Semenjak maraknya invasi kebudayaan populer Korea Selatan atau yang sering disebut K-Pop Invasion, berbagai hal yang berkaitan dengan negara yang satu ini menjadi banyak diadaptasi. Makanya tak heran jika belakangan banyak ditemukan hal unik berkaitan dengan K-Pop di hajatan seperti pernikahan, mulai dari tarian girl band yang ditiru untuk memeriahkan acara hingga seserahan berupa album BTS. Namun, budaya Korea dalam pernikahan ini kebanyakan masih dipadukan dengan konsep adat di Indonesia atau internasional.

Dilansir dari Runaway Juno dan beberapa sumber lainnya, tradisi pernikahan di Korea Selatan sendiri ternyata juga tak kalah rumitnya dengan pernikahan adat di Indonesia lo. Tapi ingat, ini adalah pernikahan adat tempo dulu, yang mungkin akan sedikit berbeda dengan sekarang yang lebih modern, bahkan ada yang menikah secara negara (dan agama) saja.  Jika kamu penasaran, kita simak yuk beberapa prosesinya!

1. Dalam sesi sebelum pernikahan dilangsungkan, biasanya diadakan Samulnori yaitu permainan perkusi tradisional dengan empat instrumen. Hal ini juga dilanjutkan dengan sebuah tari kipas

Tari Kipas/ Credit: Smithsonian Mag via www.smithsonianmag.com

2. Acara dilanjutkan dengan Chin-young-re dimana keluarga pengantin perempuan menyapa pengantin laki-laki. Mempelai laki-laki akan memasuki venue pernikahan dengan seorang Girukabi, orang yang membawa angsa sebelum diberikan ke mempelai

Memasuki area dan menyerahkan angsa/ Credit: Jiyeon Juno Kim via runawayjuno.com

Advertisement

Acara biasanya dilangsungkan di halaman rumah pengantin perempuan.

3. Pengantin laki-laki dalam prosesi Jeon-an-rye akan menaruh angsa kayu pada meja dan membungkuk kepada mertua perempuan. Lalu angsa kayu ini akan dibawa ke dalam rumah

Diserahkan ke ibu mertua/ Credit: Jiyeon Juno Kim via runawayjuno.com

Dulu angsa yang dibawa merupakan angsa liar yang hidup, sekarang angsa tersebut diganti dengan kayu. Angsa ini juga sebagai simbol teman hidup yang berjanji saling mencintai dan tidak mencari ganti jika kehilangan pasangannya.

4. Pasangan kemudian akan saling bertemu dan membungkuk. Prosesi ini bernama Gyo-bae-rye dimana mempelai laki-laki berada di sisi timur dan perempuan di sisi barat. Ada juga orang yang ditunjuk untuk mencuci tangan pengantin

Dicuci tangan lalu membungkuk/ Credit: Jiyeon Juno Kim via runawayjuno.com

Tikar digelar di halaman, pengantin laki-laki membungkuk kemudian dua pengantin berdiri di tikar saling berhadapan. Kemudian pengantin perempuan membungkuk dua kali dan pengantin laki-laki membalas sekali. Setelah pengantin perempuan membungkuk lagi dua kali, pengantin laki-laki membungkuk rendah hingga berlutut.

5. Acara dilanjutkan dengan Hap-geun-rye, acara minum anggur beras dan makanan ringan. Mereka juga akan meminum dari labu gayung dan saling bertukar minuman tersebut

Meminum labu gayung/Credit: Cultural Heritage Diaries via culturalheritagediaries.blogspot.com

6. Setelah prosesi pengantin selesai, kedua mempelai akan menghadap ke masing-masing keluarga dan tamu yang datang lalu membungkuk dalam prosesi Seong-hon-rye

Membungkuk ke tamu dan keluarga/ Credit: Jiyeon Juno Kim via runawayjuno.com

7. Sama seperti acara pernikahan pada umumnya, acara berikutnya adalah pengambilan foto pengantin dengan teman-teman dan juga keluarga

Hasil foto bersama/ Credit: Jiyeon Juno Kim via runawayjuno.com

8. Selain acara-acara di atas, ada juga Pyebaek yang merupakan acara khusus untuk anggota keluarga. Untuk upacara, keluarga perempuan menyiapkan jujube (kurma Korea) dan kacang kastanye yang melambangkan keturunan

Pyebaek/ Credit: Tie The Knot Wedding House via tietheknotweddinghouse.com

Advertisement

Meskipun sekarang semakin banyak yang memilih memakai konsep pernikahan internasional, tapi konsep pernikahan tradisional Korea Selatan ini juga cukup menarik dilakukan, terutama di tempat wisata. Tidak beda jauh ya rumitnya dengan pernikahan adat di Indonesia~

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya