“Lah, si A kok bisa banget sih nikah sama si B? Nggak nyangka, lo!”

“Nggak nyangka gimana?”

“Ya, tahu sendirilah, tampangnya si A kan biasa-biasa aja. Nggak serasi gitu lo, sama B yang cantiknya kayak model itu…”

Sekali dua kali dalam hidup kita, pasti pernah kan mendengar percakapan nyinyir macam ini. Atau jangan-jangan, kamu pun pernah keceplosan berkomentar demikian saat melihat pasangan yang suaminya terlihat biasa-biasa saja dibandingkan istrinya? Nggak apa-apa, selama itu nggak kamu lontarkan ke media sosial sih harusnya nggak ada yang terluka. Paling ya nambah-nambahin aura negatif untuk diri sendiri saja, hehe.

Advertisement

Punya suami bertampang biasa sedangkan si istri cantiknya luar biasa memang riskan mengundang komentar banyak orang. Padahal nih, menurut para ahlinya faktanya kebanyakan para istri cantik memang justru nggak terlalu memikirkan soal penampilan ketimbang ‘isinya’. Kenapa demikian? Mari kita simak ulasannya kali ini baik-baik~

1. Dilansir dari laman Live Science, riset terbaru mengungkapkan bahwa pasangan yang istrinya secara fisik terlihat lebih menarik dibanding suami merupakan pasangan yang lebih positif dan suportif

Cinta memang nggak ada yang tau ya~ via www.pexels.com

Alasan di balik kenapa istri cantik lebih tertarik pada yang biasa saja dicurigai para ahli karena para pria tersebut menjunjung tinggi nilai kecantikan sang istri, sedangkan para perempuan leih peduli pada suami yang lebih suportif dan perhatian. Hmm, kalau ini kamu pasti setuju kan kalau karakter oke memang lebih menarik daripada sekadar ‘ganteng’ doang?

2. Para ahli riset tersebut sadar betul, ‘cantik’ itu sangat relatif. Tapi hasil studi menunjukan, pasangan ‘beauty and the beast‘ ini menunjukan kecenderungan standar cantik yang serupa

Yang begini pun sampai viral. Seaneh itu apa ya? via www.tribunnews.com

Menyadari bahwa cantik itu sangat relatif, para ahli pun meneliti lebih seksama. Yang mengejutkan adalah hasil-hasil studi yang dilakukan menunjukkan kalau ada semacam standar universal yang berlaku dalam soal perjodohan ini, seperti mata yang besar, ‘baby face’ wajah yang simetris sampai besaran rasio pinggang yang berlaku secara spesifik jika dibanding cowok versus cewek.

3. Jika penelitian sebelumnya menunjukkan, kalau seseorang yang menarik hanya menarik lawan jenis menarik lainnya, dalam penelitian terbaru ini terlihat bahwa banyak pasangan menikah yang mulai mengesampingkan hal ini

Banyak banget nih kisah viral cowok biasa dengan cewek bule syantik via nakita.grid.id

Advertisement

Penelitian sebelumnya menunjukkan kalau si cantik hanya menarik si ganteng, demikian pula sebalinya. Studi ini nyatanya hanya berbasis pada pasangan baru, di mana penampilan jelas jadi hal terutama, menurut ilmuwan James McNulty dari University of Tennesse. Tapi peran ‘ketertarikan fisik’ dalam hubungan pernikahan yang berjalan langgeng masih menjadi misteri. Dalam studi terbaru, yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology bulan Februari, mengungkap penampilan tetap menjadi daya tarik utama saat pertama bertemu, meski tentu dengan cara yang berbeda bagi masing-masing individu.

4. Sebuah penelitian dilakukan untuk membuktikan pernyataan ini. Pada akhirnya, pasangan dengan suami bertampang biasa dan istri cantik terbukti lebih bisa berdiskusi dengan positif

Nah ini juga sempat viral nih! via surabaya.tribunnews.com

Tim riset McNulty melakukan riset pada sekita 82 pasangan menikah yang telah bersama sedikitnya 6 bulan dan sebelum menikah sudah berkencan sekitar 3 tahun sebelum menikah. Rentang usianya sekitar 20-an tahun. Dalam riset tersebut, terungkap bahwa pasangan dengan istri lebih cantik memiliki pasangan yang memberikan feedback lebih positif dalam diskusi.

Dalam diskusi tersebut, 82 pasangan diberikan masing-masing topik permasalahan untuk didiskusikan. Melalui diskusi yang didokumentasi video tersebut, akan dicari pasangan suami mana yang lebih suportif pada isu pasangannya. Seperti gol hidup lebih sehat, menemukan pekerjaan baru sampai berolahraga lebih sering. Para suami negatif cenderung berkata “Itu masalahmu, apa urusanku? Urus sendiri.” Sedangkan pria dengan respon positif rata-rata menjawab “Aku di sini untukmu, apa yang bisa kulakukan untuk menolongmu?”

5. Pada akhirnya, hasil riset membuktikan kalau pasangan suami istri bisa bersikap lebih positif saat sang perempuan punya penampilan menarik. Sekali lagi, ini menurut hasil penelitian dan nggak bisa dipukul rata pada semua kasus lo

Tampang mah urusan belakangan yak via mic.com

Hasil riset ternyata cukup beralasan ketika para pasangan dengan istri lebih cantik memiliki kecenderungan membina hubungan yang lebih positif. Ariely, profesor perilaku ekonomi dari MIT, Program in Media Arts and Sciences and Sloan School of Management mengungkapkan bahwa para pria memiliki kecenderungan lebih sensitif pada penampilan menarik perempuan, sedangkan para perempuan lebih sensitif pada tinggi badan pria dan gajinya.

Pada kasus pria yang secara fisik lebih menarik daripada sang istri ditemukan kalau rata-rata hubungannya kurang suportif terhadap satu sama lain. McNulty mencurigai ini diakibatkan para istri menjadi cerminan sang suami, di mana mereka mendapat dukungan yang rendah juga dari sang suami.

6. Kesimpulannya, penampilan fisik yang super menarik bukan jadi prioritas nomor satu bagi para istri dalam memilih suami. Mereka cenderung lebih mencari yang memberi dukungan dan kenyamanan saja

Yang penting sayang anak istri, Itu yang penting~ via unsplash.com

Lebih lanjut, McNulty mengungkapkan bahwa kebanyakan pria dengan tampang biasa-biasa saja merasa bahwa ketika mereka mendapatkan istri cantik, mereka mendapatkan ‘lebih’ daripada yang mereka harapkan sehingga menjadi terpacu untuk lebih baik dan bekerja lebih keras untuk menjaga hubungan tersebut. Berbeda kalau para suaminya yang lebih menarik, yang ada kecenderungan akan merasa ‘rumput tetangga jauh lebih hijau’ sehingga kurang puas dan ogah-ogahan menjaga hubungan mereka. Jadi jelas kan, kesimpulannya, kenyamanan dan dukungan dari pasangan itu jauh lebih penting bagi para perempuan, sehingga urusan menarik secara fisik dinomorduakan.

Jadi, sudah paham kan sekarang kenapa pasangan itu nggak melulu harus sama-sama menarik untuk bisa bersama. Terkadang, yang terlihat nggak match malah lebih bahagia ketimbang yang kata orang ‘cocok nih!’. Ya, pada akhirnya sih, pasangan yang terbaik adalah pasangan yang bisa menerima dan saling mencintai apa pun keadaannya. Bukankah begitu, teman-teman?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya