Hati ibu mana yang bisa tenang, jika setiap kali anak ditimbang berat badannya selalu mentok di angka segitu-gitu saja. Mending kalau stagnan, kadang kalau makannya lengah sedikit saja, duh bisa langsung terjun bebas! Dikutip dari laman The Asian Parent Indonesia, ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi tubuh anak terlalu kurus, atau terlalu gemuk. Seperti genetik, dan juga nafsu makan anak itu sendiri.

Eits, sebelum kamu merasa hopeless dan frustasi karena BB anak yang naiknya susah banget gara-gara sulit makan, berikut Hipwee Young Mom akan memberikan 7 langkah jitu mendongkrak BB (berat badan) anak dengan cepat tanpa banyak drama. Asal telaten, berat badan anakmu pasti akan naik signifikan kok. Simak yuk tipsnya!

Penting dibaca nih. Sebelum memutuskan untuk memberi tambahan nutrisi pada anak, pastikan bahwa anakmu memang berada dalam grafik timbangan seusianya

Credit photo: Today’s Parent via www.todaysparent.com

Advertisement

Konsultasikan dengan bidan atau dokter anak mengenai hal ini, mereka akan menghitung indeks massa tubuh si anak untuk menentukan apakah berat badannya seimbang ataukah terlalu kurus. Jika memang ada indikasi medis anakmu terlalu kurus untuk anak seusianya, kamu bisa menerapkan tips berikut ini.

1. Memasuki masa peralihan ASI eksklusif ke MP-ASI, makan adalah hal baru untuk si kecil. Usahakan kamu menjadikan sesi makan jadi momen yang menarik dan seru

Credit photo: Anmum via www.anmum.com

Memaksa anak langsung makan banyak (dengan standar kamu) dengan menu sesuai seleramu bisa jadi terasa kurang adil. Anak di usia-usia awal MP-ASI mulai dari 6 bulan ke atas masih dalam masa belajar makan. Alangkah baiknya kamu menjadikan sesi makan sebagai ajang pengenalan beragam bahan makanan. Tak ada salahnya kamu juga bereksperimen dengan berbagai menu untuk menemukan menu favoritnya, karena bisa jadi makanan yang kamu nggak suka adalah menu kesukaan si kecil.

Tak perlu selalu memaksa anak menghabiskan makanan seporsi penuh dan banyak ya sekali makan, yang penting anak mau mencicipi makanan dan mendapat pengalaman baru. Jika dipaksa, anak justru bisa jadi trauma makan lo!

2. Langkah kedua, memilih bahan makanan dengan kandungan kalori tinggi. Jadi porsinya bisa menyesuaikan lambung si kecil yang besarnya tak seberapa, tapi kalorinya sudah tercukupi

Credit photo: BBC Good Food via www.bbcgoodfood.com

Advertisement

Dikutip dari laman The Asian Parent Indonesia, anak-anak pada usia 2 – 3 tahun umumnya membutuhkan kurang lebih 1,000 kkal per hari, dan anak berusia 4 – 8 tahun membutuhkan 1,200 – 1,400 kkal tiap hari. Untuk menaikkan berat badan si kecil, kira-kira butuh ekstra 500 kkal per hari pada total kebutuhan kalori si kecil setiap harinya.

Ada beberapa bahan makanan berkalori tinggi untuk si kecil yang bisa kamu racik. Misalnya saja, menambahkan pisang, alpukat, susu dan oatmeal dalam smoothies buah sebagai makanan selingan, menambahkan lemak ekstra seperti unsalted butter, minyak zaitun atau kanola dalam sajian lauk pauk atau menambahkan sedikit (jangan berlebihan ya!) santan ke dalam sajian nasi atau kentang sebagai karbohidrat utama.

3. Jangan alihkan perhatian anak dengan gawai atau televisi saat makan. Sesekali terlihat mudah dan cepat, tapi percayalah pada suatu waktu nanti malah bisa jadi bumerang

Credit photo: Babyology via babyology.com.au

Awal-awal sih terlihat mempermudah, tapi kalau gawai atau televisi sudah jadi rutinitas saat makan, bisa jadi bumerang karena anak bisa jadi malas makan tanpa ada gawai tersebut atau justru malah jadi lama dan malas mengunyah karena sibuk nonton. Nah lo~

4. Makan secara konsisten dan jangan pernah lewatkan sesi makanan selingan. Tapi harus cermat juga, agar nggak malah jadi pengganti makanan utama

Credit photo: Eating Made Easy via eating-made-easy.com

Buatlah jam makan secara teratur dan usahakan jangan memberikan makanan selingan atau cemilan tinggi kalori sebelum makanan utama (makan pagi, makan siang dan makan malam). Jangan pernah lewatkan lemak dan karbohidrat dalam elemen sajian makanan.

Ada beberapa ide makanan selingan yang tinggi kalori, misalnya smoothies buah dengan susu, madu dan oatmeal. Biskuit khusus bayi dan balita juga bisa jadi opsi sehat untuk si kecil. Hindari memberikan air putih berlebihan karena bisa membuat perut si kecil kenyang sebelum makan berat.

5. Jika anak rewel soal makanan, kamu bisa menyiasatinya dengan menghias makanan si kecil dengan semenarik mungkin

Credit photo: Adventure in a Box via www.adventure-in-a-box.com

Jika terlihat lucu, menarik dan menggemaskan, setidaknya anak jadi tertarik untuk mencoba mencicipinya kan? Jangan lupa siapkan juga peralatan makan

6. Jika anak sudah menginjak usia 1 tahun ke atas, ajak anak dalam proses memilih dan mempersiapkan menu makanannya. Ini akan membuatnya lebih bersemangat

Credit photo: Raising Children Net Au via raisingchildren.net.au

Anak akan merasa lebih senang dan bersemangat saat terlibat langsung memilih menu makanan favoritnya. Apalagi kalau anak bisa ikut proses mempersiapkannya, seperti menatanya di piring atau ikut proses mencuci sayur dan buah-buahan favoritnya.

7. Jika segala cara sudah kamu kerahkan, tak ada salahnya mencari penyebab lain anak susah naik BB. Bisa jadi karena anak sedang kurang enak badan, sariawan, atau ada indikasi medis tertentu

Credit photo: Smart Parenting via www.smartparenting.com.ph

Berkonsultasi dengan dokter spesialis anak bisa jadi langkah bijak mencari tahu penyebab anak susah naik BB jika segala cara sudah dikerahkan, bahkan pola pemberian makan pun sudah teratur dan konsisten. Semakin cepat dicari tahu penyebabnya, semakin cepat teratasi.

Anak yang susah naik BB dan cenderung kurus memang rentan membuat para orang tua jadi was-was. Tapi kalau kamu sabar dan telaten semua tantangan ini pasti bisa kamu lalui. Semangat ya!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya