Aku sudah hampir melupakan semua luka hati yang dulu pernah ada. Tanpa kamu meminta maaf pun, aku sudah terlebih dahulu memaafkanmu. Sekarang, saat rasa ini sudah hilang untukmu, aku hanya bisa tertawa saat mengenang masa lalu.

"Kok bisa ya, kamu yang menyakitiku justru dulu kutangisi?"

Sekarang aku tersenyum pada diriku sendiri dan sudah menyadari, betapa bodohnya aku dulu. Aku yang ternyata bisa berdiri di atas kaki ku sendiri dan bisa hidup tanpa harus mengemis padamu, mengapa rela mengeluarkan air mata setelah kamu sakiti?

Sekarang saat mataku sudah terbuka, aku memilih untuk memaafkanmu dan melanjutkan hidupku. Kita tidak akan bermusuhan. Sebelum menjalin kisah ini, kita berteman. Hubungan kita baik. Maka saat semuanya sudah usai, pertemanan kita harus tetap sebaik sebelumnya sebagai bukti tak ada luka hati.

Jangan pernah bertanya, apakah kita bisa kembali menjadi sepasang kekasih. Memang, sikap buruk bisa diubah. Memang, tiap orang berhak punya kesempatan. Tapi aku juga berhak punya kesempatan untuk menyayangi diriku, mencintai diriku, menjaga hatiku dari orang-orang sepertimu.

Advertisement

Aku tak pernah ingin kita kembali menjadi pasangan kekasih. Aku memaafkanmu tapi bukan berarti kamu boleh kembali ke hati ini. Aku memaafkanmu karena aku ingin hubungan kita baik seperti saat baru mengenal. Sementara, hati ini memang diciptakan bukan untuk tempatmu hadir.

Mengertilah sayang. Memaafkan dan menerimamu kembali adalah dua hal yang berbeda. Betul, aku sudah memaafkanmu. Tapi aku tak pernah ingin kisah cinta kita dilanjutkan lagi.