Bukan Hal Tabu, Begini Cara Sharena Delon Menjelaskan tentang Organ Intim pada Anaknya

Sharena Delon mendidik anak

Setiap orang tua adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Selain mengajarkan berbagai keterampilan dan mengasah perkembangan anak, orang tua juga bertanggung jawab mengajarkan pendidikan s*ks pada anak, lo. Misalnya, menjelaskan tentang organ intim perempuan dan laki-laki. Namun, di Indonesia hal tersebut masih sering dianggap tabu, karena menyebut organ intim dinilai saru. Padahal, pengetahuan tersebut sangat penting bagi anak.

Advertisement

Bahkan yang banyak terjadi di masyarakat sering kali salah kaprah. Misalnya menyebut organ intim laki-laki dengan “burung”. Selain bisa menimbulkan kebingungan pada anak, hal tersebut membuat anak jadi kurang terbuka pada orang tua tentang apa pun yang ia alami pada organ intimnya. Misalnya jika ada orang yang memegang organ tersebut, saat merasa sakit, bahkan saat masa pubertasnya.

Mungkin setiap orang tua punya caranya sendiri untuk mengajarkan anak tentang organ intimnya. Seperti yang dilakukan oleh selebgram, Sharena Delon saat mengajarkan tentang pendidikan s*ks pada anak-anaknya. Bahkan ibu dua anak ini membagikan caranya tersebut di Instagram pribadinya, sebagai bahan sharing buat para Moms. Yuk, simak bagaimana cara Sharena menjelaskan tentang organ intim pada anak-anaknya.

Sharena memilih menyebut organ intim dengan nama asli seperti menjelaskan organ tubuh lainnya pada anak

Advertisement

Memberikan pendidikan s*ks sejak dini pada anak adalah perjalanan panjang yang harus orang tua lakukan. Saking banyaknya hal yang perlu dibahas, Moms perlu melakukannya sejak dini seperti yang dilakukan Sharena pada anak-anaknya. Sharena mulai mengajarkan hal tersebut mulai dari menjelaskan nama organ intim anaknya.

Misalnya, saat mengajarkan Sea, anak perempuannya yang saat ini berusia 3 tahun, Sharena langsung memberi tahu Sea bahwa nama organ intimnya adalah v*gina. Selain itu, Sharena juga mengajarkan konsep gender pada Sea. Misalnya, jika perempuan memiliki v*gina dan laki-laki memiliki p*nis.

Advertisement

Menurut Sharena, penyebutan nama tersebut bukan hal tabu karena bagaimanapun setiap organ tubuh memiliki nama. Maka, bukan pengecualian bagi organ intim untuk dijelaskan dengan detail pada anak. Bahkan bagi Sharena, penyebutan nama tersebut menjadi hal yang sangat penting untuk pendidikan s*ks yang lebih jauh lagi nantinya.

Menurut Sharena anak berhak tahu dan merasa nyaman dengan organ intimnya, tanpa menganggap hal tersebut tabu untuk diucapkan

Keterbukaan orang tua pada anak soal pendidikan s*eks memberikan peran penting bagi pemahaman anak dan penerapannya di kemudian hari. Seperti yang diungkap Sharena dalam unggahan di Instagramnya tersebut. “Mereka harus comfortable sama private parts-nya dan tidak berpikir kalau menyebut bagian itu tabu,” ujar Sharena.

Selain membuat anak lebih nyaman, menyebut nama organ intim bisa membuat anak lebih terbuka atau mau bercerita pada orang tua tentang apa pun yang mereka rasakan. “Supaya kalau ada apa-apa seperti misalnya ada yang dirasa nggak nyaman di bagian tersebut (atau amit-amit ada yang macem-macem), mereka bisa cerita sama kita dengan jelas tanpa merasa malu untuk sharing,” jelas Sharena.

Terbuka pada anak nggak hanya soal penyebutan nama saja, tapi sering mengajak anak ngobrol atau menanyakan tentang hal tersebut

Dalam unggahan tersebut, Sharena juga menceritakan tentang percakapannya dengan Sea. Awalnya, Sharena hanya bertanya bahwa Sea laki-laki atau perempuan. Kemudian Sea menjawab, dirinya perempuan karena memiliki v*gina, sementara kakaknya laki-laki karena memiliki p*enis.

Obrolan ringan semacam ini ternyata penting dilakukan untuk membantu anak terus mengingat apa yang orang tua ajarkan. Selain itu, hal tersebut juga bisa melatih anak lebih peka jika ia merasa nggak nyaman pada organ intimnya karena ada masalah, atau ada orang yang menyentuhnya, anak jadi lebih berani bercerita pada orang tua.

Cara yang dilakukan Sharena ini merupakan langkah paling awal yang juga bisa Moms lakukan untuk memberi pengetahuan tentang s*ks pada anak sejak dini. Sebab, pada tahap berikutnya mungkin anak semakin kritis dengan rasa ingin tahunya. Bisa saja anak akan bertanya tentang bagaimana ia bisa lahir, mengapa Moms bisa hamil dan lain sebagainya.

Bagaimana langkah awal memberikan pendidikan s*ks seperti yang Sharena lakukan?

  • Di tahap paling awal ini Moms bisa memulainya dengan memberitahu nama organ intim. Misalnya saat mandi, Moms bisa menunjuk organ tersebut sembari menyebutkan namanya.
  • Beri tahu anak, bahwa hal tersebut merupakan area pribadi. Tekankan bahwa area tersebut nggak boleh disentuh orang lain. Jelaskan bahwa hanya anak sendiri yang boleh menyentuhnya dan Moms karena akan membantu anak membersihkan area tersebut.
  • Selain organ intim, Moms juga bisa menjelaskan bagian tubuh lain yang nggak boleh disentuh orang lain. Misalnya perut, paha, dada dan pantat.

Dilansir dari Mayoclinic, pendidikan s*ks dasar di usia dini memiliki 3 prinsip penting yang harus dipegang orang tua, yakni memberikan pengetahuan, bimbingan dan pengasuhan. Hal tersebut akan terus berkembang seiring pengetahuan dan perkembangan anak. Sehingga, penting bagi Moms, memulai langkah awal yang baik seperti yang Sharena lakukan, untuk memudahkan Moms sebagai orang tua untuk membimbing dan melindungi anak.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE