Menikmati waktu liburan dengan pergi ke taman hiburan bersama kawan ataupun keluarga masih menjadi salah satu alternatif atau pilihan terbaik. Bersantai dan melepas penat dengan menikmati setiap wahana yang memicu adrenalin selalu bisa jadi alasan. Tapi nyatanya, tidak selamanya juga wahana dan permainan-permainan itu aman.

Kejadian terbaru seperti dilaporkan BBC, minggu lalu beberapa penumpang terperangkap dalam sebuah roller coaster di Taman Hiburan Dreamworld, Australia. Penyebabnya adalah sistem keamanan wahana permainan bernama Buzz Saw yang berhenti secara otomatis. Untungnya, seluruh penumpang dikabarkan dalam keadaan selamat walau terjebak dalam wahana itu sekitar setengah jam. Wahana Buzz Saw sendiri bisa dibilang sebagai wahana atau permainan tertinggi di Australia, dengan ketinggian vertikal 46 meter.

Meski semuanya selamat, apa mereka nggak mengalami trauma tuh? Untuk mengingatkan dan mengambil pelajaran, simak yuk 5 kecelakaan wahana di taman hiburan yang paling mengerikan selama ini.

Di Expoland Osaka Jepang, beberapa gerbong roller coaster-nya pernah keluar dari jalur. Akibatnya satu korban tewas dan 19 lainnya luka berat

Wahana permainan roller coaster sendiri sudah ada sejak abad ke-17 silam via www.themeparkreview.com

Kecelakaan terjadi akibat adanya kerusakan poros pada salah satu ‘mobil’ wahana bernama Fujin Raijin ini. Kejadian ini bahkan disebut sebagai bencana roller coaster terburuk dalam sejarah Jepang. Pada tahun 2007, sebuah roller coaster di Expoland yang terletak di pinggiran kota Osaka, tiba-tiba tergelincir keluar rel. Akibatnya, seorang pelajar tewas dan 19 lainnya luka berat.

Advertisement

Kabarnya, as atau poros roda kereta sudah tak diganti selama 15 tahun. Lebih parahnya lagi, penyidik keselamatan menemukan kereta lain dengan as yang hampir patah dibiarkan beroperasi. Setelah kejadian tersebut taman bermain tersebut, reputasinya terus menurun. Sampai akhirnya Expoland ditutup pada tahun 2009 dengan alasan pengunjung makin berkurang.

Pada tahun 1972, Battersea Fun Fair di London juga mengalami tragedi memilukan yang serupa. Lima anak meninggalkan dunia karena kelalaian petugas yang membiarkan wahana rusak beroperasi

Harusnya perawatan rutin tiap wahana dilakukan secara periodik via thumbor.abcopen.net.au

The Big Dipper, sebuah roller coaster dari kayu yang pertama kali beroperasi pada tahun 1951. Selama puluhan tahun wahana ini mampu menarik banyak pengunjung. Hingga akhirnya tahun 1972, sebuah kecelakaan mengerikan terjadi. Roller coaster-nya mengalami putus tali penyangga hingga mengakibatkan lima anak-anak meninggal dunia. Selain itu, juga ada puluhan orang lainnya yang mengalami cidera parah. Setelah kejadian naas ini, Battersea Fun Fair ditutup selama dua tahun karena dinilai memiliki tingkat keselamatan wahana yang rendah. Bukankah harusnya anak-anak di sini mendapatkan bahagia, bukannya malah kehilangan nyawa?

Wahana Space Journey di Cina yang merupakan simulator pesawat ruang angkasa pernah tiba-tiba jatuh ke tanah, menewaskan enam orang penumpangnya

Tiap taman hiburan sejatinya punya standarisasi sendiri-sendiri via tumblr.com

Perjalanan menuju ruang angkasa akan membutuhkan pesawat dengan kecepatan dan tenaga yang luar biasa. Sebuah taman bermain di Shenzen Cina bernama Ecoventure Valley, pernah membuat sebuah simulator pesawat ruang angkasa. Pesawat ini didesain khusus untuk bisa terbang pada ketinggian 15 meter, lalu berputar dengan sangat cepat. Bayangkan saja jika dalam kondisi terbang dan berputar tersebut, lalu tiba-tiba pesawat itu jatuh ke tanah.

Kecelakaan ini menyebabkan enam orang tewas, serta sepuluh lainnya luka. Penyebab kecelakaan ini ialah penguat kabin pesawat yang longgar, sehingga saat berputar cepat di udara kabin itu terlepas dan menyebabkan bagian lain pesawat ikut terlepas hingga pesawat itu pun jatuh.

Di Texas AS, kecelakaan juga terjadi pada wahana roller coaster yang memiliki tinggi 47 meter dan panjang 1300 meter. Akibatnya, seorang penumpang terlempar saat melintasi titik tertinggi

Taman hiburan harusnya disiplin mematuhi standar keamanannya via hamodia.com

Taman hiburan Six Flags Over di Texas, AS pernah merenggut nyawa dengan membuat salah satu penumpang roller coaster-nya terlempar saat melintasi titik tertinggi. Korban ialah seorang perempuan tua berusia 52 tahun yang akhirnya ditemukan di atap salah satu jalur roller coaster dalam kondisi tak bernyawa. Hingga saat ini belum diketahui secara jelas apa yang jadi penyebabnya, karena para saksi selalu menyampaikan keterangan yang berbeda. Ada yang mengaku melihat sabuk pengaman korban sudah terkunci dengan baik, namun ada yang mengatakan sebaliknya. Sementara itu, pihak pengelola taman hiburan malah mengklaim kalau perempuan itu sudah meninggal sebelum terjatuh. Duh!

Kecelakaan di Galaxyland, Kanada terjadi pada roller coaster yang memegang rekor tertinggi dan terpanjang di dunia. Ada tiga orang meninggal dan belasan lainnya luka parah

Indonesia sendiri hingga saat ini belum punya standarisasi taman hiburan yang berlaku nasional via wem.ca

Roller coaster bernama Mindbender ini memiliki tiga lintasan putar terbesar di dunia. Kecelakan terjadi pada 14 Juni 1986 dengan diawali sebuah getaran kuat hingga terdengar benturan keras dan berakhir dengan melayangnya badan roller coaster. Kecelakaan mengakibatkan tewasnya tiga orang dan satu luka parah, serta belasan lainnya terjebak selama 20 menit di udara. Sebabnya, salah satu baut di dekat roda kereta hilang, menyebabkan kereta lepas dari lintasan dan melayang. Kereta baru berhenti setelah berjalan mundur dan menabrak tembok beton. Mirisnya, permainan ini pun masih beroperasi hingga hari ini.

Rentetan tragedi yang terjadi di beberapa negara tadi seolah menjadi bukti kalau wahana-wahana yang ada di taman hiburan merupakan tempat yang cukup potensial untuk merenggut nyawa seseorang. Kesalahan teknis dan kelalaian petugas wahana seringkali jadi pihak yang paling diberatkan dari setiap kejadian tragis ini. Harusnya, bagaimanapun keselamatan tetap dijadikan prioritas utama pada setiap wahana yang memicu adrenalin manusia.

Dikutip dari kompas.com, ada setidaknya 4.423 anak mengalami cedera setiap tahunnya di taman hiburan. Peneliti menyebutkan bahwa bukan hanya wahana besar saja yang menyebabkan masalah. Wahana kecil yang terletak di dalam mal, juga ternyata bisa merenggut nyawa. Mulai dari wahana koin, komidi putar, roller coaster, carousels, dan jenis permainan lainnya. Selain petugas keselamatan yang harus rajin mengecek keamanan setiap wahana, para pengunjung juga harus mematuhi aturan seperti tinggi minimal atau berat badan maksimal. Tentunya juga tidak boleh lupa mengenakan sabuk pengaman. Semoga tak ada kejadian mengerikan lagi, ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya