Bagi sebagian orang, mengeksplorasi berbagai jenis kegiatan seksual merupakan kesenangan tersendiri. Mulai dari gaya bercinta, fantasi, hingga fetish dan kecenderungan terhadap kepuasan pribadi. Salah satunya adalah BDSM. Buat kamu yang belum tahu, dikutip dari laman Kompas, BDSM secara sederhana mencakup ekspresi seksual yang melibatkan permainan peran budak dan penguasa, menggunakan peralatan seperti tali dan borgol untuk menunjang penguasaan, dan melibatkan kekerasan sebagai cara untuk meraih kepuasan seksual.

Uwh, kedengaran sangat panas nan liar kan bak film dewasa?

Terkenal dengan menggunakan alat bantu seks tertentu dan menonjolkan adegan kekerasan, gaya bercinta BDSM kerap dianggap sebagai sebuah kelainan. Namun tak dapat dimungkiri bahwa hal tersebut selalu menarik rasa penasaran. Nah, bagi kalian yang penasaran dan tertarik mencobanya bersama pasangan, jangan terburu-buru! Yuk, simak baik-baik ulasan ini dulu~

1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta kesepakatan pasangan terlebih dahulu, jangan mengajaknya secara tiba-tiba

Ilustrasi BDSM via www.amazon.com

Karena BDSM merupakan aktivitas seksual yang hingga saat ini masih tabu dan menjadi pro-kontra di kalangan masyarakat, alangkah baiknya jika kalian mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan pasangan sebelum melakukannya. Pastikan pasangan sama-sama sepakat untuk mencoba dan melakukan hal tersebut.

Jangan sampai secara tiba-tiba kalian meminta pasangan untuk melakukannya tanpa sepengetahuan dan kesepakatan yang telah dibicarakan sebelumnya. Perlu dicatat, tak semua orang merasa nyaman dengan BDSM ketika melakukan hubungan seksual. Itulah pentingnya komunikasi dengan pasangan. Pun jika dilakukan, tetap perhatikan rambu-rambu keamanannya ya.

2. Jika pasangan sama sekali belum ada gambaran tentang apa itu BDSM, nggak ada salahnya mengajaknya nonton videonya terlebih dahulu

Ajak pasangan untuk mencari tau apa itu BDSM via www.youtube.com

Tak cukup hanya dengan bertanya apakah pasangan mau untuk melakukan BDSM, alangkah baiknya juga jika kalian juga mengajak pasangan untuk sama-sama mencari tahu tentang hal tersebut. Terlebih jika pasangan kalian sama sekali tak memiliki pandangan apapun terhadap BDSM.

Carilah waktu-waktu yang tepat untuk mengeskplorasi segala macam seluk beluk tentang BDSM, seperti misalnya waktu menjelang tidur, atau bisa juga setelah selesai melakukan hubungan seksual. Kalian pun dapat menggunakan video untuk memperoleh gambaran bagaimana sensasi melakukan kegiatan tersebut.

3. Jika sudah sama-sama sepakat, putuskan bersama perihal konsep atau alat bantu apa yang akan digunakan

Alat-alat yang digunakan ketik BDSM via www.amazon.com

Tak dapat dimungkiri, bahwa BDSM kental dengan alat bantu seks guna mencapai kepuasan bersama. Tak cukup sampai di situ, kecenderungan dalam bercinta ini juga seringkali dilakukan dengan berbagai macam konsep. Sebagai pemula, kalian bisa memilih alat-alat yang paling kerap digunakan seperti kemoceng, penutup mata, dan juga tali. Jangan tergesa-gesa menggunakan alat lainnya daripada malah membuat pasangan tidak nyaman.

Selain itu, kalian juga bisa mencoba roleplay dengan kostum sederhana seperti outfit kantor, perawat, atau mungkin bisa juga polisi. Jika nanti sudah sama-sama nyaman, kalian bisa mengembangkannya sendiri sesuai dengan fantasi bersama.

4. Usahakan untuk melakukan hubungan seksual gaya BDSM dengan pelan-pelan dan nikmati setiap prosesnya

Alat bantu seks BDSM via www.womenshealthmag.com

Melansir dari laman womens health magazine, penting untuk melakukan proses BDSM dengan perlahan-lahan untuk pertama kalinya. Hal ini benar-benar perlu diperhatikan karena seringkali banyak pasangan akan lupa jika mereka telah berada di atas ranjang. Pada hal semacam ini, prinsip utamanya adalah semakin kaya pengalaman, maka akan semakin terlatih pula kemampuan kalian.

Selain itu, adanya tujuan untuk tetap melakukan BDSM dengan pelan-pelan adalah agar tak melampaui batas. Sehingga, pasangan tetap merasa nyamn dan mau untuk melakukannya kembali. Kalau salah satu malah merasa tersiksa, itu bukan kepuasan dong namanya!?

5. Diawali dengan komunikasi, jika sudah selesai jangan lupa juga untuk mengakhirinya dengan berkomunikasi kembali

Mengakhiri dengan komunikasi via www.elitereaders.com

Hal terakhir yang perlu diperhatikan dan tak boleh terlewatkan adalah berkomunikasi kembali setelah selesai melakukan hubungan seksual dengan gaya BDSM. Seringkali, setelah merasa puas dan lelah, orang-orang akan memilih untuk langsung tidur tanpa sepatah kata. Padahal, komunikasi, terlebih setelah mencoba hal yang benar-benar baru itu merupakan langkah yang begitu penting.

Dari komunikasi ini, kalian bisa saling mengungkapkan apa yang dirasakan terhadap pasangan selama mencoba hal tersebut. Seperti misalnya, bagian apa yang membuat gairah lebih naik, atau mungkin malah bagian mana yang tidak disukai, sehingga ke depannya bisa menjadi evaluasi bersama-sama ketika ingin melakukan hal yang sama.

Memang, BDSM terkenal sebagai perilaku seksual yang berada di luar batas wajar. Namun, jika dilakukan dengan kesepakatan bersama atas dasar keputusan bersama juga, hal tersebut bisa menjadi pengalaman seksual yang patut untuk kalian rasakan dengan pasangan tercinta. Yang penting ingat, tak boleh sampai ada yang tersiksa apalagi terluka berujung bahaya ya~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya