Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satu kota ternama di Indonesia, ternama mulai dengan pariwisatanya, warganya yang terkenal dengan keramah-tamahannya, satu lagi yang mungkin tidak asing di telinga, kota ini juga terkenal sebagai kota pelajar, mengapa? banyak hal yang dapat mempengaruhi bahwa kota ini disebut sebagai kota pelajar, mulai dari Sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Perguruan Tinggi. Kota ini selalu mempunyai sisi terpandang terhadap masyarakat Indonesia dengan pendidikannya. Kota lain memang mempunyai gedung sekolah dasar hingga perguruan tinggi namun siapa sangka bahwa lingkungan adalah satu faktor terpenting dimana seseorang akhirnya memutuskan untuk merantau ke kota pelajar ini untuk menuntut ilmunya.

Perguruan Tinggi di Kota Pelajar ini memiliki image yang cukup terkenal baik oleh warganya ataupun orang dari luar kota, mulai dari Perguruan Tinggi Negerinya ataupun Perguruan Tinggi Swastanya. Hal ini terbukti dengan adanya mahasiswa baru setiap tahunnya yang bukan berasal dari kota Yogya. Beberapa dari mereka mengerti bahwa dengan belajar di kota pelajar dengan lingkungannya yang mendukung akan membawa mereka yang berasal dari luar kota dapat nyaman tinggal di Kota Yogya. Rata-rata dari mereka yang berjuang di kota Pelajar adalah pelajar-pelajar yang berumur dibawah 22 tahun. Mereka yang merantau masih bisa dibilang sebagai anak muda yang masih mengalami masa penyesuaian dengan jati dirinya.

Pelajar pada zaman sekarang bukan hanya membutuhkan semangat dari orang tuanya namun semangat serta dukungan dari lingkungannya dan orang-orang terdekatnya dapat membuat seseorang yang jauh dari rumah menjadi nyaman sehingga menimbulkan semangat yang lebih terhadap phsycolog seseorang. Semangat serta lingkungan inilah yang membuat orang perantauan nantinya tidak akan sia-sia dengan memilih perguruan tinggi di Kota Pelajar ini. Percaya tidak percaya bahwa orang dari luar kota Yogya pasti ada di setiap perguruan Tinggi di Kota pelajar ini. Secara pertimbangan, orang tua tidak akan membiarkan anaknya tinggal serta tumbuh di lingkungan yang tidak dipercayakan oleh orang tua mereka. Secara tidak langsung orang tua mereka telah percaya bahwa kota Pelajar ini dapat dianggap sebagai kota yang nyaman dengan taraf kehidupan yang bisa dibilang lumayan untuk kelas pelajar yang merantau di Perguruan Tinggi di Yogya. Dengan budaya yang berbeda, mereka yang merantau ke Yogya lebih mudah untuk beradaptasi. Hal ini terbukti dengan lamanya mereka akan menjajaki bangku perkuliahan. Tanpa tidak disengaja, mereka yang merantau akan mulai terbiasa dengan budaya di kota Pelajar ini, tumbuhlah satu alasan semangat lagi, bukan lagi dari orang terdekat tapi berasal dari budaya yang berbeda yang membuat mereka nyaman serta betah dengan budaya baru yang mereka jajaki sekarang ini. Secara logika tidak akan ada waktu lama bagi mereka jika mereka tidak akan nyaman dengan lingkungan, orang serta budaya yang berada disekitar mereka. Bertemu dengan orang yang berbeda serta banyak membuat mereka akan mengenal satu sama lain, timbulah persaingan dalam hal pembelajaran di bangku kuliah, mungkin diawal perkuliahan mereka tidak akan sadar dengan persaingan ini, namun dengan berjalan waktunya serta berjalan tingkat semester dan nilai mereka masing-masing, mereka akan sadar dengan persaingan, satu lagi yang membuat seseorang semangat dalam pendidikan di kota pelajar ini, persaingan yang timbul membuat seseorang baik dari perantauan ataupun asli akan berlomba-lomba untuk menjadi lebih baik diantara yang terbaik. Semangat pembelajaran dalam pendidikan dapat di ambil dari sisi kehidupan manapun, mulai dari yang selalu dilewati dan dilakukan hingga yang hanya di amati. Pendidikan memang tidak murah tapi apa susahnya untuk menjadi lebih baik dan dapat diapandang dalam bidang tertentu. Melalui pendidikan pula seseorang dapat pandangan berbeda dari satu orang dengan orang lainnya. Utamakan semangat untuk terus menempuh pendidikan yang lebih tinggi.