoba memberikan yang terbaik

Lucu! :3 via www.mustela.pl

Hingga sampai saat ini, hanya ada beberapa kota besar yang berani memberikan harga miring untuk sebuah bayi tabung bagi pasutri, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Itu pun tidak semua rumah sakit swasta maupun pemerintah yang berani menjamin keberhasilan dari program tersebut. Kebanyakan pasutri yang menginginkan program IVF ini, mereka melakukannya di luar negeri. Untuk masalah harga, tidak jauh berbeda kok. Paling tidak, kamu butuh kocek hingga 70-100 juta untuk sekali program.

Sebagai pertimbangan, pasutri harus tahu risiko yang bisa terjadi pada bayi tabung. Seperti simalakama, ada baik dan buruknya

Pertimbangkan risikonya. via parents.com

Dr Sudirmanto, SpOG-KFER dari RS Anak Bunda Harapan Kita, Jakarta mengatakan, pasutri yang ingin mengambil program IVF ini harus tahu peluang dan kemungkinan yang akan terjadi. “Dengan mengikuti bayi tabung, akan memberikan peluang untuk mendapatkan kehamilan bervariasi, dari 10-45 persen,” katanya dikutip dari Kompas. Hal ini juga disebabkan oleh faktor usia sang istri. Usia yang lebih muda, akan memberikan peluang yang lebih besar. Sementara untuk risikonya sendiri, bisa berupa pendarahan, infeksi, kehamilan di luar kandungan, keguguran, hingga persalinan prematur jika program IVF berhasil pada sang istri.

Nah, seperti itulah program IVF atau bayi tabung. Rumit, kan? Rumit. Semoga saja kamu kelak tak membutuhkan program ini untuk mendapatkan momongan. Apapun masalahmu, sebaiknya diskusikan dulu bersama pasanganmu. Agar semua bisa berjalan lancar tanpa adanya masalah yang berarti.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya