Banyak dari kita yang memanfaatkan momen tahun baru untuk melakukan perayaan besar-besaran. Tak ada yang salah dengan sorak sorai suara terompet dan hingar bingarnya ledakan kembang api tepat pukul 12.00 malam. Namun satu yang tidak boleh kita lupa, sudahkah bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada kita selama satu tahun terakhir. Perayaan tahun baru yang meriah seharusnya menjadi pelengkap atas rasa syukur kita kepada Tuhan, bukan yang utama.

Menyambut detik-detik tahun yang baru ini, sudah sepantasnya kita kembali merenung. Merajut ingatan untuk kembali mengingat nikmat luar biasa apa yang telah Tuhan berikan kepada kita – bahkan tanpa kita sadari. Tahun baru kali ini, ada baiknya tinggalkan sejenak hiruk pikuk perayaan tahun baru yang kadang memekakkan telinga. Luangkan waktu untuk dekat kembali dengan Tuhan. Karena Tuhan selalu menerima hambaNya yang sempat salah jalan. Tuhan, kali ini izinkan kami untuk bersyukur kepadaMu.

Saat kami masih belia, yang kami tahu tentang tahun baru hanyalah pesta pora. Momen yang seharusnya jadi refleksi diri dibiarkan lewat begitu saja

Dulu, yang kami pahami tentang tahun baru hanyalah pesta meriah dan segala hiruk pikuknya. Kami pikir dengan mengadakan pesta besar-besaran, sudah cukup untuk menghabiskan malam tahun baru. Terlalu asyik berpesta membuat kami akhirnya lupa untuk interopeksi diri dan merefleksi pencapaian apa saja selama setahun ini.

Padahal refleksi diri seharusnya menjadi poin paling penting di detik sebelum tahun berakhir. Ini jadi salah satu kesempatan bagi kami agar kesalahan yang lalu tak akan terulang kembali. Akibatnya, setelah pesta usai kami tak tahu hal apa saja yang harus kami perbaiki di tahun yang baru ini. Kami hanya akan membuang waktu jika kembali melakukan kesalahan yang sama.

Kami juga terlalu sibuk menyiapkan pesta kembang api. Kami lupa untuk hal yang lebih penting, yakni menentukan jalan setelah ini

Lupa untuk refleksi diri, juga membuat kami luput menyusun resolusi. Menyusun resolusi sama saja dengan membuat rencana hidup dalam jangka waktu ke depan. Karena resolusi sebenarnya bagaikan penuntun jalan agar kami tidak tersesat. Menyusun resolusi di tahun baru tak perlulah muluk-muluk, yang penting kami bisa yakin dan benar-benar tahu apa yang ingin kami capai.

Tapi Kau baik hati. Nikmatmu jelas tak pernah berhenti

Advertisement

Ternyata Tuhan tak serta merta membenci kami yang seringkali lupa untuk bersyukur atas nikmatnya. Alih-alih menelantarkan kami, Dia justru terus memberikan nikmat yang bertubi-tubi untuk kami, hambanya yang tak tahu terima kasih…

 Keberadaan orangtua yang mencintai sepenuh hati jadi bukti Kau tak pernah pergi

Kami seringkali terpaku pada ekspetasi bahwa sebuah nikmat yang diberikan oleh Tuhan haruslah sesuatu yang besar. Kami akhirnya lupa pada esensi kenikmatan yang sesungguhnya. Ternyata kenikmatan yang Tuhan berikan tak selalu sesuatu yang baru. Melainkan hal-hal terdekat pun bisa menjadi nikmat yang paling luar biasa.

Seperti salah satunya adalah kasih sayang orang tua yang tak pernah habis. Mereka adalah orang-orang yang pertama kali akan menyatakan kerelaannya untuk berkorban demi kebahagiaan kami – tanpa pamrih dan imbalan apapun. Sebenarnya tanpa perlu menunggu tahun baru, sudah sepatutnya kami bersyukur memiliki orangtua yang luar biasa. Tapi pada tahun baru kali ini, tak ada salahnya kami ungkapkan kepada mereka betapa kami juga menyayangi mereka.

Kami juga patut bersyukur masih dikelilingi sahabat sejati yang tak pernah pergi

Dikelilingi sahabat yang selalu memahami dan menerima keadaan juga merupakan nikmat yang patut disyukuri. Kami tetap merupakan makhluk sosial yang pastinya akan memerlukan bantuan orang lain. Jika Tuhan mendekatkan kami pada teman-teman yang mau menerima kami apa adanya dan selalu mendorong kami menjadi pribadi yang lebih baik, maka sudah jelas Tuhan sangat sayang kepada kami. Tuhan tentunya tak ingin melihat kami tersesat bersama orang-orang yang hanya akan membawa dampak buruk.

Terima kasih Tuhan, telah mempertemukan kami dengan dia yang telah kau takdirkan. Yang bersamanya kami bisa membangun masa depan

Menjalani sisa hidup bersama orang yang telah ditakdirkan tentunya menjadi keinganan sebagian besar orang. Tuhan telah berbaik hati mempertemukan kami pada orang yang tepat, sehingga di tahun yang baru ini memberikan pengalaman yang baru pula untuk kami. Yakni menjadi partner hidup bagi orang yang telah ditakdirkan Tuhan.

Bersama dia, kami akan menjadi pribadi yang lengkap. Bersamanya pula jalan berliku tak lagi terasa sulit dilalui. Karena ketika Tuhan telah memberikan restuNya, maka semesta juga akan turut memberi dukungan demi keberhasilan hubungan kita. Meski masing-masing bukanlah orang yang sempurna, namun dari ketidaksempurnaan ini saling melengkapi tak mustahil bisa menjadi tujuan akhir. Sebab hal yang dicari dari sebuah hubungan bukanlah kesempurnaan, melainkan bisa terus berkomitmen meski badai menyerang.

Untuk pekerjaan dan rizki yang membuat kami berkembang. Terima kasih atas semua kebaikan yang datang

Last but not least, rezeki yang terus mengalir menjadi nikmatMu yang tak pernah bisa kami dustakan. Sekecil apapun rezeki yang diberikan, kami berjanji sebisa mungkin tak akan mengeluh dan terus bersyukur. Karena meski kecil, kami mendapatkannya dari jerih payah kami sendiri lewat sebuah pekerjaan yang baik.

Mungkin di luar sana masih banyak yang tak seberuntung kami dalam hal rezeki, meski mereka sudah berjuang dengan sangat keras. Untuk itu, kami merasa malu Tuhan. Kami bukanlah hambaMu yang sempurna, namun Kau tetap berikan kenyamanan hidup untuk kami. Sehingga kali ini kami benar-benar disadarkan bahwa satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah terus bersyukur kepadaMu.

Kali ini, dengan rasa syukur yang lebih banyak, kami siap untuk menghadapi hari-hari di tahun yang baru. Terima kasih Tuhan, masih sayang dengan hambaMu yang sering ingkar ini.