Melihat beberapa kiriman di Instagram, beberapa orang terlihat bahagia bersama pasangan dalam mempersiapkan  pernikahan. Senyum lebar sambil menjajal menu katering atau mengganti-ganti memilih make-up yang cocok. Bahkan membuat polling kira-kira warna yang mana yang lebih cocok dengan konsep pernikahan outdoor. Mungkin di benakmu, kamu tak sabar untuk mempersiapkannya juga. Padahal bisa jadi di balik itu semua banyak perjuangan yang dilakukan lo.

Hipwee Wedding berhasil menghubungi beberapa wanita yang sedang dan telah melangsungkan pernikahan. Mereka akan memberikan gambaran realistis padamu bagaimana sebenarnya persiapan ini berlangsung lengkap dengan masalah dan solusinya. Simak sampai habis ya!

1. Meskipun pernikahan masih jauh atau belum ada tanggal, survei-survei dan perencanaan lainnya sudah perlu mulai dilakukan, apalagi keinginannya beda begini

Hadeh, berantem terus via www.foryourmarriage.org

Advertisement

“Nikahanku masih tahun depan, tapi ribetnya sudah dari sekarang. Soalnya nanti kami juga mau ada ngunduh mantu. Meski tanggal belum ada, aku sudah mulai nyicil nge-list vendor dengan rate yang masuk di aku. Inginnya cari yang semurah mungkin tapi bisa bagus, malah ngincer semua vendor yang bisa custom karena bujetnya nggak banyak juga sih.”

“Keselnya, pacarku masih diem-diem bae, mungkin karena masih jauh. Makanya, setiap lagi bahas masalah pernikahan pasti kami geger. Aku yang antusias sendirian, padahal dia yang minta. Huft. Belum apa-apa saja, ibu pacarku sudah minta macam-macam, belum lagi dari pihak keluargaku sendiri. Parahnya lagi keluargaku dan pacarku beda banget persepsinya, jadi harus nyamain dulu dan itu PR banget, mesti pelan-pelan dijelasin dari sekarang.”

Lea – Sales fintech yang nggak dibayar

2. Walaupun mengurus pernikahan penting, jangan lupa menjaga kesehatan. Kalau bisa jangan stres ya daripada jerawatan pas hari-H 🙁

Advertisement

“Perbedaan adat, budaya dan kepercayaan ada terus bahkan di H-1 nikah. Meski nggak sampai berantem, kedua keluarga pasti pada bisik-bisik soal konsep yang bahkan sudah matang. Persoalan katering juga rawan konflik karena kedua keluarga pengennya merajakan tamu. Di hari-H menjelang nikah boro-boro mikirin spa, pijit atau totok wajah, mandi aja kayak nggak sempet. Ada aja yang kurang, muka tiba-tiba jerawatan padahal mau make-up lah, badan kurang fit lah.”

“Solusinya pasrah sama Tuhan saja kalo memang harinya sudah deket. Hanya dengarkan komplain atau saran dari orang tua dan keluarga inti, apa kata pak dhe bu dhe mah cuekin aja. Siapin mental dengan banyak komunikasi sama pasangan. Tetap makan sehat, kalo perlu minum suplemen buat daya tahan tubuh karena akan lelah banget.”

Silvya – Mamah muda

3. Hal ini akan lebih ribet jika kamu dan dia awalnya memiliki keyakinan yang berbeda. Tapi, jika mau berusaha semua akan indah pada akhirnya~

Berbeda keyakinan via www.shutterstock.com

“Persiapan menikahku nggak ada yang indah-indah kayak di Bride Story. Proses persiapan pernikahanku bisa dibilang berbeda dengan pasangan lainnya. Ada banyak hal yang perlu di-clear-kan terkait birokrasi yg cukup rumit dan nggak instan karena aku dan keluargaku berbeda keyakinan. Kami bahkan sudah mengusahakannya sejak beberapa tahun lalu, mulai dari mediasi sampai konsultasi ke sana-sini. Bersyukur sekarang sudah beres dan kami tinggal mengurusi printilan-printilan lain yang nggak perlu dipikir terlalu saklek, termasuk pre-wedding dan semacamnya. Sederhana aja karena keribetan terbesar kami justru masalah birokrasi. Selebihnya, ngalir dan semampunya saja.”

Meily – Penyintas beda keyakinan

4. Menyiapkan pernikahan dengan lokasi yang berbeda juga cukup menguras tenaga lo. Beruntung kalau pasanganmu manut saja

“Persiapan nikah aku memang cukup ribet dan stressful karena waktu itu suami di Jogja, aku di Palangkaraya dan nikahnya di tempat aku. Semua vendor nikahan kami, aku dan orang tua yang cari. Untung suami dan keluarga suami manut aja, paling bantu beli seragam keluarga saja di Jogja. Bagian paling ribet paling pas ngurus surat dan berkas-berkas pernikahan. Banyak berantem juga karena banyak salah komunikasi (terbatas kan cuma telepon dan Line), untungnya semua bisa teratasi karena orang tua kami enak dan kompak.
Tapi seandainya bisa mengulang, mungkin akan ada banyak hal yang nggak akan aku lakukan, misalnya ngeyel dan gampang panik, haha~”

Raisa Angelin – Editor

5. Walaupun jauh juga, kamu tetap bisa komunikasi dengan vendor melalui bantuan orang ketiga yang kamu percaya. Kalau di kasus ini sih saudara

Minta tolong saudara via www.topweddingsites.com

“Aku ngerasain banget gimana beratnya perjuangan nyiapin semua dengan beban kewajiban sebagai pekerja kantoran. Belum lagi kesibukan lain di komunitas dan diriku sendiri sebagai anak kos. Jadi, aku jauh dari kampung halaman tempat melangsungkan pernikahan.”

“Setelah penentuan tanggal pernikahan, aku langsung bikin list vendor apa aja yang kira-kira aku butuhkan. Selanjutnya, mulai cicil apa yang kira-kira bisa dicicil. Paling penting mulai cari gedung dan katering. Ini PENTING karena biasanya gedung dan katering adalah vendor yang paling cepat booked. Jadi begitu tahu tanggal langsung saja DP. Jangan segan juga minta bantuan ke calon suami dan saudara yang ada di sana. Jangan lupa juga me-manage stresmu ya.”

Darin Rania – Arek Ngalam yang ngantor di Jogja

Meskipun terkesan ribet, jika dilakukan satu demi satu dengan perencanaan yang baik, hasilnya akan memuaskan kok. Atau kalau kamu nggak mau lebih ribet, kamu bisa menggunakan jasa wedding organizer. Tapi, siap-siap mengeluarkan uang lebih ya.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya