Kehamilan adalah salah satu momen ajaib yang ditunggu-tunggu oleh sebagian pasangan yang telah menikah. Tak peduli sang ibu bekerja di rumah atau memilih untuk ngantor, para ibu kini punya masing-masing cara untuk menikmati kehamilan mereka. Buat para ibu pekerja kantoran, salah satu momen kehamilan yang kerap ditunggu-tunggu adalah cuti melahirkan.

Yup, selama setidaknya 3 bulan kantormu wajib memberikan izin untukmu beristirahat dan berfokus ngemong sang buah hati. Kadang ada yang sudah cuti jauh-jauh hari sebelum HPL, ada pula yang sengaja mepet-mepet HPL. Nah, serunya…apakah kesempatan cuti melahirkan itu seindah cuti-cuti liburan lainnya? Simak yuk, 7 ekspektasi versus realitas emak-emak cuti melahirkan versi Hipwee berikut ini!

1. Maunya sih istirahat seharian, leyeh-leyeh sesukanya. Faktanya hampir tiada hari tanpa keluhan. Entah kram kaki sampai sakit pinggang

2. Jelang HPL, kontraksi palsu makin sering datang. Ekpektasinya sih cuti = asyik jalan-jalan mumpung belum ada si kecil. Faktanya, seringan panik dikira udah mau lahiran

Ulala~ via www.hipwee.com

3. Hari-hari jelang HPL terasa panjang dan bikin deg-degan. Apalagi kalau sampai ternyata molor dari perkiraan. Niat mau liburan, eh malah putar otak cari cara mempercepat lahiran

Pusing loh ini via www.hipwee.com

4. Sebelum cuti, sudah diniatkan maraton film seharian. Faktanya, baru nonton setengah film sudah ketiduran. Nggak ngapa-ngapain malah bikin ngantuk!

Maunya sih nonton 4 film, tapi… via www.hipwee.com

5. Dikira siap-siap buat menyambut sang buah hati bakal seindah gambar-gambar di pinterest. Ternyata…hmm, capek juga ya?

Rame! via www.hipwee.com

6. Cuti lahiran sama dengan liburan? Hmm…Anda salah, Ferguso. Kenyataannya, setelah sang bayi lahir jam tidurmu bakal makin bercanda

Bobo cantik hanya di angan via www.hipwee.com

7. Hari-hari terasa melelahkan bersama sang buah hati yang bisanya cuma nangis dan minta susu di bulan-bulan pertama. Mulai deh kangen ngerumpi sama teman-teman sekantor…

Kangen juga ternyata jokes receh orang kantor via www.hipwee.com

Advertisement

Tiga bulan cuti memang bukan waktu yang singkat, oleh karena itu pergunakanlah dengan bijak dan sebaik-baiknya. Ya namanya juga lahiran, pasti ada lah bagian-bagian yang bikin jengah dan capek luar biasa. Yang penting, dinikmati saja selagi bisa. Toh semua momen nggak akan bisa kamu ulang lagi kan? Apalagi nanti kalau sudah masuk kerja, akan ada tuh masa-masa kamu kangen seharian di rumah saja bersama si kecil. Nikmati setiap waktumu dan ketawain aja hal-hal melelahkan yang kamu alami. Semangat!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya