Perilaku yang baik pada anak-anak mencerminkan banyak sekali nilai positif.

Salah satunya adalah sebagai upaya pembentukan karakter yang memang harus dimulai sejak dini. Juga sebuah kebanggan orang tua saat anak memiliki perilaku yang dapat diteladani oleh teman sebayanya. Secara tidak langsung pula membuktikan bahwa orang tuanya dapat memberikan pendidikan yang ideal. Hanya terkadang banyak orang tua bingung dengan apa yang mestinya dilakukan untuk membuat anak mereka berperilaku baik. Kebanyakan dari mereka merasa tidak tega dan mentolerir perilaku buruk anak-anak.

Dalam batas tertentu memang perbuatan anak semestinya untuk dipahami, misalkan saja gerakan mereka yang aktif. Sejauh tidak mengganggu aktifitas orang lain, anak-anak yang aktif harus diberi ruang untuk meluapkan energi mereka. Dan berikut hal-hal dasar yang perlu diajarkan pada anak agar dapat berperilaku baik.

1. Kemandirian

Kemandirian sejalan dengan konsep survive dan tanggung jawab. Mengajarkan kemandirian pada anak akan memudahkannya untuk lepas dari keterlibatan orang lain. Meskipun harus dilaksanakan setahap demi setahap serta tidak secara frontal, namun hal ini mutlak diajarkan pada anak-anak. Bayangkan saja jika saat memasuki usia sekolah dan belum kita ajarkan untuk buang air kecil secara mandiri, tidak mungkin pula guru bisa membantu secara terus-terusan. Namun jangan lupa, saat membiarkan mereka menjalani aktifitas secara mandiri, tetap awasi mereka. Jangan sampai karena kelalaian kita, kesehatan mereka menjadi korban.

Advertisement

Kemandirian juga bermanfaat bagi pembentukan kemampuan adaptasi anak. Saat ia terbiasa dengan aktifitas yang ia kerjakan dengan kempuannya, ia akan lebih berani saat berada di lingkungan yang baru. Pola pikirnya akan dengan cepat mencari penyelesaian misalkan pada suatu ketika ia mendapati permasalahan.

2. Percaya Diri

Ada anak yang memiliki pembawaan percaya diri yang tinggi namun ada pula yang pemalu. Tidak usah khawatir, bahkan yang pemalu pun bukan berarti tidak bisa memiliki kepercayaan diri. Memang tidak dapat dipaksakan, namun bukan mustahil untuk diajarkan bagaimanapun kondisi anak.

Langkah sederhana yaitu dengan pujian. Bukan pujian yang berlebih namun lebih cenderung pada pujian terhadap perbuatan baik yang telah mereka lakukan. Hal wajar jika terkadang orang tua terlalu memuji anak dari segi fisik mereka, namun upayakan hal ini untuk diminimalisir. Kita tidak ingin kepercayaan diri yang mereka miliki cenderung menuju pada kesombongan.

3. Tertib

Ketertiban sangat erat kaitannya dengan orang lain. Saat hal ini dilanggar, maka orang lain yang akan merasakan dampaknya secara langsung. Ajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Beri gambaran dampak dari buang sampah sembarangan, bisa melalui video atau gambar mengenai sungai yang tercemar atau luapan air sungai yang menyebabkan banjir.

Kemudian, ajarkan juga anak anda untuk dapat mengantri. Hal ini mengajarkan konsep pengendalian diri pada anak. Banyak sekali hal-hal sederhana yang dapat diajarkan pada anak mengenai ketertiban. Hal ini kadang disepelekan, padahal sangat penting bagi pembentukan karakternya.

4. Saling Memaafkan

Setiap orang pasti bisa berbuat salah, berilah pengertian atas hal ini pada anak-anak. Bahkan orang tua yang menjadi tempat untuk mengajukan segala macam pertanyaan pun bisa berbuat salah. Dengan teman sebaya juga demikian. Jika memang anak anda yang salah, besarkan hatinya untuk terlebih dahulu meminta maaf. Sebaliknya, saat temannya meminta maaf akibat perbuatannya maka ajarkan pada anak anda untuk memaafkan.

Saling memaafkan memberi nilai positif bagi anak untuk lebih mengerti dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Tidak selalu menjadi pemenang atas segala situasi, serta lebih dapat bersikap rendah hati.

5. Berbagi

Berbagi pada teman, atau pada orang yang kurang mampu. Tindakan positif yang dapat diajarkan pada anak anda untuk menanamkan rasa empati. Percobaan sederhana, saat anak anda bermain bersama temannya, berikan beberapa makanan yang ia miliki untuk dibagikan kepada teman-temannya. Atau misalkan anda mempunyai tetangga yang kurang mampu, mintalah anak anda untuk mengantar makanan pada tetangga anda tersebut.

6. Menolong

Saling menolong hampir mirip dengan konsep berbagi. Terkadang kita membutuhkan bantuan dari orang lain, sehingga saat orang lain membutuhkan selayaknya kita memberikan pertolongan pada mereka. Jika pada suatu ketika anda kerepotan dengan aktifitas dirumah, ajaklah anak anda untuk sekedar menolong anda pada aktifitas yang sekiranya mampu ia kerjakan.

7. Hati-hati dan Waspada

Pada hakekatnya fase anak-anak adalah momen dimana mereka harus belajar dan bereksplorasi. Tidak semua aktifitas anak-anak yang kadang mungkin sedikit berbahaya kita larang. Jika itu terjadi maka kita menghentikan proses pembelajaran untuk berhati-hati. Misalkan saja memanjat jendela atau pohon. Jaga dan awasi saat mereka melakukannya, sembari mengingatkan bahwa mereka harus berhati-hati karena saat mereka bersikap sembarangan terdapat konsekuensi mereka dapat terjatuh. Namun jika aktifitas tersebut sangat membahayakan tentu saja harus kita larang, meski tetap beri pengertian mengapa kita melarang aktifitas tersebut.

Yang tidak kalah penting ialah waspada. Utamanya pada orang-orang yang sekiranya berbuat tidak baik pada mereka. Ajarkan pada anak untuk bersikap waspada pada siapapun orang yang ada di sekitarnya jika orang itu mulai menunjukkan sikap tidak wajar. Bahkan terhadap orang yang dikenal sekalipun. Beri pengertian jika saja ada orang yang menyentuh mereka pada area-area terlarang, atau mengajak ke suatu tempat tanpa persetujuan dan konfirmasi langsung pada anda. Jika itu terjadi pada anak, beritahu dia untuk memberikan respon lari dan mengadu pada orang lain atau kepada anda. Dan saat ini terjadi maka anda harus mengambil upaya pencegahan untuk menjauhkan anak anda dari orang tersebut.