Berapa usiamu sekarang? Bersyukur kalian yang masih muda belia, masih punya banyak waktu untuk merencanakan masa depan agar sesuai harapan. Kalian masih muda, masih asyik dengan ritus lucu muda-mudi kekinian, tapi nanti menginjak kepala dua akan ada banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan dengan masak. Tentu bukan mudah memikirkan keputusan terbaik, karena layaknya masa depan yang penuh misteri, sekali salah langkah kita akan terjun pada masalah-masalah yang nggak mudah.

Kalian yang sudah menginjak usia 25 tahun, rasanya perlu meluangkan waktu untuk merenung, sekian waktu boleh saja santai karena beban berkurang setelah lulus tapi adakah kalian tenang menghadapi dunia kerja? Usia 25 tahun bukan perkara gampang untuk melangkah dengan leluasa, banyak faktor dan pertimbangan yang perlu dinalar dengan benar. Sudah saatnya kamu persiapkan semuanya dengan matang, masa depan nggak berjalan dengan demikian mudahnya, persiapkan dengan matang ya!

1. Biar nggak terlambat masuk dunia kerja, sebelum usia 25-an baiknya kamu sudah lulus dari bangku sekolah

Selamat datang hiruk pikuk dunia kerja. via unsplash.com

Tuntutan sebagai akademisi harusnya sudah lunas, tak ada lagi kegundahanmu urus mata kuliah yang belum keluar nilai. Sudah saatnya lulus jadi sarjana, kalaupun kamu sudah lulus jangan berhenti saja di situ. Melihat umur yang beranjak matang untuk bekerja, lakukan yang mesti kalian lakukan.

2. Cari pekerjaan yang layak perlu, tapi jangan terlalu selektif saat mencari pekerjaan karena usiamu semakin tua dan kurang pengalaman

Kepalang selektif malah menyia-nyiakan kesempatan. via unsplash.com

Advertisement

Banyak sekali pertimbangan saat menginjak usia 25 tahun ini. Bahkan ketika sudah dihadapkan pada pekerjaan sering kali dipusingkan dengan pekerjaan yang cocok. Perhitungan gaji, passion dan suasana kerja jadi faktor penyebab kenapa kita terlalu lama berpikir. Baiknya jangan terlalu selektif ketika sudah diberi kesempatan memilih pekerjaan.

3. Jika urusan cinta menghalangi karir, bicarakan baik-baik dengan pasangan, sudah semestinya di usia ini kamu pikirkan penghasilan buat masa depan

Bicarakan baik-baik dengan kekasih… via unsplash.com

Ketika sudah mulai masuk kerja ada saja halangan, bahkan karena menjalin hubungan pacaran malah jadi beban. Kesibukan yang nggak disukai kekasih malah bikin pekerjaan berat. Baiknya bicarakan baik-baik dengan pasangan, saling mendukung, karena apa yang kamu kerjakan sekarang sudah selayaknya dilakukan. Baik buat masa depan!

4. Jangan dulu menikah jika masih ada keraguan, siapkan segalanya dari materi hingga mental

Ada saatnya nanti untuk menikah, sekarang siapin dulu semuanya… via unsplash.com

Melihat teman seumuran yang menikah bahkan sudah punya anak malah bikin iri. Padahal usia 25 tahun sedang produktif banget untuk berkarya dan bekerja, kalau faktanya begini apa iya kalian harus iri untuk segera berumah tangga? Baiknya dipikirkan dengan matang, kumpulin modal biar siap sedia untuk berkeluarga.

5. Berusaha jalani hidup tanpa bantuan materi dari orang tua, niscaya kemandirian ini jadi modal berharga untuk hari tua nanti

Sudah habis manjanya, mesti hidup lebih mandiri. via unsplash.com

Diakui atau tidak kalian di usia 25 sudah mulai malu untuk terus-terusan mengandalkan orang tua. Memang sudah selayaknya kamu hidup mandiri, jangan melulu memanfaatkan rejeki dari orang tua. Carilah pekerjaan, menabung dengan cermat dan jangan lupa sedikit demi sedikit berikan perhatian lebih ke orang tua.

6. Saat punya pekerjaan yang cukup buatmu mapan, motivasi dirimu untuk selalu menabung sebagian penghasilan

Sudah harus irit dan menabung dengan tekun. via unsplash.com

Pekerjaan sudah didapat, jodoh digenggaman dan keadaan semakin nyaman. Jangan lupakan masa depanmu yang penuh rahasia itu, perlu persiapan mental dan materi. Jawaban paling mulia atas keresahan ini adalah dengan menabung supaya masa depan bisa dijalani dengan lebih tenang.

7. Mulai pikirkan bagaimana kamu akan merawat orang tuamu kelak, jangan sampai mereka kesepian di hari tuanya

Ada orang tua di rumah yang butuh perhatian. Tanggung jawab siapa? via unsplash.com

Sudah selayaknya kedewasaan yang kamu punya dijadikan modal untuk berbaik hati ke orang-orang terkasih di sekelilingmu. Orang tua yang merawatmu selama ini sudah saatnya kamu berikan mereka perhatian lebih. Mereka sudah nggak muda lagi, tenaga yang mereka punya sekarang sudah berkurang, apakah kita mau tinggal diam saja? Semoga kita semua diberi rezeki untuk memudahkan niatan baik ini.

8. Bukan saatnya untuk ragu, setelah sarjana kamu harus tahu tujuan selanjutnya, lanjut s2 atau kerja? Atau mungkin dua-duanya?

Apa pilihanmu nanti adalah keputusan yang perlu dipikiran dengan matang… via unsplash.com

Akhirnya kamu sah jadi sarjana, kamu semakin dekat dengan gelimang kesibukkan di dunia kerja. Tapi kadang ada rasa yang belum puas, kamu pikir bahwa menjadi akademisi baik untuk masa depan. Lanjut S2? Bukan masalah, toh selama orang tua mendukungmu kamu layak dapatkan itu. Lebih baik lagi kamu bisa bekerja sambil lanjutkan pendidikanmu itu. Tuhan selalu memberikan kasih dan berkahnya kepada niatan baik.

Selamat datang usia 25, semoga nggak ada lagi beban yang sulit dipikul, semoga dengan persiapan ini semua jalan terbuka dan menyambut baik semangat kita. Tak ada salahnya selagi masih ada waktu menghibur diri kita habiskan dengan baik, tak ada lagi keinginan untuk bermalas-malasan, semua sudah lunas, kini saatnya berkarya. Tulisan di atas tentunya butuh tambahan rentetan pertimbangan yang perlu dipikir matang, baiknya kamu jalani yang sepantasnya kamu lakukan. Ini bukan saatnya untuk berbangga diri karena sudah dewasa, kini saatnya berbagi lewat rezeki yang diberikan dari Tuhan kepada kita. Carilah jalan terbaik mencari rejeki itu!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya