Dalam menjalani hidup ini, kita pernah menjadi pribadi yang begitu semangat. Kita begitu termotivasi melakukan banyak hal demi cita-cita kita. Seperti tak kenal lelah, kita berusaha sebaik mungkin. Kita merasa menjadi pejuang yang hebat. Apapun yang menjadi cobaan dan rintangan silih berganti kita hadapi. Hingga pada suatu saat kita pun meraih keberhasilan sesuai dengan harapan, atau bahkan lebih dari yang kita inginkan. Terkadang hal itu membuat kita bangga terhadap diri kita sendiri.

“Ini hasil kerja kerasku, inilah hasil perjuanganku selama ini”.

Saat kita tengah berjuang, ada waktu dimana begitu banyak cobaan serasa datang menghampiri. Silih berganti menguras kesabaran diri. Sering kali membuat kita hampir patah semangat dan lupa diri, namun dengan sedikit kesabaran akhirnya seolah ada pintu keajaiban yang menyelamatkan kita dari berbagai cobaan yang silih berganti. Kita pun jadi senang dan lega, akhirnya cobaan demi cobaan terlewati juga. Padahal awalnya seperti tak mungkin bahwa berbagai cobaan dan tantangan itu bisa kita lewati semua.

“Aku tak percaya aku bisa melewati ini semua, hingga bisa berhasil seperti ini”.

Saat kita akhirnya bisa meraih keberhasilan. Saat kita akhirnya mampu mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita yang bisa masuk sekolah favorit. Kita yang akhirnya bisa kuliah, kuliah di perguruan tinggi yang kita idam-idamkan. Kita bisa dapatkan pekerjaan ketika sudah wisuda. Atau akhirnya kita bisa menjadi seorang yang sukses jadi pengusaha. Atau yang begitu membuat hati kita berbunga-bunga, yaitu tat kala akhirnya kita mendapatkan hati sosok yang kita cinta. Hingga ia menjadi jodoh kita. Sayangnya, sering kali kita lupa bahwa mengapa kita bisa meraih semua itu. Ada sisi lain yang sering kita lupakan. Kita masih terlalu berbangga bahwa apa yang kita capai saat ini, itu adalah karena perjuangan kita semata. Kita lupa, lupa bahwa ada sosok yang sering menengadahkan tangan kepada Allah demi keberhasilan kita. Lupa dengan ibu kita yang selalu berdoa.

Advertisement

“Ya Allah Ya Tuhanku, sayangilah anak-anakkku. Berikanlah mereka kemudahan dalam meraih semua mimpi-mimpinya.”

Itulah kiranya doa dari seorang ibu yang tak henti-hentinya ia panjatkan demi kebahagiaan anaknya. Walau mungkin tak pernah sekalipun ibu kita memberitahukan doa itu kepada kita. Ya, karena ibu kita memang begitu tulus menyayangi kita.

Suatu hari saat kita bercerita kepada beliau,

“Ah Ibu, anakmu ini sedang diterpa cobaan. Rasanya aku tak kuat menjalaninya.”

Seorang ibu niscaya akan segera terenyuh hatinya. Bersedih bahwa sang anak sedang dirundung kegelisahan dalam hidupnya. Sang anak sedang dilanda cobaan dalam mengejar harapan-harapannya. Saat itu pula, ibu kita niscaya akan berdoa tanpa kita minta. Dia akan mendoakan agar semua masalah dan cobaan yang kita alami segera berlalu. Ajaibnya, cobaan-cobaan demi cobaan itu pun berlalu dan bisa kita lewati. Namun sayangnya, mungkin kita sulit menyadari bahwa ada doa ibu kita yang mengiringi langkah kita dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Di dunia ini tentu banyak hal yang ingin kita raih, namun tak semuanya bisa kita wujudkan. Ada harapan yang bisa kita wujudkan. Ada pula yang kita perjuangkan dengan sangat bekerja keras namun tak berhasil juga. Ada yang kita perjuangkan hingga berkali-kali pun tak pernah kita jumpai keberhasilannya. Rasanya kok gagal terus. Satu hal yang penting, mungkin kita lupa meminta doa restu orang tua kita, terkhusus ibu kita. Hal itu mungkin karena kita terlalu percaya diri dengan kemampuan kita. Hingga kita mengganggap sepele tentang kalimat-kalimat yang menjadi doa ibu kita. Kita sering kali tak meminta nasihat dan saran dari beliau. Mungkin kita merasa lebih pintar dan lebih berpendidikan dari ibu kita. Kita merasa bahwa gelar dan kemampuan kita itu lebih darinya.

Saat kita tengah menyadari apa yang telah kita alami selama ini. Saat kita tengah merenungi apa saja yang telah terjadi dalam perjalanan perjuangan hidup kita ini. Tentu kita bisa menemukan banyaknya keajaiban yang terjadi dalam hidup kita. Ajaib, bukan berarti seperti pemain sulap yang bisa menghadirkan suatu benda dengan sesukannya. Keajaiban dalam hidup kita yaitu diantaranya adalah serasa kok ada saja jalan kita menuju keberhasilan. Kok ada saja jalan bagi kita keluar dari masalah. Kok ada saja jalan bagi kita bisa meraih sesuatu yang kita impikan. Kok ada saja peristiwa yang menyelematkan kita dari sebuah cobaan dan berbagai tantangan. Ketahuilah, diantara keajaiban-keajaiban itu sebenarnya ada doa-doa dari ibu kita yang sedang dikabulkan oleh Allah.

“Karena memang ridho Allah itu bersama ridho ibu kita”.

Kita patut berbangga hati, karena di negeri ini sosok ibu mendapat perhatian yang begitu besar. Ada hari ibu yang tiap tahun diperingati di negeri ini. Walau setiap orang memperingatinya dengan cara yang berbeda-beda. Namun semuanya tentu ingin membahagiakan ibunya masing-masing. Kita memang tak bisa membalas semua kebaikkannya. Kita tak akan pernah bisa membalas semua kasih sayangnya, dan mungkin kita pun tak bisa setulus beliau dalam berdoa. Namun pada dasarnya entah di dunia maupun di surga, bahwa setiap orang punya kesempatan untuk bisa membahagiakan ibunya. Selamat hari ibu, selamat membahagiakan ibumu.