Tahun-tahun melaju begitu cepat, terkadang kita bahkan tak sempat ucapkan salam perpisahan.

Sudah belasan tahun usiamu sekarang. Hidupmu perlahan berubah, begitu pun hidupku yang masih jua berjalan. Seragam putih-birumu berganti dengan putih abu-abu dan kau mulai sibuk di luar rumah. Berkegiatan bersama teman-teman seumuran. Dan ibu-bapak, orang tua kita, perlahan menua dengan pasti. Meninggalkan hari demi hari dengan satu lagi rambut memutih dan kulit mengeriput. Kau pasti tahu itu.

Adikku, sebelum waktu kembali menyerang, inginku berbicara sebentar. Semoga kau mendengarkan.

Kau adalah sahabat terbaikku. Aku sudah berusaha menyediakan mata dan telinga, serta hati jika kau membutuhkanku. Aku tahu aku tak selamanya ada di sana, di rumah kita. Kau tinggal bersama orang tua kita sementara aku berjuang di kota orang.
Terkadang, hidup tak semudah yang kita bayangkan. Tapi kau punya aku dan aku punya kamu. Kita ada dan semestinya ada untuk satu sama lain. Saling menguatkan, saling mendengarkan dan berbagi. Karena tak ada orang lain yang bisa menggantikannya.

Darah yang mengalir dari ibu dan bapak merupakan ikatan sempurna yang tak boleh lepas begitu saja. Seharusnyalah kita menjaga, agar hati ini terus terpaut, semangat terus membara, dan cinta setia mengalir. Bukan semata untukku atau untukmu, tetapi juga untuk dua orang yang paling kita sayangi di dunia ini: ibu-bapak. Bukan begitu?

Advertisement

Terkadang, kau kan menemui jalan berliku, terkadang bahkan kan kau temui persimpangan jalan yang merisaukan. Tak apa, adikku. Sungguh. Kau hanya perlu melihat ke dalam hatimu. Ia akan menunjukkanmu kepada kebaikan. Ingatlah, ada doa orang tua kita yang menyertai. Jadikan senyum Bapak dan air mata bahagia Ibu sebagai motivator nomor satu. Penyemangat paling ulung. Simpanlah bayangan indah itu di kepalamu agar kemana pun kau pergi kau selalu diingatkan.

Terakhir, jadilah apapun yang kau inginkan. Hanya bila hal itu mengantarkanmu kepada kebaikan. Jika kau tanya apa hal paling ku sesali, itu adalah karena aku tak terlalu yakin dan berani. Ketakutan adalah mematikan. Membunuhmu di tempat. Maka jangan takut, sayangku. Melajulah setinggi apapun, raihlah yang kau mau.

Tak ada yang salah tentang terlahir sebagai perempuan. Sebab kita tetap berhak mendapatkan kesuksesan. Tetap bertanggung jawab memberikan kebahagiaan. Untuk keluarga kita, kau punya aku, dan aku memilikimu. Berdua, berjanjilah, kita kan terbang bersama-sama. Mengantarkan Bapak-Ibu ke surga-Nya.