Menjadi seorang arsitek tentu yang terpikir adalah hanya membuat dan mendesain bangunan gedung pencakar langit, hotel, resort, rumah, ataupun sebuah kawasan perkotaan.

Ternyata banyak yang belum tahu, bahwa menjadi seorang arsitektur tidak hanya berbicara tentang ilmu bangunan namun juga soal sosial, alam, dan cinta.

Jadi, bila kamu ingin kuliah di jurusan Arsitektur, percayalah bersekolah di jurusan Arsitektur itu tidak akan pernah membosankan, kecuali itu memang bukan passion mu.

 

1. Arsitektur secara tidak langsung menanamkan kecintaan pada kearifan budaya lokal. Arsitektur juga turut andil dalam terjalinnya interaksi sosial.

Taman Film Bandung

Taman Film Bandung via http://cdn.klimg.com

Arsitektur menanamkan nilai-nilai sosial yang tinggi. Kenapa? Saat kmun mendesain sebuah bangunan atau kawasan urban, tentu kamu akan mempertimbangkan sisi sosial terhadap sesama makhluk hidup. Kamu akan merasakan bagaimana mendesain kebiasaan buruk seseorang menjadi baik.

Misalnya, saat kalian mengunjungi Taman Film di Kota Bandung, saat ini tentu kamu akan mendapatkan sebuah taman yang merakyat dan tidak biasa. Dahulu kawasan ini sangatlah tidak enak di pandang dan semua berubah perlahan menjadi sebuah taman yang asri, dan bonusnya para remaja hingga yang tua mengunjungi taman ini. Dan sudah pasti ada interaksi sosial disana! 

Warga Bandung akan semakin terjalin baik interaksi sosialnya. Nah, kamu tahu 'kan siapa Walikota Bandung saat ini? Ya, Ridwan Kamil S.T.,M.UD, seorang Arsitek! 

''Pekerjaan yang paling menyenangkan didunia adalah hobi yang dibayar''  -Ridwan Kamil, Major of Bandung.

2. Tak melulu tentang gedung pencakar langit atau bangunan masif, Arsitektur juga memiliki kepekaan terhadap alam dan lingkungan.

angkhang nature resort

angkhang nature resort via http://cdn.klimg.com

Di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, akan banyak dan mudah mendapatkan gedung-gedung pencakar langit yang tinggi, dan itu juga salah satu hasil karya arsitektur.

Namun bila kamu menatap dengan perspektif yang berbeda, tidak semua arsitek merancang gedung-gedung tinggi dan padat. Coba perhatikan hotel dan resort yang bertema back to nature dan bangunan hijau pun banyak sekali ditemukan di Lombok, Bali, dan beberapa kota besar.

So, Arsitektur tidak hanya soal bangunan 'kan?

Ya inilah bumi, sebelum kita meninggalkannya. Tempatmu tumbuh, bersama yang lain, menjdi bagian dari cerita hidupmu, mudah-mudahan yang indah dikenang. -Pidi Baiq, Imam Besar The Panas Dalam.

3. Semakin dalam kamu mempelajari ilmu Arsitektur, kepekaan terhadap seni, musik, dan cinta akan semakin terasah di dalam dirimu.

Tulus, lulusan Arsitektur.

Tulus, lulusan Arsitektur. via http://cdn.klimg.com

Tidak semua sarjana Arsitektur bekerja sebagai Arsitek Profesional kok. Tulus, Erwin Gutawa, Nicholas Saputra, Ariel NOAH, dan masih banyak lagi pernah mengenyam pendidikan arsitektur.

Tokoh-tokohersebut memilih untuk tidak menjadi seorang Arsitek Profesional, namun mereka mendapatkan perspektif yang berbeda di dalam arsitektur. Penyanyi Tulus menulis lirik romantis pun dari Ilmu Arsitektur.

Dalam menciptakan sebuah lagu, terdapat komposisi, pondasi, dan nada. Setiap bangunan memiliki komponen itu semua, dan ternyata itu bisa diterapkan juga pada musik. Menarik bukan ? 

"Kita adalah sepasang sepatu selalu bersama tak bisa bersatu."  -Tulus, Penyanyi.

4. Arsitektur ternyata banyak mengajarimu tentang cinta. Lewat ilmunya, kamu bisa belajar tentang bagaimana cara mencintai dengan keindahan.

Chelsea Islan.

Chelsea Islan. via http://jakartainformer.com

Semakin kamu mendalami Ilmu Arsitektur, kepekaan cinta dan rasa kasih sayang yang kamu punyai akan semakin meninggi. Kenapa? Karena Arsitektur berbicara tentang keindahan, tentang aku cinta kamu dengan segala indahmu dan aku menyayangimu dengan segala daya kurangmu.

Semakin dalam kamu mempelajari arsitektur, semangatmu dalam mengejar pujaan hatimu akan semakin meninggi, karena arsitektur adalah sebuah gelombang yang bernama cinta.

5. Arsitektur itu layaknya sebuah puisi. selalu indah untuk dinikmati dengan caranya masing-masing.

Chairil Anwar

Chairil Anwar via http://cdn.klimg.com

Setiap kamu akan menulis sebuah puisi, kamu akan memikirkan awal, tengah, dan akhir sebuah puisi. Ya, sama halnya dengan arsitektur, saat kamu ingin membuat sebuah gedung yang tinggi, kamu pun akan memikirkan hal yang sama saat sedang mengarang puisi.

Puisi itu sangat indah, susah ditebak namun indah untuk dibaca dan didengar, sama seperti Ilmu Arsitektur yang selalu indah untuk dinikmati dengan cara masing-masing.

"Seni budaya tradisional yang kini diselenggarakan orang dengan serius adalah yang dulu diciptakan orang atas dasar bermain-main." - Pidi baiq, penulis buku DILANKU ditahun 1990.