Dulu beberapa tahun yang lalu banyak orang menganggap bahwa beberapa Gadget seperti komputer, laptop, smartphone, atau tablet didesain untuk orang-orang yang memiliki kemampuan logis matematis atau gampangnya orang-orang yang menguasai teknologi informasi. Padahal itu tidaklah benar sebab semua gadget dapat digunakan oleh semua orang untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya, bahkan untuk membantumengembangkan kecerdasan pemakainya.

 

1. Pengaruh Positif Gadget Terhadap Anak

koleksi dan desain pribadi

koleksi dan desain pribadi via http://www.freepik.com

Sebagai orangtua pasti bertanya apakah gadget selalu berdampak negatif pada anak? Jawabannya adalah tidak, sebab gadget dapat juga berdampak positif apabila digunakan anak dengan lebih bijak, antara lain:

a) Meningkatkan ketajaman pengelihatan

b) Merangsang untuk mengikuti perkembangan teknologi terbaru

c) Mendukung aspek akademis

d) Meningkatkan kemampuan berbahasa

e) Meningkatkan ketrampilan mengetik

f) Mengurangi tingkat stres

g) Meningkatkan ketrampilan matematis

2. Meningkatkan ketajaman pengelihatan

cari di google

cari di google via http://ayobuka.com

Jenis game action disinyalir dapat merangsang pengelihatan anak menjadi lebih tajam. Hal initelah diuji oleh para peneliti di Universitas Rochester di negara Amerikat Serikat. Dalam game action misalnya saja balap mobil, tentu pemain dituntut untuk melihat pergerakan mobil terutama saat menghindari mobil lain atau jalan yang berkelok. Permainan ini hanya dapat dimainkan oleh pemain yang memiliki ketajaman mata yang tinggi di samping itu juga kemampuan motorik saat menggerakan mobil.

Game action lainnya seperti tema perang juga mengandalkan ketajaman mata terutama saat mengarahkan senjata pada musuh yang letaknya jauh atau musuh yang tiba-tiba muncul di hadapan. Biasanya anak-anak memainkan game jenis action dengan menggunakan konsul game atau video game, namun di era ini anak-anak lebih senang  memainkannya dengan smartphone, tablet, dan juga laptop.

3. Merangsang untuk mengikuti perkembangan teknologi

cari di google

cari di google via http://mampiro.com

Seorang anak yang juga pengguna gadget tentu akan mengikuti perkembangan teknologi seperti misalkan jika ada produk gadget yang baru dan lebih canggih tentu ia akan tertarik untuk memilikinya. Namun biasanya hal ini tergantung dari status ekonomi keluarga. Keluarga yang tergolong mampu secara ekonomi tentu dapat membelikan anaknya gadget terbaru dibandingkan yang kurang mampu. Sebab pada dasarnya harga gadget itu tidaklah murah.


“Anak saya tiba-tiba ingin dibelikan smartphone seperti punya saya. Katanya yang
touchscreen seperti ini,” cerita seorang ibu kepada kami sambil menunjukkan sebuah smartphonedengan model terbaru.

Tapi yang ia minta smartphone yang berharga tiga ratusan ribu. Lalu saya membelikan smartphone yang juga dilengkapi teknologi touchscreen meski tidak sama dengan apa yang ia tunjukkan. Katanya sih, "hanya untuk dengerin musik” imbuhnya. Pilihan anak tersebut cukup bijak karena tidak ingin merepotkan orangtuanya namun juga mengikuti tren teknologi saat ini. Kasus ini merupakan kasus yang positif dari sekian banyak kasus dimana si anak seringkali merengek minta dibelikan gadget yang terbaru tanpa mempertimbangkan kebutuhan ekonomi
orangtuanya.

4. Mendukung aspek akademis

koleksi google

koleksi google via http://assets.kompas.com

Dengan adanya teknologi gadget sebenarnya dapat mendukung akademis anak. Seorang anak dapat melakukan browsing dengan gadget akan mudah untuk mencari informasi perihal pengetahuan yang ia dapat di sekolah. Jadi ia tidak perlu bersusah payah mencari katalog buku di perpustakaan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan pengetahuan.

Beberapa tenaga pendidik menyadari adanya kemajuan teknologi ini mendukung pendidikan anak, dengan membuat membuat program sederhana atau perangkat lunak yang digunakan sebagai media pembelajaran.

“Saya rasa anak-anak lebih mudah belajarmembaca dan berhitungketika saya mengajardengan menampilkan video tutorial cara membaca dan berhitung. Bentuknya animasi sederhana mengenai kata dan huruf” pengakuan seorang guru kelas 1 SD kepada kami.

Jangan pula Anda langsung menuduh game adalah penyebab jebloknya nilai rapor anak Anda. Main game dengan batasan waktu yang sesuai ternyata juga dapat merangsang ketrampilan membaca anak. Hal itu dikarenakan dalam game seorang pemain dituntut untuk membaca petunjuk permainan.

5. Meningkatkan kemampuan berbahasa

koleksi google

koleksi google via http://localplanet.com

Anda tidak perlu heran ketika melihat seorang anak yang sering menggunakan gadget untuk memainkan game menjadi pandai berbahasa asing. Hal itu dikarenakan hampir semua game dan aplikasi yang  beredar di pasaran  saat  ini menggunakan petunjuk berbahasa Inggris. Maka pemain atau pengguna akan dituntut untuk membaca petunjuk permainan atau informasi aplikasi agar dapat memainkannya dengan baik atau menjalankan aplikasi.

Untuk anak-anak usia balita, gadget juga dapat membantu orangtua dalam mengajarkannya ketrampilan berbahasa, yakni dengan mengajakanak bermain game pengenalan kata. Misalnya game yang sederhana dengan menekan sebuah panel warna maka akan muncul suara dan deret kata. Biasanya game untuk balita menggunakan dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

6. Meningkatkan ketrampilan mengetik

koleksi google

koleksi google via http://info19.com

Bagi anak-anak pengguna gadget, ketrampilan mengetik merupakan hal yang biasa. Tidak sekedar
SMS saja namun anak-anak pengguna gadget juga mahir mengetik cepat terutama saat melakukan chatting ataupun hanya sekedar menulis status di media sosial.

Anak-anak yang senang memainkan game online tentu akan belajar mengetik secara cepat hal ini dikarenakan dalam permainan tersebut pemain diharuskan berkomunikasi dengan pemain lain dengan cara menulis pesan. Dengan komunikasi itu tentu permainan akan dapat diselesaikan dengan lebih cepat.

7. Mengurangi tingkat stres

koleksi google

koleksi google via http://ahlikolesterol.com

Beberapa anak mengaku bahwa sekolah adalah hal yang menegangkan karena diperlukan konsentrasi tinggi dan keseriusan. Namun dengan memainkan game pada gadget, chatting dengan teman di media sosial, atau mengunduh lagu kesukaan teman dapat mengurangi ketegangan syaraf. Pendapat ini sesuai dengan para peneliti di Universitas  Indiana Amerika Serikat  yang mengaatakan bahwa penggunaan gadget dapat mengurangi ketegangan. Tetapi akan menjadi masalah jika anak terlalu sering menggunakan gadget bahkan saat kondisi emosi yang stabil sekalipun. Karena hal itu adalah indikasi dari kecanduan gadget.

8. Meningkatkan ketrampilan matematis

Kini banyak sekali anak–anak yang memiliki ketrampilan matematis dikarenakan ia sering menggunakan gadget.  Dengan  menggunakan gadget seorang anak akan terangsang kemampuan matematisnya ketika ia menggunakan aplikasi-aplikasi khusus. Misalnya saja penggunaan software desain grafis, dimana anak harus membuat desain brosur maka ia musti dapat memperhitungkan ukuran brosur dengan tepat dan tata letak teks. Kini  beberapa  anak  juga mahir menggunakan software yang lebih spesifik misalnya untuk membuat program, animasi, atau website. Tentu hal itu juga membutuhkan ketrampilan matematis.

Game yang ada dalam gadget juga dapat merangsang ketrampilan matematis misalnya permainan semacam tetris, marbels, atau zuma misalnya. Permainan tersebut membutuhkan kecermatan melihat bentuk bangun dan ketepatan peletakan bangun pada sebuah bidang. Tentu Anda mengenal game yang populer saat ini Angry Bird, game itu juga dapat merangsang matematis sekaligus juga fisika, yakni ketika pemain hendak melempar burung dengan ketapel maka dibutuhkan jarak tarikan dan juga percepatan tertentu agar lontaran tersebut dapat menghancurkan istana para babi hijau.

9. Daftar Pustaka

koleksi komik pribadi

koleksi komik pribadi via http://derryiswi.ngomik.com

Amstrong, Thomas. 1993. Seven Kind of Smarts: Indetifying and Developing Your Multiple Intelligences. United Stated:Plume

Coloroso, Barbara. 1998. Kids Are Worth It.London: Harpercollins Publishers.

Gardner, Howard. 1983. Frame of Mind: The Theory Of Multiple Intelligences. United Stated :Basics Books.

Hurlock,E.B.1996.Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Rentang Kehidupan.Jakarta:Erlangga

Juda Damanik &Chusairi, A. Jakarta: Erlangga Sears, D.O., Jonathan, L.F., Anne, P. (1991). Psikologi Sosial. 5th edition. Alih Bahasa

Adriyanto & Soekrisno. Jakarta: Erlangga Santrock, J. W. (2002) Live-Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Ed.5. alih

Bahasa Tridhonanto, Al dan Beranda Agency.2011. Mengoptimalkan PotensiAnak Dengan Game. Jakarta : Elex Media Komputindo

Wenar, C., & Kerig, P. (2000). Developmental Psycopathology: From Infancy ThroughAdolescence. Singapore: McGraw-Hill