Bayangkan rasanya punya dua anak yang jarak usianya hanya 19 bulan seperti yang dialami oleh akun Twitter @MrsEuscha. Dia bercerita bahwa kehidupannya merawat anak yang hidupnya bergantung padanya ternyata menyita banyak waktunya. Untungnya dia berhasil menemukan ritme hidup untuk merawat dan membesarkan dua anak bayinya tersebut. Tapi kemudian dia menyadari bahwa dia sudah nggak punya teman dewasa dan itu membuatnya merasa kehilangan dirinya sendiri.

Kisah yang dibagikan @MrsEuscha di Twitter itu bisa mewakili Ibu-Ibu yang merasakan hal serupa. Terlalu sibuk dan fokus mengurus anak memang kadang membuat lupa dengan diri sendiri. Bahwa ternyata diri sendiri perlu diperhatikan dan diberi kesempatan menghabiskan waktu dengan teman-temannya.

Menjadi ibu memang indah, tapi bukan perkara mudah. Anak kecil yang lahir dari rahim itu akan terus menggantungkan hidupnya pada ibu selama 24 jam setiap hari

Anak bergantung pada ibu setiap hari. via lifestyle.kompas.com

Advertisement

Peran sebagai ibu adalah sebuah pekerjaan seumur hidup yang dilakukan selama 24 jam setiap harinya. Dan hal itu dimulai sejak ada janin kecil yang hidup dalam kandungan yang kelak lahir sebagai anak. Sejak dalam kandungan juga, anak sudah bergantung pada ibu untuk bisa hidup. Setiap bangun tidur, ibu akan mulai mengurus anak. Mau makan pun, anak yang diberi makan terlebih dahulu. Bahkan, saat tidak ada yang bisa menggantikan merawat, ibu bahkan nggak punya banyak waktu untuk buang air kecil ataupun besar lo.

Menikmati peran membesarkan anak memang menyenangkan bagi seorang ibu. Tapi, kadang hal itu membuat ibu pelan-pelan menarik diri dari pergaulannya

Ibu menarik diri dari pergaulan karena terlalu sibuk mengurus anak via www.hotzehwc.com

Kesibukan dan rutinitas merawat anak membuat kehidupan ibu hanya seputar anak aja. Ibu nggak lagi sempat bermain dengan teman-temannya. Undangan buat bisa berbincang dan nongkrong bersama teman mulai ditolak. Lama-lama impian buat bisa punya waktu untuk diri sendiri pun pupus. Ibu kehilangan waktu bersama teman-temannya yang dulu sering jadi tempatnya bercerita.

Satu-satunya teman dewasa yang bisa diajak bicara dan diskusi hanyalah suaminya. Itu pun hanya beberapa jam dalam sehari karena kesibukan pekerjaannya

Meski punya waktu berbincang dengan suami, tapi ibu tetap saja harus menjaga anak via nakita.grid.id

Suaminya adalah satu-satunya teman dewasa yang bisa diajak berbincang dan bercerita. Namun hal itu pun terbatas karena kesibukan masing-masing yang menyita waktu. Mungkin ayah dan ibu hanya berbicara sekitar 5 jam dalam sehari. Itu nggak cukup membuat ibu merasa cukup punya teman dewasa.

Padahal, punya teman orang dewasa bisa membantu ibu jadi lebih waras. Sayangnya karena lama nggak bergaul, ibu bisa sampai lupa caranya berteman

Ibu berpotensi depresi mengurus anak via www.idntimes.com

Advertisement

Menurut Parentalk, salah satu cara agar ibu tetap waras dalam mengasuh anak adalah dengan tetap mengusahakan bertemu dengan teman. Ibu butuh variasi selain bicara dan berbincang dengan anak-anaknya sendiri. Bahkan karena jarang bergaul dengan orang dewasa, ibu bisa saja sampai lupa cara ngomong dengan orang dewasa dan merasa kurang update. Rasa percaya diri bisa hilang lo di depan orang dewasa. Perasaan nggak berguna, nggak berharga, bodoh, dan tidak menarik pun menghantuinya.

Nggak ada salahnya buat suami Ibu membantunya melewati masa-masa berat itu. Bisa dimulai dengan memperkenalkan istri ke teman-temannya sendiri

Suami harus bisa membantu istri melewati masa sulit itu lo via lifestyle.kompas.com

Ibu sebaiknya bicara dengan suami tentang hal ini. Suami pun bisa membantu istrinya untuk lepas dari perasaan seperti itu. Salah satu caranya adalah dengan membawa istri ke pergaulannya sesekali. Kalau yang dilakukan suami @MrsEuscha seperti kisahnya di Twitter adalah dengan memperkenalkan ke teman-temannya. Bahkan saat istrinya ulang tahun, suaminya meminta pada teman-temannya untuk memberi ucapan pada istrinya lo!

Jadi, meski saat ini disibukkan dengan urusan membesarkan dan merawat anak, sebaiknya tetap usahakan bertemu dengan teman-teman. Kalau memang sulit, bisa dilakukan melalui telepon di sela mengurus anak. Ini juga harus didukung oleh suami ya.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya