Vaginismus, alasan kenapa hubungan seks pertama susah dan sakit dan apa saja gejalanya

Malam pertama pasca menikah bisa jadi salah satu momen seru yang banyak ditunggu para pengantin baru. Beragam ekspektasi berkecamuk, mulai dari rasa penasaran nikmatnya kebersamaan halal, serunya memulai hidup baru bersama pasangan sampai asyiknya ‘ngamar’ bersama pasangan sah yang kini sudah jadi partner hidup selamanya.

Sayangnya, ternyata nggak semua pasangan merasa bahwa pengalaman seks pertama di malam pengantin itu seru dan asyik. Banyak pasangan pengantin baru, terutama kaum perempuan yang mengaku kapok, bingung dan nggak menikmati sama sekali proses malam pertama karena ‘gagal’ saat penetrasi. Kebanyakan sih mengaku prosesnya berlangsung susah, sakit dan sama sekali nggak nyaman. Hmm, bisa jadi kamu mengalami vaginismus nih. Biar nggak takut dan bingung lagi, simak ulasannya dari Hipwee kali ini yuk!

Vaginismus merupakan salah satu gejala medis di mana otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual. Rasanya tentu sangat nggak nyaman saat berhubungan

Susah masuk bahkan ‘ditolak’ masuk. Duh, nggak enak banget ‘kan? via www.everydayhealth.com

Dilansir dari hellosehat.com, gangguan vaginismus nggak memengaruhi gairah seksual, tapi dapat menghambat hubungan intim. Vaginismus menyebabkan rasa sakit, kesulitan, dan rasa nggak puas saat beraktivitas seksual. Kondisi ini dapat bervariasi dari rasa nyaman ringan, hingga rasa perih dan sakit. Vaginismus dapat berlangsung seumur hidup (primer) atau sementara (sekunder). Ini nih yang bikin malam pertama jadi nggak seindah ekspektasi!

Gangguan yang sangat bikin nggak nyaman ini ternyata umum terjadi lho karena kebanyakan wanita ternyata mengalaminya, mulai dari yang ringan sampai yang cukup berat

Beda dengan vagina normal, vagina dengan gangguan vaginismus ototnya jadi sangat tegang dan menyempit via seifeldin.org

Ternyata banyak wanita pernah memiliki kondisi ini secara ringan dalam hidup, jadi kamu nggak sendirian kok. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Tapi nggak usah khawatir, vaginismus dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risikonya kok.

Gejala vaginismus yang mungkin kamu alami ada beberapa macam. Ini nih beberapa di antaranya!

Nggak usah galau ya, Sis! via vivabem.uol.com.br

Vaginismus memiliki gejala yang bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Secara umum sih gejalanya meliputi hal-hal ini:

  1. Kesulitan atau tidak dapat melakukan penetrasi
  2. Penetrasi yang terasa sakit (dispareunia) dengan vagina yang perih atau mengencang sehingga menyebabkan rasa sakit
  3. Rasa sakit saat memasang tampon
  4. Rasa sakit saat pemeriksaan ginekologis
  5. Kejang otot atau berhenti bernapas saat mencoba penetrasi

Intinya sih kamu akan merasa nggak nyaman saat ada benda-benda ‘asing’ saat memasuki area vaginamu. Kalau nggak segera diatasi, bakal mengganggu kehidupan seksual kamu bersama pasangan lho!

Ada beberapa faktor yang jadi penyebabnya. Salah satu faktor paling umum sih karena antisipasi rasa takut sakit yang berlebihan saat penetrasi pertama kali

Pengen sih, tapi takut 🙁 via www.everydayhealth.com

Banyak yang mengaku sakit saat berhubungan seksual pertama kali sudah tersugesti takut sakit sejak sebelum berhubungan seksual. Akibatnya ya area vagina pun turut tegang dan susah saat penetrasi. Secara umum, ini faktor-faktor yang jadi penyebab vaginismus.

Penyebab non-fisik:

  • Ketakutan atau antisipasi terhadap rasa sakit saat berhubungan, ketakutan akan kerobekan dan takut hamil
  • Gelisah atau stres berlebihan
  • Isu pada pasangan seperti kekerasan, menjauh secara emosional, ketidakpercayaan, kecemasan terhadap perasaan menderita, dan kehilangan kendali
  • Kejadian traumatis, misalnya pernah mengalami perkosaan atau sejarah kekerasan
  • Pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan, misalnya cara didikan atau paparan terhadap gambar seksual
  • Tanpa penyebab alias terjadi begitu saja

Penyebab fisik:

  • Kondisi medis, misalnya kelainan bentuk vagina
  • Pasca persalinan
  • Perubahan yang terkait usia
  • Rasa tidak nyaman sementara
  • Trauma pada pelvis
  • Sejarah kekerasan seksual di masa lalu
  • Efek samping pengobatan

Untuk lebih jelasnya, kalau terasa sangat sakit dan mengganggu lebih dari beberapa kali berhubungan, bisa konsultasikan ke dokter ya.

Tenang, sebelum melakukan tindakan terapi dan tindakan medis , cara ini bisa kamu terapkan sendiri di rumah agar aktivitas seksual bersama suami bisa berjalan mulus dan memuaskan

Pelan-pelan saja, pasti lama-lama terbiasa kok via www.huffingtonpost.com

Wajar sih kalau pertama kali berhubungan intim terasa sakit dan kurang nyaman. Dengan banyak percobaan dan latihan, lama kelamaan kamu dan pasangan bakal bisa menikmatinya. Selain mengeksplorasi macam-macam teknik yang nyaman buat kamu dan pasangan, memperpanjang waktu foreplay atau pemanasan serta menggunakan bantuan banyak pelumas khusus bisa jadi solusi.

Kalau rasa tak nyaman saat berhubungan seksual masih terasa mengganggu, beberapa cara medis bisa bantu atasi masalah vaginismus ini kok!

Senam kegel jadi salah satu terapi yang bisa kamu coba lho! via sehatunikmat.blogspot.co.id

Jangan khawatir karena ternyata ada beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa nggak nyamanmu saat berhubungan seksual. Vaginismus bisa diobati dengan terapi relaksasi vagina, terapi emosional dan dalam beberapa kasus berat dengan cara operasi.

Estrogen topikal yang dioleskan langsung pada vagina bagi perempuan yang sudah mengalami menopause atau latihan kendali pelvic floor (latihan Kegel)agar kamu terbiasa dengan objek yang masuk ke dalam vagina juga bisa jadi alternatif untuk mengatasi masalah vaginismus.

Operasi adalah pilihan lainnya yang digunakan untuk memperlebar vagina untuk beberapa kasus tertentu, sesuai anjuran dokter yang menangani.

Nah, jadi nggak usah takut dan khawatir kalau percobaan pertama dan kedua belum berhasil ya. Toh masih pengantin baru, minim pengalaman dan masih serba canggung dan bingung. Selama nggak ada rasa sakit berlebihan dan efek pasca berhubungan yang mengganggu, perbanyak latihan dan lebih rileks bakal bantu malam-malam ‘panas’ bersama suami jadi makin cihuy. Jika rasa sakit tak kunjung reda, nggak perlu ragu untuk berkonsultasi ke dokter ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya