Bayi yang berumur kurang dari satu tahun biasanya masih sangat sensitif. Hal ini karena mereka masih menyesuaikan dengan lingkungan barunya di luar rahim. Jika biasanya di dalam rahim mereka masih terlindungi dari berbagai suara keras atau suhu udara panas atau dingin, di luar rahim para bayi baru lahir harus menyesuaikan dengan keadaan baru. Kesensitifan mereka ini juga membuat mereka sering tersentak kaget.

Refleks yang mereka buat saat kaget ini disebut sebagai refleks moro. Lalu, apa penjelasannya akan refleks yang satu ini? Yuk berkenalan lebih jauh!

1. Saat kaget dan mengembangkan refleks ini bayi mengalami tanda-tanda yang bisa dilihat dari pergerakannya lo. Kenali dulu nih tandanya

Kadang sampai menangis via nakita.grid.id

Advertisement

Refleks Moro merupakan keadaan saat bayi tersentak kaget karena sesuatu. Biasanya hal ini ditandai dengan tubuh yang tersentak, tangan memanjang atau justru ditarik ke dalam lalu diiringi dengan suara tangisannya. Hal ini terjadi karena bayi merasa seperti terjatuh saat ia dalam keadaan tidur.

2. Biasanya refleks ini masih berkembang dari setelah lahir hingga beberapa bulan setelahnya sebagai bentuk penyesuaian

Biasanya dimulai dari setelah lahir via www.verywellfamily.com

Bayi akan mengalami dan menunjukkan refleks moro ini dari ia baru lahir hingga umurnya tiga hingga empat bulan, namun ada juga yang menunjukkan bahwa refleks ini akan mulai hilang dan berhenti saat si kecil berumur lima hingga enam bulan saat bayi sudah berhasil menyesuaikan lingkungan barunya.

3. Perasaan seperti jatuh ini tidak serta merta dirasakan begitu saja oleh bayi lo. Ternyata ada juga beberapa penyebabnya

Kaget saat ditidurkan via tandaseru.id

Bayi akan mengalami hal ini saat mendengar suara yang keras, ia juga akan kaget jika merasakan sentuhan yang tiba-tiba. Saat dari tempat gelap ke terang, perubahan cahaya yang terjadi juga bisa jadi pemicunya. Pun saat sang ibu atau orang lain melakukan gerakan yang tiba-tiba kepadanya seperti memindahkan dari gendongan ke tempat tidur, dia juga bisa kaget.

4. Meskipun bersifat alamiah, hal ini ternyata bisa juga kok dicegah dengan beberapa cara. Demi nggak jadi mudah latah nantinya!

Salah satunya dibedong via www.mariavillelakebb.com

Advertisement

Salah satu manfaat bedong adalah melindungi bayi dari refleks kagetan ini. Selain itu, kamu bisa mengantisipasi agar bayi tak mudah kaget saat akan memindahkan bayi ke tempat tidur dengan memindahkannya ke posisi dimana ibu membungkuk dan menempel ke tubuh bayi sampai akhirnya dia menyentuh tempat tidur nantinya.

5. Ternyata refleks ini seharusnya dimiliki otomatis oleh bayi yang baru lahir lo. Jika bayi jarang kaget justru hal ini yang aneh

Kalau tidak kagetan justru harus dibawa ke dokter via idaliaphotographynewborns.com

Jika kamu melihat bayimu tak pernah tersentak atau kaget, justru hal ini ternyata mengindikasikan sesuatu yang tidak normal pada saraf yang dimiliki di kecil. Jika jarang melihat tanda ini, kamu bisa lekas membawanya ke dokter anak dan berkonsultasi.

Walaupun terkadang membuat sedikit panik karena refleks bayi yang tiba-tiba ikut membuat orang tua kaget, tapi hal ini sangat normal kok. Bahkan justru kalau tak terjadi, hal tersebut malah bisa mengindikasikan sesuatu yang berbahaya.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya