Laki-laki adalah manusia maskulin yang dianggap harus kuat dalam hal apapun. Kaum Adam tak boleh tampak menangis, suara mereka harus tegas dengan nada berwibawa, dan gaya pakaian mereka pun diatur sedemikian rupa oleh budaya dan konstruksi sosial yang ada di masyarakat kita. Namun tampaknya tren maskulinitas perlahan sudah bergeser, isu-isu seperti kesetaraan gender mungkin menjadi salah satu pijakan untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap bagaimana lelaki seharusnya bersikap.

Saat ini, justru artis laki-laki yang “laris manis” di televisi kebanyakan memiliki perilaku yang agak lentik. Mereka yang punya image sangat maskulin memang juga sering muncul, namun secara porsi, yang agak lentik lebih sering muncul di televisi. Tak hanya di layar kaca, dalam fenomena sehari-hari di sekitar kita pun tak jauh beda. Mereka yang “lentik” tampaknya lebih mudah diterima di lingkungan kerja dan cenderung lebih mudah mencari teman, terutama teman perempuan. Kenapa kok bisa seperti itu ya? Yuk, disimak aja pembahasannya!

Cewek-cewek lebih mudah berteman dengan cowok lentik karena mereka dianggap tidak “berbahaya”

Mereka dianggap tidak harmful via confessionfocw.wordpress.com

Cewek merasa tidak perlu membentuk “tameng” ketika berteman dengan cowok lentik. Alasannya karena mereka memosisikan cowok lentik tidak sama seperti teman lelakinya yang biasa. Cowok lentik cenderung dipandang sama dengan teman-teman ceweknya yang lain. Akibatnya rasa nyaman dan anggapan bahwa cowok lentik tidak berbahaya pun muncul. Mereka dengan leluasa memeluk atau sekadar bersandar pada bahu teman-teman cowok mereka yang lentik tanpa rasa sungkan atau ragu layaknya pada teman cewek. Hal semacam ini tidak akan mungkin dilakukan para cewek ke teman cowok mereka yang dianggap maskulin.

“Memang lebih nyaman sih sama mereka yang nggak cowok banget, soalnya mereka kayaknya nggak bakal ngapa-ngapain kita juga.” (Sri Ika, 21 tahun)

Advertisement

Padahal belum tentu cowok lentik itu tidak punya ketertarikan ke cewek, bagaimanapun cowok lentik tetaplah laki-laki yang memiliki pola pikir dan nafsu yang sama dengan lelaki pada umumnya.

Perangai yang luwes menjadi salah satu alasan kenapa cowok lentik lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya

Luwes via shaggytexas.com

Cowok lentik identik dengan sifatnya yang supel, asyik diajak ngobrol, dan humoris. Dengan modal inilah mereka bisa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Cara atau gaya berbicara yang khas juga menjadi penanda yang menguntungkan karena biasanya mereka akan lebih mudah dihafalkan dibandingkan orang lain.

“Aku suka ngegosip bareng mereka dan itu seru. Kita nggak perlu jaga image seperti saat kita lagi ngobrol sama pacar. Mereka lebih paham kita sebagai cewek sih menurutku.” (Alistya Rani, 23 tahun)

“Mereka nggak mungkin baper sama kita dan kita juga nggak bakal baper ke mereka. Terus mereka juga bukan saingan kita buat dapetin cowok. Pas banget sih buat dijadiin sahabat.” (Rumi, 21 tahun)

Tak hanya di kalangan perempuan, cowok lentik kini juga lebih mudah diterima di dunia kerja. Terutama di dunia hiburan.

Makin hari sepertinya makin banyak cowok lentik yang menghiasi layar kaca kita, bahkan mereka yang aslinya tidak seperti itu ikut pula berubah. Dari mulai pembawa acara sampai pengisi acaranya. Gaya bicara yang kemayu dan penampilan ala-ala cowok metroseksual melekat pada diri mereka. Sebagai figur publik, tentu fenomena pemilihan artis-artis ini dibandingkan artis yang jauh lebih maskulin, ada maknanya. Figur publik adalah gambaran dari fakta yang sedang terjadi di masyarakat. Jika yang tergambar di dalam diri figur publik seperti itu, maka faktanya di masyarakat tidak akan jauh berbeda.

Begitulah dunia hiburan saat ini dan mungkin juga kehidupan sehari-hari kita memang sudah seperti itu. Kaum cowok “tulen” memang lebih sulit diterima oleh cewek dalam hal persahabatan. Mereka, para cewek, lebih suka berteman dengan cowok yang lentik dan kemayu. Well, dilihat dari beberapa sisi sih memang agak menyedihkan, namun mau bagaimana lagi, emang kenyataannya seperti itu.

Di satu sisi, hal ini bisa saja dibilang bagus bagi cowok karena ini berarti bahwa kewajiban cowok untuk selalu menjadi kuat dan tangguh sudah tidak perlu diikuti dengan tegas lagi. Cowok boleh saja menangis dan mengeluh. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi hal yang membahayakan. Bayangkan saja nanti saat semua orang berpikir bahwa menjadi lentik adalah jalan satu-satunya buat mereka untuk diterima oleh pergaulan dan meningkatkan karier pekerjaan, maka cowok-cowok yang bersikap seperti cowok pada umumnya akan tersisih dan semua cowok akan berubah jadi cowok lentik. Bukankah kalau hal ini terjadi justru malah merugikan bagi cewek ya? Oleh karena itu, sudah sepantasnya para cewek tidak meng-encourage mereka.

Tulisan ini dibuat sama sekali bukan untuk menghakimi apalagi menyalahkan pihak tertentu. Maksudnya hanya untuk mengungkap sebuah fenomena yang benar-benar nyata terjadi di masyarakat kita dan kamu boleh memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai fenomena ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya