Setelah semua kegagalan yang terjadi di belakangku, aku mulai mengambil waktu sejenak untuk berdiam dan mengenali diriku. Aku menyadari, bahwa banyak sekali kekurangan diriku yang harus kuperbaiki. Karena, rasanya tak mungkin jika aku membesarkan ego untuk mempertahankan kekuranganku dan memaksa pasanganku nanti menerima semua kekuranganku. Perlahan, aku membenahi diri. Mulai menanam kebiasaan baik bagi diriku setiap hari. Menghela nafas dan tersenyum jika merasa susah untuk memulainya.

Ah, ayolah diri! Jangan enggan untuk menjadi yang baik!

 

1. Kegagalan masa lalu hanya cara Tuhan supaya kamu jadi pribadi yang lebih baik di hari ini. Jangan bersedih!

yakinlah, ada banyak cara Tuhan untuk membentukmu

yakinlah, ada banyak cara Tuhan untuk membentukmu via http://google.com

Sudahi kesedihanmu. Untuk apa meratapi kegagalan di masa lalu? Jika ia yang dulu adalah jodohmu, pasti Tuhan menciptakan kemudahan untuk hubungan kalian. Tapi jika tidak dan ternyata gagal, berbaik sangkalah. Tuhan mempertemukanmu dan dia hanya untuk proses pendewasaan diri. Hidup ini dibentuk dari banyak proses dan seringkali proses yang tak mengenakkan harus dilalui untuk sebuah kebaikan.

"Terus berbaik sangkalah! Hal yang tak mengenakkan juga terjadi atas rencana Tuhan untuk kebaikanmu!"

2. Saat sadar bahwa ada kekurangan pada dirimu, jangan hanya berdiam! Perbaiki dan layakkan dirimu untuk dia di masa depan.

akan ada jodoh yang sebanding denganmu

akan ada jodoh yang sebanding denganmu via http://google.com

Saat sadar ada kekurangan diri yang harus diperbaiki, maka saat itu aku mulai berusaha untuk berubah. Ya, berubah ke arah yang lebih baik. Jika gagal, kucoba lagi untuk memperbaiki. Gagal, kucoba lagi. Agar sesuatu yang baik bisa menjadi kebiasaan untuk hidupku.

 

3. Apapun itu, pasti diciptakan secara adil. Kamu yang sedang memperbaiki dirimu, juga akan bertemu dia yang juga berusaha melayakkan dirinya.

tak ada yang salah dengan masa lalu. semua bisa diperbaiki.

tak ada yang salah dengan masa lalu. semua bisa diperbaiki. via http://google.com

Tak perlu menjadi yang teristimewa. Tak perlu menjadi yang "paling-paling". Karena yang kubutuhkan hanyalah cukup menjadi layak untuk bersanding dengan jodohku di masa depan. Itu saja.

Hei, kamu yang di sana! Tetap berusaha untuk saling melayakkan diri juga, ya?

4. Karena bukankah jodoh adalah cerminan diri? Tersenyumlah dan terus layakkan dirimu.

tak perlu ragu dengan apa yang kamu usahakan, yakini dan aminilah bahwa kamu akan dipertemukan dengan yang baik

tak perlu ragu dengan apa yang kamu usahakan, yakini dan aminilah bahwa kamu akan dipertemukan dengan yang baik via http://google.com

Jodoh adalah cerminan diri. Bukankah begitu? Karena ia yang menggenapimu pada dasarnya adalah dia yang seimbang, dia yang cocok, dan bisa melengkapimu. Jika memang ada yang salah dari dirimu dan harus diperbaiki, perbaiki dan layakkanlah. Supaya cermin yang akan datang kepadamu adalah cermin yang baik. Cermin yang layak bagimu.

5. Hingga saatnya kita akan saling menemukan dan menghargai karena sama-sama berusaha menjadi yang terbaik dan saling mencintai.

akan ada kita yang tak pernah saling melepaskan

akan ada kita yang tak pernah saling melepaskan via http://google.com

Hingga akhirnya, kita akan tiba di ujung penantian. Saat Tuhan mempertemukan kita di waktu dan rencana-Nya. Ya, mempertemukan kamu dan aku yang sudah sama-sama layak. Kita yang sudah berjuang untuk memperbaiki diri dan pribadi kita, bahkan sejak kita belum bertemu.

Karena ada satu hal yang kita yakini dan amini. Bahwa Sang Pencipta yang Maha Pengasih mempersiapkan jodoh yang baik saat kita memperbaiki diri.

Hingga akhirnya, diri ini bersyukur bisa bertemu dan memilikimu. Bisa bersyukur, bisa bersanding denganmu hingga ujung usia. Hingga akhirnya, diri ini bisa bersyukur menemukanmu yang bisa melengkapi sebagai pasangan di semua rasa, sebagai saudara untuk mengingatkan, dan sebagai sahabat untuk berbagi cerita.Ya, kamu jodohku yang sudah dipersiapkan Tuhan.

"Tidak ada yang salah dengan masa lalu. Itu hanya cara Tuhan untuk melayakkan kita sebelum bertemu."