“Apa kabar Dek? Sarjana Ekonomi nih… Kerja apa sekarang?”
“Masih asyik di band sama temen-temen, Tante.”
“Ooh… Kapan nih mau ngelamar kerja benerannya?”
“Hm, saya mau serius sama band saya Tan. Itu kerja beneran kok. Uang saya juga uang beneran, bukan uang monopoli hehehe.”
*Sang tante pun syok*
Selalu ada ekspektasi bahwa kita mesti menjalani trayek karir yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. Bagaimana tidak? Masuk kuliah sudah susah, keluarnya lebih susah, mahal dan menghabiskan waktu, pula. Di sisi lain, bukan tak mungkin kita diterima di tempat kerja yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Bukan tak mungkin juga kita, yang selama kuliah selalu merasa salah jurusan, akhirnya kembali menggeluti renjanamu yang asli. Gelar Sarjana Ekonomi biar ada di ijazah saja. Untuk menyambung hidup, kamu lebih memilih menjadi musisi.
Mungkin pilihan pekerjaan yang tak sesuai jurusan ini akan membuat beberapa orang terdekatmu menaikkan alis. Tapi yakinkan mereka, pekerjaan yang tak sesuai dengan jurusan pendidikan kita justru bisa menjadi sebuah berkah!

1. Dengan bekerja di tempat yang “tak biasa”, kamu bisa mendapatkan skill baru yang tak ada di bangku kuliahmu. Hebatnya, kamu digaji untuk itu

Management trainee bisa menjadikan bakatmu terasah dari berbagai sisi via www.glassdoor.com

Mungkin kamu seorang Sarjana Kimia yang cakap dalam memanipulasi reaksi senyawa, namun sekarang justru bekerja di bidang desainer. Mungkin kamu seorang Sarjana Politik, tapi malah berkecimpung di bidang periklanan. Bukankah selama bekerja di tempat-tempat itu kamu sudah mempelajari banyak sekali hal baru?

Dengan kerja di firma desain, kamu tak perlu ambil les privat untuk mengembangkan bakatmu dalam menggambar. Dengan jadi ad man, kamu tidak perlu susah payah mencari mentor untuk mengembangkan kreativitasmu. Kamu sudah punya atasan yang selalu bersedia mentransfer ilmunya dengan sukarela. Pengetahuanmu pun tak akan mentok di situ-situ saja, namun berkembang seluas-luasnya. Bagian terbaiknya? Semua ilmu ini bisa kamu dapatkan gratis  dengan digaji!

2. Bakat dan minatmu bermacam-macam. Pekerjaanmu yang sekarang bisa membantumu mengasah bakat yang selama kuliah dinomorduakan

Advertisement

Dengan pekerjaan ini, kamu bisa menekuni minatmu ketika kecil dulu via www.huffingtonpost.com

Pekerjaan yang “nggak nyambung” dengan jurusan kuliahmu adalah anugerah, karena kamu memanfaatkannya untuk mengasah minat dan bakat yang tak sempat kamu kembangkan dengan maksimal di jenjang perkuliahan. Punya banyak kemampuan dan keahlian adalah tanda bahwa kamu spesial.

Misalnya, mungkin kamu adalah Sarjana Teknik Industri, tapi kamu selalu punya ketertarikan di bidang bisnis. Bekerja di bank dan mengelola kredit nasabah terbukti begitu membantu mengasah insting bisnismu. Jangan heran jika nantinya kamu akan ditawari pekerjaan yang kamu inginkan selama ini — bukankah kamu adalah pribadi dengan bakat dan minat yang bermacam-macam dan sudah matang?

3. Kalimat “Oh, begitu ya…” “Kok aku selama ini nggak kepikiran ya?” akan sering mendatangimu. Pekerjaan yang tak sesuai jurusan memang membuka perspektif baru

Pekerjaan yang tak biasa akan membuka perspektif baru via www.bluenose.com

Bekerja di luar bidang yang selama ini kamu pelajari di kampus justru bisa membuatmu matamu terbuka. Pola pikirmu menjadi lebih berkembang karena kamu diekspos pada dunia yang sebelumnya asing bagimu.

Mungkin selama menjadi mahasiswa kamu selalu super santai soal penampilan. Maklum, mahasiswa Sastra. Namun ketika takdir membawamu menjadi sekretaris direksi, tentu kamu harus belajar tampil rapi dan disiplin. Pola pikirmu yang dulu — penampilan nomor sekian, yang penting otak! — tak bisa dipakai lagi.

Terlepas dari uang dan gengsi, pekerjaan yang baik adalah yang bisa membuatmu tahu bahwa ada dunia di luar sana yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Dan jika kamu sering mengutarakan kalimat ini dalam otakmu:

Oh ternyata begini ya? Oh ternyata begitu ya? Kenapa nggak pernah kepikiran ya?

Kamu sudah menemukan pekerjaan itu.

4. Bekerja tak sesuai jurusan bukan berarti ilmumu sia-sia. Justru inilah saatnya ilmumu diaplikasikan dengan cara yang tak biasa

Tompi: dokter bedah plastik sekaligus penyanyi via www.kaskus.co.id

Inilah saatnya kamu mengaplikasikan ilmumu dengan cara yang berbeda. Misalnya, kamu Sarjana Matematika yang terjun sebagai pelawak. Hei, pakai saja kemampuanmu berpikir logis untuk membuat suatu joke baru.

Ilmumu tentang hubungan internasional bisa membawamu jadi traveler tangguh. Ilmumu tentang Teknik Geologi bisa membuatmu lebih mengerti medan ketika harus menjadi wartawan di seksi Energi dan SDM. Pahat dalam pikiranmu: mana ada ilmu yang sia-sia?

5. Rezeki itu punya banyak pintu. Dengan mensyukuri pekerjaanmu yang sekarang, pintu rezeki lain akan lebih terbuka lebar

Buka pintu rezekimu dengan bersyukur via hutch.photoshelter.com

Rezeki itu bentuknya berbagai macam. Mungkin rezeki dalam bentuk uang bisa lebih mudah kamu dapatkan dari pekerjaanmu yang sekarang. nah, rezeki dalam bentuk ilmu datang dari bangku kuliah. Tugasmu hanya berusaha sebaik-baiknya untuk membuka pintu rezeki. Salah satu caranya adalah dengan mensyukuri yang sudah kamu punya selama ini.

Maka jangan ragu untuk memasuki pintu rezeki yang sudah terbuka. Dengan semangat hidupmu yang membara, kamu akan mendapatkan kesempatan untuk membuka pintu-pintu yang lainnya.

6. Pekerjaanmu yang sekarang mungkin semacam kuliah tambahan. Harus dilewati sebentar agar kamu siap menjalani karier impian

Anggaplah pekerjaanmu yang sekarang kuliah tambahan via www.pennlive.com

Pekerjaanmu yang sekarang, walau nggak nyambung dengan latar belakang pendidikanmu, bisa sangat membantu karirmu yang selanjutnya. Misalnya, kamu adalah sarjana Kedokteran Umum yang sekarang menekuni dunia musik. Ketika sudah praktik nanti, bisa saja ‘kan pasien-pasien setiamu adalah orang-orang yang kamu kenal sebelumnya lewat dunia musik? Contoh lain, kamu sarjana Sosiologi yang sekarang berwirausaha. Siapa yang tahu kamu bisa menjadi sosiopreneur ternama pada akhirnya?

Dengan menjalani pekerjaanmu yang sekarang dengan senang, bukan tak mungkin kamu justru bisa lebih dekat dengan impian!

7. Pekerjaan impianmu mungkin berada di tempat yang tinggi. Nah, pekerjaanmu yang sekarang bisa jadi batu loncatan meraih mimpi

Jadikan karirmu yang sekarang batu loncatan via hmgf.fmipa.ugm.ac.id

Untuk meraih mimpi, kamu harus melompat lebih tinggi. Maka jadikanlah pekerjaanmu yang sekarang sebagai batu loncatan. Inilah saatnya kamu belajar banyak hal, menyiapkan bekal, kemandirian, pengalaman, dan jaringan yang akan melambungkanmu ke tempat yang sedari dulu ingin kamu tuju. Kamu Sarjana Sastra yang bekerja di bidang sosial? Belajarlah sebanyak-banyaknya tentang berbagai fenomena humanitarianisme sehingga kamu bisa menjadi penulis yang diperhitungkan dalam subyek kemanusiaan. Kamu punya gelar S-2 di bidang MBA dan sekarang bekerja di sebuah resort? Serap sebanyak-banyaknya ilmu tentang manajemen perhotelan sehingga kamu bisa mengembangkan bisnis sendiri di bidang itu di masa depan. Tidak perlu menyesal, tidak perlu takut anggota keluargamu mempertanyakan!

Pekerjaan yang tak sesuai jurusan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru inilah saatnya kamu belajar banyak hal yang belum pernah kamu pelajari selama di jurusan. Dengan bekal dan pengalaman yang beraneka ragam, kamu akan bisa lebih dekat dengan angan.

Inilah saatnya kamu bisa melompat lebih tinggi untuk mencapai apa yang kamu inginkan. Untuk itu, pekerjaanmu saat ini bisa kamu jadikan batu pijakan. Jangan menyerah, jangan merasa kamu salah arah! Semoga sukses!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya