Sebagai orang dewasa apalagi yang sudah menikah, gairah seksual bisa muncul kapan saja. Banyak anggapan yang menyebutkan bahwa saat suami sedang ingin berhubungan seksual, sang istri wajib melayani tak peduli apapun kondisinya. Tapi tidak pula sepenuhnya kamu harus setuju kok, apalagi jika sedang dalam keadaan yang berisiko seperti pasca melahirkan misalnya.

FYI, pasca melahirkan seorang ibu akan mengalami masa nifas yang berlangsung kurang lebih selama 6 minggu. Di saat seperti inilah, seorang suami harus sabar menunggu karena ada risiko-risiko yang dapat membahayakan sang istri. Bahkan di beberapa kasus, ada perempuan yang sampai meregang nyawa jika nekat dipaksa berhubungan intim lo. Jadi, sebaiknya apa yang harus dilakukan jika hasrat seksual tak terbendung di masa nifas? Baca ulasannya berikut ini sampai habis ya!

1. Dengan banyaknya pendarahan, kuman yang ditransfer berpotensi berkembang biak dan menyebabkan infeksi pada sang ibu lo

Bakteri lebih mudah berkembang via www.arah.com

Dilansir dari laman Klik Dokter, saat masa nifas banyak darah yang keluar untuk meluruhkan jaringan sisa-sisa melahirkan. Proses ini berpotensi menjadi media berkembangnya kuman yang akhirnya menyebabkan infeksi. Kuman yang ditransfer selama melakukan hubungan seksual juga berpotensi untuk berkembang biak dengan mudah. Hati-hati, kalau mulai ada tanda-tanda demam dan pendarahan yang tak kunjung berkurang, jangan-jangan kamu sedang terinfeksi!

2. Sampai 40 hari pasca melahirkan, jahitan belum kering benar. Masa mau ‘dirobek’ gara-gara nekat berhubungan? Duh, ngilu~

Masa harus dijahit lagi? via unsplash.com

Masa nifas merupakan masa pemulihan. Jahitan saat melahirkan normal biasanya belum sembuh sempurna pada masa-masa ini. Jika terjadi gesekan biasanya akan menyebabkan risiko seperti robeknya jahitan tersebut. Duh, memang tega istri belum sembuh sempurna sudah harus menanggung sakit yang lebih parah di bagian yang sama? Yang harusnya hanya menunggu sampai 40 hari, bisa jadi malah sakit yang baru menambah lamanya pemulihan ini.

3. Yang paling parah, jika berhubungan seksual dilakukan sebelum selesai masa nifas, ada kemungkinan sang perempuan berisiko meninggal

Risikonya sangat bahaya via unsplash.com

Dilansir dari Dokter Sehat terdapat kasus di West Yorkshire, Inggris pada seorang wanita berumur 22 tahun 29 hari diketahui meninggal karena berhubungan intim setelah melahirkan normal 8 dan 5 hari sebelumnya. Dilansir dari laman yang sama, menurut dr. Noviyanti SpOG dari rumah sakit Mayapada, Tangerang, pasangan yang berhubungan intim di masa nifas memiliki kemungkinan menyebabkan munculnya embolli pada pembuluh darah.

Embolli adalah gelembung udara yang memungkinkan terjadinya penyumbatan pada peredaran darah, akhirnya tubuh kekurangan oksigen dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan termasuk kematian.

4. Tapi tenang, di masa nifas berhubungan seksual tetap bisa dilakukan kok. Tapi jangan sembarangan ya!

Biar sama-sama bahagia via unsplash.com

Namanya juga gairah, biasanya tidak bisa dilawan. Jika hal ini terjadi sebaiknya sampaikan dengan cara komunikasi baik-baik. Sampaikan bahwa kamu ingin keintiman kalian tidak hilang walau sudah memiliki bayi, karena biasanya jika komunikasi tidak berjalan lancar dan ada yang ditutup-tutupi, hubugan akan semakin renggang. Meskipun demikian wanita yang masih dalam masa nifas tidak bisa mendapatkan penetrasi, namun hal ini bisa diganti kok dengan stimulus seksual lainnya seperti mutual masturbation atau seks oral.

Setelah tahu risikonya, masa masih mau nekat sih mengorbankan kesehatan istri tercinta? Tahan dulu sampai 40 hari atau bisa juga tetap ‘terkoneksi’ kok tanpa penetrasi. Dengan adanya ‘jalan tengah’ tersebut gairah suami tetap bisa tersalurkan, sang istri juga tidak perlu merasa berdosa karena gagal memenuhi keinginan. Setuju?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya