Jalan Keluar Buat Ibu yang Sulit Nahan Emosi, Bentak Anak Biar Nurut Bukan Solusi

bahaya bentak anak

Menjadi seorang ibu dan memiliki anak sering kali membuat emosi dalam diri menjadi tak terkendali. Apalagi, banyak tugas yang ‘katanya’ jadi tugas istri, mulai dari pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mengurus suami dan anak, hingga hal remeh-temeh lainnya. Menjadi seorang istri menuntut ibu untuk bisa multitasking. Bisa masak sambil menggendong anak, ngepel dan nyapu rumah hanya dengan satu tangan, harus bisa curi-curi waktu ketika anak tidur, bahkan untuk makan dan ke kamar mandi pun harus bisa secepat kilat. Duh, ibu memang Wonder Woman keluarga!  

Di balik sibuknya menjadi ibu yang harus mikirin dan ngerjain segala hal yang kebanyakan sendirian, tak jarang di saat lelah dan anak mulai berulah, secara sadar atau tidak, si kecil menjadi sasaran untuk meluapkan kelelahan itu. Bentakan, teriakan, dan kemarahan pun diluapkan kepada anak. Si abang yang nggak mau mengalah dari si adik menjadi sasaran. Si adik yang suka usilin kakaknya pun harus rela kena semprot. Seketika rumah jadi pecah kalau ibu udah marah-marah. Susah sih mengontrol emosi, tapi coba deh tarik napas panjang dan tahan diri.

Sebelum gegabah meluapkan emosi, perlu diketahui bahwa setiap anak terlahir dengan sifat, karakter, dan keistimewaan yang berbeda-beda. Tentunya, cara mendidik masing-masing anak pun berbeda pula. Dalam mendidik anak ini, tak jarang emosi ibu lebih mendominasi saat si kecil tidak mau nurut. Kemudian, membentak anak dianggap sebagai salah satu cara dalam mendidik agar si anak mau menuruti perkataan ibu. Masa sih begitu?

Saat anak salah, ibu sebaiknya jangan langsung memarahinya. Ada risiko yang ditimbulkan lo dari membentak si kecil

Anak dibentak

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lise Eliot, seorang profesor ilmu saraf dari Fakultas Kedokteran Chicago, satu bentakan itu dapat merusak miliaran sel-sel otak pada anak. Hal ini terjadi terutama pada anak yang otaknya masih dalam pertumbuhan, yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan). Suara keras dan bentakan yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh pada anak.  Sebaliknya, ketika ibu memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak anak terbentuk dengan indah.

Dari hasil penelitian itu dapat dikatakan bahwa ketika ibu marah kepada anak, hal ini dapat mempengaruhi perkembangan otak mereka. Nggak mau kan, niatnya mendidik, tapi malah memberikan dampak buruk terhadap perkembangan mereka? Jadi, coba deh mulai untuk menghilangkan kebiasaan membentak dari sekarang. 

Selain dapat mempengaruhi perkembangan otak anak, membentak juga memiliki dampak bagi kepribadian anak lo!

Memengaruhi kepribadian

Ketika miliaran sel otak pada anak rusak yang disebabkan oleh bentakan, hal ini memang tidak dapat terlihat secara langsung. Sebab, sel-sel yang rusak terdapat di dalam tubuh dan tidak mungkin dapat terlihat secara langsung tanpa bantuan alat pendeteksi. Meskipun begitu, dampak dari membentak anak ini dapat dilihat secara langsung dari kepribadian yang dimiliki oleh sang anak.

Vera Itabiliani Hadiwidjojo, S.Psi, pakar psikolog anak dan remaja mengatakan, dampak dari membentak anak dapat merusak hubungan antara orang tua dan anak. Selain itu, dapat juga  menimbulkan rasa takut bagi anak ketika ia berdekatan dengan orang tua sehingga tidak ada lagi kehangatan dan kedekatan antara ibu dan anak yang tercipta.

Membentak juga dapat membuat si anak menjadi pribadi yang menutup diri. Hal inilah yang membuat apa yang dimaksudkan atau apa yang ingin disampaikan oleh sang anak tidak sampai kepada orang tuanya. Dalam artian, anak lebih memilih untuk memendam apa yang ia rasakan ketimbang menyampaikannya secara langsung kepada orang tuanya. 

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini