Tetaplah engkau disini
jangan datang lalu kau pergi
jangan anggap hatiku
jadi tempat persinggahanmu
untuk cinta sesaat

— HiVi – Pelangi

Bait lagu HiVi cukup untuk mewakilkan perasaan kami sebagai wanita yang menjadi tempat persinggahan kalian, wahai Tuan yang mempunyai hak penuh untuk memilih.

Terlibat perasaan yang mendalam selama setahun, dua tahun, lima tahun, bahkan sepuluh tahun atau lebih dengan seorang pria adalah hal luar biasa yang pernah kami rasakan. Kami menggantungkan harapan yang cukup besar, setelah banyak hal yang kita lalui berdua.

Kita sama-sama pernah merasakan malu untuk memulai komunikasi disaat awal perkenalan. Kita merasakan indahnya saling jatuh cinta dan menjaga rasa itu tetap utuh bertahun-tahun lamanya. Kita pernah melewati pertengkaran demi pertengkaran yang memproses kita menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan lebih dewasa. Bahkan kita sama-sama pernah mengimpikan membangun sebuah keluarga kecil.

Ingatkah kamu saat aku merasa belum siap diperkenalkan dengan keluargamu? Kamu meyakinkan, seolah akulah wanita yang pantas untuk menjadi bagian dari keluarga besarmu. Begitupun sebaliknya, saat kita bersusah payah meyakinkan keluarga besarku agar kamu dapat diterima seperti keluargamu menerima kehadiranku.

Advertisement

Tidak cukupkah kisah kasih sederhana ini mengantarkanmu pada tujuan akhir (bersamaku)?

Bukan perkara kami menggantungkan harapan besar pada kalian, kami pun tidak mau menjadi manusia munafik. Sederhananya, pantaskah waktu yang kami berikan berakhir dengan ketidakpastian? 

Kami hanyalah wanita yang lekat dengan kata lemah dan rapuh, selain rasa cinta dan sebentuk kasih sayang, apalagi yang bisa kami tunjukkan kepada kalian? Jangankan untuk bernyaman-nyaman dengan beberapa lelaki, menetapkan pada satu saja sulit rasanya. Jika sudah merasakan nyaman pada satu tempat, kami akan berusaha menjadikan itu surga yang tidak akan pernah kami tinggalkan.

Untukmu Tuan pemilik rasa, jika kalian belum siap menjadikan kami pelabuhan terakhir, ada baiknya kalian terus berlayar hingga benar-benar lelah. Carilah apa yang kalian inginkan, temukan apa yang menurut kalian pantas. Jangan jadikan kami persinggahan sementara. Meninggalkan harapan, lalu pergi tanpa kata, mencari tempat berlabuh lainnya.

Parahnya, harapan yang kalian tawarkan menyebabkan kami terpaku di satu tempat dengan alasan klasik — 'menunggu' (sesuatu yang tidak pasti)

Kami tahu pilihan ada ditangan kalian, secantik, sepintar, atau sesukses apapun kami — kaum wanita, tetaplah kalian yang akan menentukan. Memastikan siapa yang berhak mendampingi hidup kalian. Tapi, sekali lagi kami mohon jika belum terniat untuk menjadikan kami pilihan, jangan hujani kami dengan harapan kosong.

Bila tak ingin disini, jangan berlalu-lalang lagi
Biarkanlah hatiku, mencari cinta sejati

— HiVi – Pelangi