Ketika mendengar kata-kata ‘menikah’ mungkin kamu akan membayangkan resepsi mewah yang menghabiskan banyak uang yang mana perlu waktu lama untuk mengumpulkannya. Mungkin terbesit keinginan untuk menikah sederhana saja dengan tamu undangan yang sedikit. Namun, harapan ini mungkin perlu kamu kubur dalam jika keluargamu menginginkan pernikahan adat dengan banyak tamu undangan. Apalagi jika di tradisimu ada beberapa hal yang diwajibkan untuk dilaksanakan.

Ternyata ada lo beberapa pernikahan adat di Indonesia yang menghabiskan uang yang cukup banyak bahkan hingga ratusan juta rupiah. Simak dulu yuk siapa tahu salah satunya adalah tradisi di daerahmu!

1. Pernikahan adat Bugis bisa menghabiskan dana hingga miliaran rupiah. Pasalnya ada banyak sekali tahapan yang mesti dilalui

Pengantin adat Bugis/ Credit: Warta Timur via wartatimur.com

Advertisement

Salah satu yang cukup populer dari pernikahan adat Bugis adalah uang Panaik yaitu mahar yang disesuaikan dengan garis keturunan, jenjang pendidikan, pekerjaan hingga kecantikan perempuan. Uang Panaik ini bisa mencapai Rp100juta lo. Selain uang tersebut, adat Bugis memiliki rangkain acara dari sebelum menikah, saat akad dan resepsi serta setelah menikah, masing-masing ada 5 tahapan yang harus melibatkan seluruh anggota keluarga dari dua belah pihak pengantin. Pun acara ini biasanya dibuat dengan meriah.

2. Mahar yang biasa ada di pernikahan Batak juga tak kalah mahal, ternyata selain itu masih ada dua hal wajib lainnya yang perlu dipenuhi

Pengantin Batak/ Credit: Genpi via www.genpi.co

Mahar di adat ini biasanya disebut Sinamot. Yang menjadi penentu sedikit banyaknya adalah jenjang pendidikan. Dilansir dari laman Atur Duit, biasanya Sinamot akan menghabiskan uang antara Rp50juta sampai Rp100juta. Selain uang Sinamot itu sendiri, pihak laki-laki juga harus memberikan kain ulos ke anggota keluarga perempuan. Karena biasanya menunjukkan tingkat sosial seseorang, kain yang diberikan haruslah kain dengan kualitas yang terbaik.

Seseorang yang menjadi penanggung jawab biaya pernikahan biasanya adalah pihak laki-laki. Padahal, di acara pernikahan adat Batak biasanya mencapai Rp83juta. Sehingga total jumlah biaya bisa mencapai hingga lebih dari Rp100juta.

3. Adat Banjar memiliki prosesi memberikan mahar yang akan digunakan sebagai ‘modal’ untuk kehidupan rumah tangga ke depannya

Pengantin Banjar/ Credit: The Bride Dept via thebridedept.com

Advertisement

Modal yang harus diberikan dari pihak laki-laki ke pihak perempuan biasanya dinamakan Jujuran. Uang yang diberikan ini tergantung pada beberapa hal seperti latar belakang keluarga, permintaan orang tua hingga kecantikan yang dimiliki oleh sang perempuan lo. Hmm. Kisaran uang ini adalah antara Rp5juta hingga Rp10juta. Selain itu, prosesi pernikahan di Banjar juga panjang dan melibatkan banyak orang selain keluarga pengantin itu sendiri.

4. Prosesi pernikahan di Bali biasanya sarat akan kesan sakral namun tetap mewah dan meriah. Biaya yang mesti dikeluarkan ternyata tak main-main lo

Pernikahan Bali/ Credit: Diktat Photography via www.instagram.com

Pernikahan di Bali biasanya sakral karena melalui banyak prosesi, mulai dari proses perkenalan antar keluarga hingga resepsinya. Pernikahan ini menjadi mahal juga karena berbagai perlengkapan yang dibutuhkan saat acara mulai dari busana pengantin yang dipakai lengkap dengan aksesorinya hingga berbagai sesajen serta dekorasi yang ternyata harganya bisa mencapai Rp10juta.

5. Perempuan di Minang adalah seseorang yang biasanya akan melamar lebih dulu. Biayanya juga termasuk mahal

Pengantin Minangkabau/ Credit: Takaitu via www.hipwee.com

Sebelum sah menikah, pihak keluarga perempuan akan melamar ke pihak laki-laki. Di saat inilah akan ada biaya-biaya pertunangan yang terdiri dari cincin dan seserahan. Selain itu juga ada prosesi seperti Babako-Babaki yang dilaksanakan sebelum resepsi. Prosesi pernikahan hingga resepsi di Minang bisa menghabiskan biaya hingga Rp150juta lo. Ingat, soal angka tentu kembali ke kesepakatan masing-masing keluarga ya!

6. Pernikahan adat Sasak di Lombok diawali dengan penculikan calon pengantin perempuan dan tawar menawar setelahnya

Suku Sasak/ Credit: Brilio via m.brilio.net

Laki-laki adat Sasak di Lombok yang ingin menikahi seorang perempuan harus menculiknya terlebih dulu lalu mengabarkan keluarga perempuan bahwa anaknya di rumahnya. Setelah itu akan terjadi tawar menawar dalam menentukan mahar. Semakin jauh maka semakin mahal pula maharnya bahkan hingga puluhan juta. Namun mahar ini tidak diberikan dalam bentuk uang melainkan kerbau dan beras.

Walaupun masih banyak yang mengikuti berbagai rangkaian acara tersebut, ternyata ada juga yang mulai berpikir realistis untuk menikah dengan lebih sederhana. Namun, meskipun demikian hal ini jangan dijadikan beban untukmu yang ingin menikah dengan konsep adat ya.

Kalau pernikahan adat di daerah kamu seperti apa?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya