Sederhana tapi Penuh Makna, Ini 5 Cara Agar Anak Mengenal Rasa Syukur

teach gratitude to kid

“Bersyukur dong!”

Advertisement

Sering kan mendengar kalimat seperti itu diucapkan di mana-mana? Sekilas terlihat mudah ya, bersyukur. Padahal kalau kebiasaan bersyukur itu tidak dikembangkan, ya bakal jadi hal yang sulit juga. Ada beberapa cara yang kamu bisa lakukan nih Moms kalau ingin mengajarkan soal arti rasa syukur kepada anak sejak dini.

Salah satu yang bisa mama terapkan selain memberikan contoh yang baik sehari-hari adalah mengubah kalimat yang mungkin lebih sering terlontar menjadi kalimat positif dan penuh saya syukur. Misalnya saja seperti 5 kalimat ini nih, Moms. Cek yuk!

1. Alih-alih cuma mengucapkan kalimat “Aku sayang kamu” doang, mama dan papa bisa lebih sering pakai kalimat ini. Sederhana tapi ngena kan?

Yuk lebih sering diucapkan! | Credit: Photo by Michael Morse from Pexels

Selain mengungkapkan rasa sayang, kalimat syukur karena memiliki dia di dalam hidup kalian sebagai orang tua itu juga menunjukan betapa berharganya dia di dalam hidup kalian. Yuk sering-sering diucapkan!

Advertisement

2. Banyak yang mengabaikan ini. Alih-alih bilang “Seru deh ngobrol sama kamu.”, coba deh pakai kalimat ini lebih sering

Gestur sederhana | Credit: Photo by Michael Morse from Pexels

Kalimat sederhana ini mengandung makna yang lebih dalam dari sekadar obrolan lucu. Waktu yang diluangkan bersama, fokus yang sudah berikan dan kebiasaan ngobrol bareng ini adalah hal yang patut diapresiasi, Moms!

3. Daripada cuma sekadar “Makasih ya sudah mau sharing sama teman/saudara” aja, kamu bisa coba kalimat yang lebih mencerminkan rasa syukur atas ketulusan hatinya ini, Moms 🙂

Arti bersyukur | Credit: Photo by Michael Morse from Pexels

4. Daripada fokus ke perasaan kita dengan mengucapkan “Ah, senang rasanya kamu bisa perhatian ke Mama”, pakai kalimat ini deh. Terasa lebih menekankan ke pilihannya yang tulus kan?

Pentingnya bersyukur | Credit: Photo by Michael Morse from Pexels

Dengan menghargai sikapnya yang mau peduli dan memikirkan perasaan mama atau papa, dia jadi sadar bahwa yang dia lakukan itu adalah pilihan (bukan keterpaksaan) dan perasaan semacam itu penting untuk diapresiasi.

5. Last but not least, ini mungkin sederhana banget ya. Tapi sering banget orang tua cuma sekadar bilang “Nah, gitu dong bisa bantu Mama” alih-alih mengapresiasi sungguh-sungguh niat baiknya

Advertisement

Bersyukur | Credit: Photo by Michael Morse from Pexels

Kalau ini dibiasakan sampai besar, dia akan sadar bahwa apresiasi atas bantuan orang lain, tak peduli besar atau kecil, itu adalah hal yang amat penting. Terima kasih, maaf dan tolong itu adalah 3 kata penting yang harus si kecil pahami sejak kecil.

Jadi, kalimat mana yang paling sering mama ucapkan? Atau mungkin ada yang baru sadar dan mau mulai mengucapkannya lebih sering sekarang? Ingat Ma, apa yang mama dan papa lakukan untuk mengekspresikan rasa syukur sehari-hari akan menjadi contoh untuk ditiru si kecil hingga dia dewasa nanti. Semangat selalu ya untuk mama dan papa untuk selalu bisa memberikan teladan yang baik tentang pentingnya rasa bersyukur dalam hidup 🙂

Follow Mamin di Instagram @hipweeyoungmom atau gabung ke Support Group di Whatsapp juga yuk. Media curhat yang fun, menghadirkan konten-konten inspiratif dan terpercaya buat para moms #KarenaSemuaIbuBerhakBahagia
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE