"Float like Butterfly, Sting like bee."

Muhammad Ali

Ketika berbicara tentang wanita teknik, kecantikannya bukan hanya sebatas tentang rupa. Namun, pula tentang ketangguhan dan pola pikirnya. Bukan lipstik, maskara dan kawan-kawannya yg dapat mempesonanya melainkan ide inovasi berorientasi solusi bagi permasalahan yang ada. Bukanlah pria tampan berparas kekar yang menaklukkannya melainkan pula harus yang beretika dan berilmu cerdas. Selayaknya kupu-kupu, dia terbang mengayun indah. Dan selayaknya lebah, dia menyengat dengan tangguhnya.

Merekalah yang terkadang menantang kantuk dan menolak tidur, hanya demi karya-karya mereka. Merekalah yang terkadang tiada ramah terhadap lelah. Dengan lantang mereka membujuk lelah untuk lebih bersabar menunggu proses-proses itu bubar. Merekalah yang selalu setia menemani siang menemui sore, sore menemui malam, malam menemui fajar, hingga pada akhirnya pagi pun datang memberi salam dan kabar tentang siang.

Namun, selapas itu semua. Merekalah yg paling mengerti berharganya istirahat. Betapa mereka bersyukur akan sebuah jalan-jalan bersama teman. Betapa mereka bahagia akan hal-hal kecil pelepas penat.
Selayaknya karbon, yang harus menerima berbagai tekanan dan proses yang begitu penat untuk menjadi berlian. Selayaknya mereka wanita teknik yang semakin mereka menikmati proses yang ada, semakin mereka menunjukkan kecantikan yg ada pada dirinya.

Kalau mereka ditanya apakah mereka mencintai negaranya, maka mereka tidak akan menjawab iya. Namun, mereka akan menjawab dengan karya-karyanya. Kalau mereka ditanya apakah mereka fokus untuk memajukan bangsanya, maka mereka tidak akan menjawab iya. Namun, kantung matanya telah memberikan bukti nyata. Kalau mereka ditanya apakah mereka mencoba menjadi kartini, maka mereka tidak akan menjawab iya. Namun, mereka akan membuktikan tidak hanya menjadi sekedar kartini tapi pula ingin membawa senyum sang ibu pertiwi.

Advertisement

Lantas, segalanya tadi, tak membuat mereka lupa diri. Bahwa sejatinya mereka tetaplah seorang wanita di bumi. Seyogyanya tetap memperhatikan diri, bersolek seperlunya tanpa berlebih-lebih sebatas untuk mensyukuri atas raga yg diberi. Masih tetap memiliki hati yg cukup mendominasi. Masih bersatu dengan kodrat dan hakikat sebagaimana wanita dicipta sang Rabbi. Ya, merekalah wanita teknik, cara Tuhan membungkus ketangguhan hati dengan keindahan raga diri.

"If you're passionate about something and you want to make difference, I guarantee there is a way to do that with engineering".

Elizabeth Bierman, senior project engineer at Honeywell Aerospace