Bagi setiap orang, jatuh cinta itu punya jalan yang berbeda. Satu dengan yang lain punya jalan yang unik sendiri-diri ketika merasakannya. Setiap orang punya beragam cara dalam menyikapinya. Begitulah orang-orang dalam memperlakukan cinta yang tumbuh di hati dengan berbagai rasa yang ada. Namun intinya sebagian besar sama, ada kebahagiaan ketika merasakan adanya cinta. Begitu juga dengan diriku yang sangat behagia ketika merasakan hadirnya cintamu.

Kau harus tahu, bahwa tak mudah hati ini bisa untuk mencintai. Sehingga tat kala telah tumbuh rasa cinta, sungguh itu terasa istimewa sekali. Terkadang aku berfikir atas sebab apa aku akhirnya mencintaimu. Mungkinkah dengan sendirinya, atau memang ada proses yang berjalan dengan begitu sangat lambat hingga aku tak menyadarinya. Ataukah memang dengan sengaja bahwa dirimu telah membuatku jatuh cinta. Mungkinkah juga berawal dari persahabatan yang terjalin erat. Entahlah, namun yang aku sadari bahwa aku telah mencintaimu tanpa keterpaksaaan.

Perhatian-perhatian yang kau berikan membuatku merasa senang. Kepedulian yang engkau kerap curahkan membuatku terasa menjadi sosok yang kau spesialkan. Kau seolah menjadi pengalaman indah yang sedang aku alami, namun tidak aku harap untuk segera berlalu dan pergi. Aku menyadari karena aku pun berhati-hati. Ada banyak sosok yang sering kali datang dan pergi. Mereka yang seenanknya menjejakan kaki di hati ini, namun selang beberapa waktu hanya meninggalkan jejak-jejak yang tersimpan di Memori. Tentu rasanya sakit, jika kala itu hati ini telah berharap. Harapan menjadi seolah terbenam dan tak terbit lagi darinya. Tentu kecewa, saat saat itu diri ini sempat menaruh angan-angan. Apalah dayaku, mereka juga punya hak untuk menolak angan-angan bahagiaku. Pantaskah aku menyalahkan mereka yang seperti itu? Bolehkah?.

“Setidaknya jangan sengaja membuat orang jatuh cinta padamu, jika kau tak ingin menerima cintanya.”

Kini telah hadir dirimu, yang tak aku harapkan seperti mereka. Bukan hanya orang yang pandai merayu dan melambungkan hati ini hingga melayang-layang dalam kebahagiaan semu. Arus perjalanan hati ini telah memberiku banyak pengalaman. Kau telah menjadi harapan, harapan untuk tetap menumbuhkan rasa cinta di hati ini. Semoga kau tak pernah berniat untuk membuat hati ini layu kembali. Rasa di hati ini bukan hanya sekedar cinta-cintaan ala remaja labil yang mencoba-coba. Bukan pula dari seseorang yang ingin mencari pengalaman dalam menjalin hubungan asmara. Aku tahu, perasaan bukanlah permaian. Walau banyak orang yang dengan tega hati mempermainkannya, aku harap kau bukanlah salah satunya. Lalu, bolehkah aku meminta.

Advertisement

“Jangan pergi, jangan hanya tinggalkan jejak-jejak kenangan di hidupku”

Dalam doa dan harapan, ada dirimu yang kuharap bisa bersanding denganku di pelaminan. Entah kapan itu, aku pun tak tahu. Namun aku kini pun sedang berusaha mewujudkannnya. Aku sedang berusaha menjadi yang terbaik untuk dirimu. Tak perlulah banyak waktu untuk bermesra-mesraan, nanti juga ada waktunya jika telah bersama. Jangan membuang waktu hanya untuk mengobral cinta, namun bersiaplah untuk membahagiakan cinta. Tentulah bukti nyata yang akan meyakinkan, bukan sekedar seikat bunga atau janji-janji manis yang ingin aku dengar.

Telah aku coba yakinkan hati ini untuk mencintaimu. Biarlah aku telah berharap, memang aku terlanjur mengharapkamu. Jika aku salah berharap, mohon sadarkan aku secepatnya. Agar sakit hati dan rasa kecewa berat terhadapmu tidak terlalu parah nanti aku rasakan. Jika ini benar, dan kita bisa berusaha bersama. Aku inginkan langkah kaki ini bisa berbarengan denganmu dalam melangkah mengarungi kehidupan. Tetaplah bersamaku, jangan ikut-ikutan mereka yang ingin berpetualang datang dan pergi seenaknya. Selalulah tersenyum padaku, mari jejaki hidup ini bersama untuk selamanya.

“Cinta kita yang indah bukanlah jejak kenangan, namun jejak-jejak untuk terus melangkah bersama ke masa depan.”