7 Jenis Gaya Asuh dari Seluruh Dunia. Ada yang Sederhana dan Ekstrim Juga!

jenis-jenis parenting

Bayi lahir bersama plasentanya, bukan dengan sebuah buku manual yang bisa dibuka kapanpun untuk mendapatkan hasil anak yang penurut dan cemerlang. Meskipun demikian ada banyak ahli atau orang yang sudah berpengalaman yang akan membagikan cara-cara tertentu untuk menghasilkan anak terbaik. Didikan ini bisa dibuat tertulis menjadi sebuah buku atau hanya aturan turun temurun yang memiliki pola tertentu. Pola aturan ini ternyata bisa dibedakan melalui letak georafisnya lo.

Advertisement

Beda negara, biasanya akan beda pula dalam pola pengasuhan anaknya. Bahkan ada hal-hal nyeleneh yang dilakukan demi hasil anak menjadi yang terbaik nantinya. Simak yuk beberapa di antaranya!

1. Jepang terkenal dengan SDM-nya yang disiplin dan memiliki kualitas baik lainnya, hal ini karena sejak kecil mereka sudah diajari untuk mandiri

Credit: freepik.com via www.freepik.com

Dari umur 6 tahun, hal yang lumrah jika anak-anak di Jepang sudah berangkat ke sekolah dan melakukan berbagai urusan tanpa supervisi, bahkan di keramaian kota Tokyo. Tapi seperti yang kita ketahui, kota ini memiliki tingkat kriminalitas yang rendah sehingga warga setempat bisa membantu mengawasi mereka. Di umur ini anak-anak juga sudah menyapu serta mengepel kelas.

2. Demi menjaga kesehatan anak-anak Skandinavia akan tidur siang di luar ruangan, bahkan saat musim dingin!

Credit: freepik.com via www.freepik.com

Anak-anak di Skandinavia memiliki landasan hidup di udara terbuka. Sehingga jika berkunjung ke sana pemandangan bayi yang tidur di stroller tanpa pengawasan bahkan saat musim dingin merupakan hal yang wajar. Hal ini dipercaya bisa meningkatkan kesehatan mereka.

Advertisement

3. Orang tua di Denmark juga memiliki kebiasaan untuk meninggalkan anak di luar ruangan saat mereka sedang makan atau belanja

Ditinggal di luar/ Credit: Happy Dreams via happy-dreams.hr

Anak-anak di Denmark akan terbiasa ditinggal di stroller di sisi jalan atau di luar restoran saat orang tua sedang makan atau berbelanja. Tapi kebanyakan stroller yang mereka gunakan sudah canggih ya sehingga mereka tetap bisa mengawasi walau sedang di dalam ruangan.

4. Jam belajar yang pendek di Finlandia ternyata justru membawa anak-anak di negara ini menjadi yang tercerdas di berbagai bidang

Jam belajar pendek/ Credit: Huffpost via www.huffpost.com

Selain jam belajar yang pendek, anak-anak di Finlandia juga baru memulai sekolah di usia 7 tahun. Dilansir dari The Guradian, sebelum umur 7 tahun, anak-anak diharapkan untuk banyak bermain dan aktif secara fisik karena waktu ini disebut waktu kreativitas. Namun mereka justru selalu menjadi yang terbaik saat di-ranking lo.

5. Di Italia, anak-anak mengonsumsi makanan dan minuman yang sama dengan orang dewasa, hasilnya ternyata tak seperti yang disangka

Yang dikonsumsi sama/ Credit: Pure Wow via www.purewow.com

Orang dewasa di Italia akan minum red wine saat makan malam, anaknya pun diajak. Namun ternyata sebuah penelitian dari Boston University Medical Center menunjukkan bahwa anak-anak di Italia yang meminum wine di usia muda saat makan malam justru akan terhindari dari kebiasaan minum yang membahayakan saat sudah dewasa. Bahkan ternyata kebiasaan minum ini dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah lo.

Advertisement

6. Anak-anak di Tiongkok sudah mulai potty training di usia yang sangat muda dengan celana bentuk tertentu

Bolong di tengah/ Credit: Amazonaws via s3.amazonaws.com

Jika biasanya anak-anak usia 1,5 tahun baru akan dilatih potty training, ternyata anak-anak di Tiongkok sudah mulai melakukannya di usia beberapa bulan saja. Mereka akan memakai celana yang terbuka di bagian selangkangan dan saat merasa ingin buang air, ia akan jongkok atau ditemani ke toilet oleh orang tua.

7. Anak-anak di Perancis akan diajari untuk menikmati makanannya di usia yang masih muda. Bahkan disediakan waktu yang cukup lama di sekolah

Menikmati makanan/ Credit: QZ via qz.com

Anak-anak di Perancis mungkin jarang terlihat makan dengan buru-buru dan berusaha untuk menjadi yang pertama selesai. Mereka justru akan makan pelan-pelan dan menikmati makanan tersebut. Bahkan disediakan waktu minimal 30 menit untuk makan siang saat di sekolah.

Walaupun beberapa terdengar unik dan efektif di negaranya masing-masing, namun tak semuanya kompatibel dilakukan di Indonesia yang memiliki kondisi dan kebiasaan yang berbeda sehingga kamu bisa mengadopsi hal-hal baiknya, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi terbaik bagi masing-masing anak dan keluarga. Bahkan beda rumah tangga saja, bisa jadi beda-beda juga kan pola asuhnya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE